Indonesia Miliki Indeks Harga Minyak Sawit
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Indonesia Miliki Indeks Harga Minyak Sawit

Jumat, 13 April 2018 | 07:45 WIB
Oleh : Damiana Ningsih / WBP

Jakarta - Indonesia akhirnya memiliki indeks harga minyak sawit yang bersifat independen, Indonesian Crude Palm Oil Index Report (ICPOI). Selama ini, industri CPO nasional berkiblat ke bursa luar negeri, seperti Rotterdam dan Malaysia. Padahal, Indonesia merupakan negara penghasil CPO nomor satu dunia dengan produksi 38,17 juta ton dan ekspor 31,05 juta ton pada 2017.

ICPOI diluncurkan oleh PT Indeks Komoditas Indonesia (IKK). Pengelolaan ICPOI menggunakan dua metodologi gabungan, yakni Metodologi Panel Assesment dan Professional Independent CPO Assesment. Hal itu untuk mendapatkan harga CPO yang berorientasi terhadap pasar dan tepercaya.

Direktur Utama PT IKK Maydin Sipayung mengatakan, Indonesia selama ini tidak memiliki harga acuan sawit yang independen. Industri CPO Indonesia berkiblat ke Bursa Rotterdam dan Bursa Malaysia, padahal Indonesia merupakan negara penghasil CPO nomor satu dunia. Karena itu, PT IKK dibentuk dan kemudian menjadi pengelola ICPOI. Sebagai indeks yang bersifat independen, ICPOI memiliki spesifikasi yang jelas dan mengikat. "Dengan adanya informasi referensi harga ICPOI akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menentukan harga. Bagi pemerintah, indeks ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar penentuan jumlah royalti dan pajak yang akan dibayarkan oleh pelaku usaha," kata Maydin saat peluncuran ICPOI di Jakarta, Kamis (12/4).

Sementara Staf Ahli Menteri Perdagangan bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih mengatakan, sebagai sektor strategis, pemerintah berkepentingan melakukan upaya stabilisasi harga produk CPO, seperti minyak goreng. Sebab, fluktuasi tinggi akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. "Harga referensi yang diformulasikan saat ini belum memenuhi kebutuhan luas, baik bagi acuan domestik maupun luar. Dibutuhkan acuan harga yang bisa diterima semua pihak dan untuk posisi tawar, juga dalam menghadapi potensi transfer pricing," kata Lasminingsih.

Indeks harga ICPOI akan memberikan gambaran efisiensi pasar CPO di Indonesia. Di sisi lain, memberikan informasi akurat ketika terjadi gejolak harga CPO serta mencegah meluasnya fluktuasi harga. Di sisi lain, Lasminingsih mengakui, ICPOI bisa saja kemudian menjadi acuan nasional, namun hal itu masih membutuhkan waktu pengamatan, setidaknya 3-6 bulan ke depan. "Kita positif, bisa saja ini menjadi acuan harga nasional. Tapi, ini tidak menggeser indeks harga internasional. Hanya saja, lebih baik bagi kita, kalau ada referensi di dalam negeri," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Formatur Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kacuk Sumarto menambahkan, setelah diluncurkan maka ICPOI akan diuji akuntabilitas dan keakuratannya yang merupakan syarat utama suatu indeks harga. "Indeks ini akan menjadi referensi alternatif, selain Rotterdam dan Malaysia. Kalau akurasinya tinggi, akan menjadi rujukan, itu secara alamiah. Ini tantangan berat bagi PT IKK supaya akuntabel. Karena kita kan pemain besar dan indeks bukan hanya untuk sekarang saja," kata Kacuk.

Sementara itu, Maydin mengatakan, ICPOI menjadi komplementer bagi indeks harga yang sudah ada. Dalam perjalanannya, stakeholder akan melihat bahwa ICPOI akan dikelola secara tepercaya dan akuntabel. “Karena itu, yang utama adalah keseimbangan, semakin banyak panelnya maka semakin bagus. Saat ini, panelnya baru ada 16, porsinya memang masih 7 processor (produsen), 6 refinery, dan 3 trader. Harga yang ditampilkan dalam indeks adalah harga spot di tiga lokasi, yakni Dumai, Belawan, dan Kalimantan," kata Maydin.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wall Street Menguat karena Ketegangan Suriah Mereda

Saham bank memimpin kenaikan, yakni JP Morgan Chase, Citigroup dan Goldman Sachs naik lebih 2 persen.

EKONOMI | 13 April 2018

Moody’s Naikkan Peringkat Utang RI Jadi Stabil, Ini Kata BI

Pencapaian ini merupakan prestasi besar di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global.

EKONOMI | 13 April 2018

Dibuka Menguat, IHSG Berbalik Arah Melemah

Pukul 09.10 WIB, IHSG turun 7,9 poin (0,13 persen) menjadi 6.302,8.

EKONOMI | 13 April 2018

Pengelolaan Dipasena Diusulkan Libatkan BUMN-Swasta

Dolakukan secara murni bisnis modern berkelanjutan dan tetap ditangani swasta.

EKONOMI | 13 April 2018

2018, Link Net Alokasikan Capex Rp 1,2 Triliun

Capex untuk memperkuat jaringan.

EKONOMI | 12 April 2018

FGD di IPB, Sawit Bukan Penyebab Deforestasi

Industri kelapa sawit di Indonesia bukan penyebab langsung kerusakan hutan atau deforestasi.

EKONOMI | 12 April 2018

Cegah Deforestasi TNBBS, WCS Fasilitasi Produksi Kopi Berkelanjutan

TNBBS merupakan kawasan konservasi penting bagi harimau, badak, dan gajah Sumatera.

EKONOMI | 13 April 2018

E-Performance Based Budgeting Ciptakan Penghematan Anggaran

Hubungan antara tingkat implementasi SAKIP terhadap efisiensi dalam penggunaan anggaran sangat signifikan.

EKONOMI | 12 April 2018

Hipmi Jatim Buka Ummart Mart di 10 Ponpes

Ummart Mart akan memasarkan produk-produk yang dihasilkan para santri, UMKM di sekitar pesantren serta produk umum dari perusahaan.

EKONOMI | 12 April 2018

Indeks Keyakinan Konsumen RI Masuk Tiga Besar Dunia

Dari hasil survei Keyakinan Konsumen Global yang dilakukan Conference Board® dan Nielsen, Indonesia menempati urutan ketiga indeks keyakinan konsumen dunia.

EKONOMI | 12 April 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS