Pertamina Akan Tambah Investasi Hulu Migas Jadi Rp 43,4 Triliun
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Pertamina Akan Tambah Investasi Hulu Migas Jadi Rp 43,4 Triliun

Jumat, 17 Mei 2019 | 22:09 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina (persero) akan menambah investasi di sektor hulu migas pada 2019 sebesar US$ 400 juta (Rp 797,2 miliar) menjadi US$ 3 miliar (Rp 43,4 triliun) dari saat ini US$ 2,6 miliar (Rp 37,6 triliun). Penambahan investasi tersebut untuk pengembangan bisnis dan mencari cadangan migas baru.

"Saat ini kita sedang dalam proses usulan penambahan investasi," kata Direktur Hulu PT Pertamina (persero) Dharmawan H. Samsu di sela buka bersama media di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Dari rencana penambahan investasi UD$ 400 juta tersebut, sebesar US$ 200 juta untuk business development seperti merger dan akuisisi serta mengikuti sejumlah tender hulu migas. Sementara sebesar US$ 100 juta akan digunakan untuk PT Pertamina EP dan sisanya US$ 100 juta untuk pengembangan blok migas di anak usaha di sektor hulu.

Dharmawan H. Samsu mengatakan, dari investasi hulu migas sebesar US$ 2,6 miliar, sekitar US$ 1,9 miliar (Rp 27,4 triliun) untuk menggarap 98 proyek eksplorasi dan pengembangan hulu migas di Indonesia. Adapun total investasi Pertamina pada 2019 pada Rencana Anggaran Kerja Perusahaan (RKAP) sebesar US$ 4,2 miliar. "Komitmen investasi Pertamina di sektor hulu menjadi agenda prioritas di tahun 2019, investasi di hulu sekitar 60 persen dari total investasi," kata Dharmawan H. Samsu.

Dharmawan H. Samsu menegaskan 98 proyek tersebut dilaksanakan oleh anak usaha. Perinciannya, 47 proyek dilaksanakan oleh PT Pertamina EP, 29 proyek oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE), 19 proyek oleh PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), dua proyek oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC), dan satu proyek oleh PT PEPC ADK.

Proyek-proyek migas tersebut meliputi kegiatan untuk mempertahankan base production seperti kegiatan pemboran, konstruksi fasilitas produksi, pengembangan struktur temuan migas, serta pengembangan Enhance Oil Recovery (EOR). "Proyek-proyek ini penting mengingat perannnya dalam mempertahankan revenue generator hulu saat ini," kata Dharmawan H. Samsu.

Adapun kegiatan eksplorasi new ventures dilakukan melalui akses ke wilayah kerja (WK) eksplorasi baru dan investasi untuk melakukan survei sesmik regional.

Lebih lanjut Dharmawan H. Samsu menjelaskan, hingga April 2019, Pertamina telah menyelesaikan pemboran 77 sumur di Indonesia yang terdiri dari 72 sumur eksploitasi dan lima sumur eksplorasi di WK eksisting.

Sepanjang 2019 Pertamina berencana menyelesaikan 311 sumur pemboran eksplorasi dan eksploitasi di Indonesia dimana sekitar 38 persen berada di wilayah kerja Mahakam. “Pemboran Pertamina mendominasi realisasi pemboran migas di seluruh Indonesia. Komitmen pemboran ini adalah yang terbesar di Indonesia dalam rangka menjaga keberlangsungan produksi dari aset-aset eksisting," tegas Dharmawan H. Samsu.

Sememtara sebagai upaya menahan laju penurunan alamiah produksi, Pertamina juga melakukan program work over dan well intervention serta predictive maintenance yang dapat mengurangi potensi unplanned shutdown.

Dharmawan H. Samsu menjelaskan bahwa proyek pengembangan hulu migas Pertamina diharapkan mampu membantu penguatan produksi migas nasional. "Pengembangan ini diperlukan karena sebagian besar wilayah kerja Migas di Indonesia sudah membutuhkan pendekatan yang lebih khusus karena lapangan-lapangan tersebut sudah beroperasi lebih dari 40 tahun," kata Dharmawan H. Samsu.

Terkait pengelolaan lapangan migas di Indonesia, Dharmawan H. Samsu menggarisbawahi tiga hal yakni tingkat maturitas bawah tanah, fasilitas produksi di lapangan hulu serta upaya peningkatan cadangan dan produksi jangka panjang. Oleh karena itu, imbuh Dharmawan H. Samsu, Pertamina harus memastikan seluruh operasionalnya dilaksanakan dengan prudent dan sesuai kaidah operational excellence. Per April tahun 2019 ini, Total Recordable Injury Rate (TRIR) berada jauh di bawah toleransi.

Sementara prestasi yang dicapai anak perusahaan di sektor hulu pada tahun 2018 yakni 7 PROPER Emas dan 17 PROPER Hijau. Penilaian PROPER tersebut berhasil mencapai 100% persen Compliance dimana 24 dari 43 area mencapai Beyond Compliance.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bank Jatim Sinergikan Layanan Nasabah dengan Grab

Bank Jatim terus melakukan inovasi dan sinergi dalam menjalankan roadmap digital banking.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Pemerintah Optimistis Kebijakan One Way Mampu Atasi Kepadatan Saat Mudik

Sistem one way berlaku dari KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 262 Brebes Barat.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Sinarmas MSIG Life dan Bank Sinarmas Luncurkan Asuransi Pendidikan Syariah

Simas Kid Insurance Syariah memberikan pembayaran manfaat secara berkala di setiap kenaikan jenjang pendidikan.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Tiga Asosiasi Minta Pungutan Ekspor Sawit Diberlakukan Kembali

Dengan adanya pungutan ekspor, maka produk hilir dapat bersaing dengan Malaysia.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Presiden Tinjau Pengembangan Sepak Bola di Kuta Selatan

Presiden Jokowi pantau pengembangan lapangan sepak bola di Kuta Selatan.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Jokowi Tinjau Sirkuit Balapan MotoGP Mandalika di Lombok

Menurut Jokowi, dengan adanya perhelatan MotoGP, tentu saja akan berdampak pada perekonomian di Lombok.

EKONOMI | 17 Mei 2019

BI Mencatat Aliran Dana Asing Keluar Capai Rp 11,7 Triliun

Keluar modal asing karena kondisi ketidakpastian perkembangan pasar global akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Surat Berharga Komersil Diyakini Memiliki Prospek Sangat Besar

SBK diyakini bisa menjadi sebagai sumber pendanaan jangka pendek bagi korporasi. Prospeknya pun bagus.

EKONOMI | 17 Mei 2019

BNI Ajak Milenial Kreatif Ciptakan Inovasi

Generasi milenial dituntut untuk mampu berpikir kreatif dan menciptakan inovasi.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Dukung Ketersediaan Uang Kartal, Mandiri Siapkan 77 Titik Penukaran Uang Kecil

Bank Mandiri menyiapkan uang pecahan kecil senilai Rp 2 triliun.

EKONOMI | 17 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS