Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2019
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.86)   |   COMPOSITE 5112.19 (36.4)   |   DBX 973.986 (4.58)   |   I-GRADE 139.714 (1.66)   |   IDX30 428.304 (3.33)   |   IDX80 113.764 (0.8)   |   IDXBUMN20 291.927 (4.3)   |   IDXG30 119.182 (0.36)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.94)   |   IDXQ30 124.656 (1.28)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.81)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (0.68)   |   IDXV30 107.478 (0.8)   |   INFOBANK15 831.648 (10.85)   |   Investor33 374.125 (2.66)   |   ISSI 151.171 (0.41)   |   JII 550.867 (0.41)   |   JII70 188.056 (0.33)   |   KOMPAS100 1022.34 (5.97)   |   LQ45 789.815 (5.74)   |   MBX 1412.7 (10.57)   |   MNC36 280.331 (1.85)   |   PEFINDO25 282.464 (4.5)   |   SMInfra18 241.575 (1.18)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.9)   |  

Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2019

Senin, 1 Juli 2019 | 17:24 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Dunia (World Bank) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 menurun menjadi 5,1 persen akibat gejolak global yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan di negara lain.

"Karena kondisi eksternal yang kurang baik, pertumbuhan ekonomi diperkirakan turun menjadi 5,1 persen pada 2019," kata Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia, Frederico Gil Sander, dalam pemaparannya di acara peluncuran The June 2019 edition of the Indonesia Economic Quarterly di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Angka yang didasarkan pada catatan Produk Domestik Bruto (PDB) itu, menunjukkan penurunan 0,1 persen dibandingkan dengan PDB sebesar 5,2 persen pada 2018. Sedangkan pada 2020, pertumbuhan ekonomi akan kembali pulih, atau naik 0,1 persen menjadi 5,2 persen.

Lebih lanjut, Frederico Gil Sander menyebutkan percepatan yang cukup sedang pada konsumsi swasta diperkirakan akan terus berlanjut, sementara inflasi masih rendah. Sedangkan pasar tenaga kerja masih menguat.

Sementara posisi fiskal diperkirakan meningkat sehingga memungkinkan pemerintah meningkatkan investasi pada sejumlah proyek infrastruktur dan memulai kembali upaya rekonstruksi pascabencana.

Meski melambat, pertumbuhan investasi diperkirakan terus menguat, khususnya setelah Pemilu 2019. Sementara ketidakpastian yang diakibatkan situasi politik juga berkurang, sedangkan sentimen bisnis terhadap program reformasi yang diusulkan pemerintah semakin optimistis.

Di tengah situasi global yang kurang baik, pertumbuhan ekspor diperkirakan melemah. "Sementara pertumbuhan impor juga diperkirakan melemah sejalan dengan melambatnya pertumbuhan investasi," kata Frederico Gil Sander.

Adapun kebijakan pemerintah untuk membatasi impor diperkiraan akan terus diberlakukan.

"Mengingat adanya pelemahan pada nilai ekspor dan impor, sektor eksternal akan memberikan kontribusi cukup sedang terhadap pertumbuhan pendapatan total tahun ini dan tahun mendatang," kata Frederico Gil Sander.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Fortune Mate Andalkan Proyek Pergudangan dan Ruko

Sasaran pasar dari produk pergudangan adalah pelaku usaha atau korporasi.

EKONOMI | 1 Juli 2019

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.112

Rupiah berada di level Rp 14.112,5 per dolar AS atau terapresiasi 13,8 poin (0,1 persen).

EKONOMI | 1 Juli 2019

IHSG Ditutup Menguat 0,3% ke 6.379,7

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,3 persen (21,06 poin) ke kisaran 6.379,69.

EKONOMI | 1 Juli 2019

BCA Raih Penghargaan Bank Terbaik di Indonesia dan Asia

Sebesar 98 persen transaksi di BCA merupakan transaksi digital.

EKONOMI | 1 Juli 2019

Siantar Top Perluas Pasar ke Timur Tengah

Siantar Top juga terus melakukan konsolidasi penetrasi pasar di dalam negeri.

EKONOMI | 1 Juli 2019

Pasca-IPO, Perusahaan Jasa Pengiriman Krida Buka 400 Outlet

PT Krida Jaringan Nusantara Tbk menjadi emiten ke-18 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019.

EKONOMI | 1 Juli 2019

Siang Ini, Rupiah Terapresiasi 20 Poin

Rupiah berada di level Rp 14.106,5 per dolar AS atau terapresiasi 19,8 poin (0,14 persen).

EKONOMI | 1 Juli 2019

Sesi I, IHSG Masih di Zona Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,3 persen (18,32 poin) ke kisaran 6.376,95.

EKONOMI | 1 Juli 2019

BPS Catat Inflasi Juni 0,55%

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga kelompok bahan makanan sebesar 1,63 persen.

EKONOMI | 1 Juli 2019

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.100 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 14.119 per dolar AS atau terapresiasi 7,3 poin (0,05 persen).

EKONOMI | 1 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS