Kantar Gelar Most Loved Indonesian Ramadhan Ad
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Kantar Gelar Most Loved Indonesian Ramadhan Ad

Selasa, 16 Juli 2019 | 15:44 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan data, dan konsultasi berskala global, Kantar Indonesia menggelar penghargaan ‘Most Loved’ Indonesian Ramadhan Ad pada Selasa (16/7/2019).

CEO Divisi Insight Kantar Indonesia, Suresh Subramanian mengatakan iklan Ramadan paling sukses tahun 2019 telah mendobrak norma iklan tradisional Ramadan. "Penerimaan pemirsa akan terobosan tersebut mencerminkan perubahan Indonesia yang mencari dan menghargai ketulusan dari tujuan yang autentik," kata Suresh Subramanian dalam keterangan yang diterima redaksi Selasa (16/7/2019).

Adapun tiga tema yang menonjol dalam iklan ramadan tahun 2019 adalah autentik yakni membawa keadaan sesungguhnya dan menjadi berani, dalam segi konteks menggambarkan keadaan sesungguhnya. Sementara dari sisi bersikap, membawa cerita tentang ketegangan yang dialami dalam diri sendiri atau eksternal. Tema kedua adalah simbolisme yakni cerita yang disampaikan mempunyai makna dalam dan bermakna dari sekedar ritual simbolik yang terlihat, seperti Bedug ataupun Adzan untuk salat atau sahur. "Tema ketiga aadalah menjaga agar mudah diterima," kata Suresh Subramanian.

Creative Development Lead, Kantar Indonesia, Aparna Sinha mengatakan, iklan Ramadan sering mengikuti pendekatan yang aman. Namun tahun ini para pengiklan lebih berani menyoroti beberapa ketegangan eksternal. "Ini membuat mereka menjadi lebih menarik," kata Aparna Sinha.

Neuroscience Lead Kantar Indonesia, Nitin Sharma, menyatakan cerita yang bermakna dan membawa unsur intropeksi diri selama bulan Ramadan memunculkan perasaan dalam, membuat kreativitas lebih emosional dan berkesan. "Mengukur emosi momen demi momen menjadi sangat penting, terutama dalam membangun hubungan yang bermakna dengan orang Indonesia ketika memanfaatkan periode Ramadan," kata Nitin Sharma.

GO-JEK memenangkan perhargaan iklan Ramadhan ‘Most Loved’ di Indonesia. Tema "Cari Kebaikan" menarik hati orang Indonesia melalui humornya yang menunjukkan bagaimana GO-JEK dapat membantu mereka melakukan perbuatan baik dengan lebih mudah. Berdasarkan Kantar facial coding, pemirsa menjadi 50 persen lebih ekspresif ketika menonton iklan ini dibandingkan dengan iklan Ramadan lainnya.

Sementara ‘Maknai Kebersamaan’ oleh Matahari memenangkan penghargaan iklan Ramadhan ‘Most Enjoyable’, berkisah mengenai kerinduan seorang anak laki-laki kepada ayahnya. Menariknya, anak tersebut berpenampilan dan berperilaku seperti ayahnya. Cerita menjadi lengkap ketika sang ayah akhirnya pulang ke rumah.

Sedangkan ‘Syukuri Hari’ oleh Djarum mendapatkan penghargaan iklan Ramadhan ‘Most Buzzworthy’ untuk cerita dan pesan mengenai intropeksi diri, mendorong para pemirsa untuk merasa bersyukur dan menjadi lebih positif selama bulan Ramadan.

Adapun Sprite’s ‘Ujian Puasa’ terpilih sebagai iklan Ramadhan ‘Most Noticed’ untuk humor ringan, adegan yang berkesan dan menyegarkan. Momen puasa digunakan untuk menciptakan godaan terhadap merek, tanpa menunjukkan momen konsumsi apa pun. Sementara P&G ‘Aku Pilih Maaf Ibu’ terpilih sebagai iklan Ramadhan ‘Most Popular’ untuk cerita yang mengharukan dan membahas bagaimana ibu dan anak mengatasi ketegangan mereka karena perbedaan. Iklan teserbut memperoleh buzz tingkat tinggi dengan 25 juta views di Youtube.

Penelitian ‘Most Loved’ Indonesian Ramadhan Ad 2019 didasarkan pada data survei 1.000 konsumen di seluruh Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara online pada 17-27 Mei dan 4-19 Juni 2019. Pada pengujian tahap pertama, responden diminta menggambarkan iklan yang mereka ingat dan sukai. Daftar pendek 20 iklan kemudian dibuat. Iklan-iklan ini diperlihatkan kepada sekelompok konsumen yang ditanyai pertanyaan untuk membangun pengakuan, disukai, dapat dibagikan, dan keunikan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wall Street Menguat Jelang Musim Laporan Keuangan Perusahaan

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 27,1 poin (0,10 persen) mencapai 27.359.

EKONOMI | 16 Juli 2019

Neraca Perdagangan Indonesia Catatkan Surplus Periode Juni 2019

Neraca dagang surplus dua bulan berturut-turut sejak Mei.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin Diharapkan Dorong Sektor Manufaktur

Pengamat Ekonomi CORE Muhammad Faisal mengatakan Indonesia diharapkan dapat meniru negara Asia yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Pelindo III Jamin Kelancaran Operasional TPKS

Pelindo III menyiapkan dua tahap untuk menormalkan kembali operasional TPKS.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Presiden Targetkan Fasilitas 4 Pariwisata Prioritas Rampung 2020

Bila sudah menjadi tuan rumah Moto GP, Mandalika juga berpeluang dapat menjadi tuan rumah ajang balapan F1.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Meski Neraca Dagang Surplus, Menkeu Minta Ekspor Digenjot

Perlu adanya dukungan dari kementerian dan lembaga melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Darmin: Surplus Neraca Perdagangan Dapat Terus Berlanjut

Membaiknya kinerja neraca perdagangan ini dapat terus berlanjut, meski lebih banyak dipengaruhi oleh turunnya impor.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Korni Optimistis Visi Indonesia Maju Direalisasikan Jokowi

Korni yakin visi Indonesia maju bisa terealisasi zaman Jokowi.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Kemtan Siapkan Gudang Pangan di Sidoarjo

Gudang pangan di Sidoarjo akan menjadi percontohan untuk pembangunan gudang pangan serupa di beberapa kota lainnya.

EKONOMI | 15 Juli 2019

Isu Potensi Default Obligasi Bisa Ganggu Kinerja Jababeka

Perombahan manajemen perseroan di luar agenda RUPST yang telah disampaikan di BEI berpotensi sebagai aksi hostile takeover.

EKONOMI | 15 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS