Bursa Asia di Zona Merah di Awal Perdagangan
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-2.02)   |   COMPOSITE 5813.99 (7.01)   |   DBX 1076.27 (11.17)   |   I-GRADE 169.305 (0.13)   |   IDX30 499.8 (-1.59)   |   IDX80 132.38 (-0.35)   |   IDXBUMN20 374.254 (1.36)   |   IDXG30 135.455 (-0.25)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-1.27)   |   IDXQ30 146.053 (-0.55)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.39)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.48)   |   IDXV30 131.098 (0.06)   |   INFOBANK15 988.482 (2.72)   |   Investor33 429.242 (-1.18)   |   ISSI 170.543 (-0.34)   |   JII 620.021 (-3.98)   |   JII70 214.017 (-1.12)   |   KOMPAS100 1185.8 (-1.14)   |   LQ45 922.358 (-2.25)   |   MBX 1613.53 (-0.18)   |   MNC36 321.576 (-1)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.56)   |   SMInfra18 295.407 (1.15)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.82)   |  

Bursa Asia di Zona Merah di Awal Perdagangan

Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:29 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa saham Asia pada perdagangan Selasa pagi ini (13/8/2019) sebagian besar melemah berada di zona merah. Pelemahan mengekor bursa saham AS Wall Street.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks kawasan Asia Pasifik di luar Jepang MSCI index melemah 8,07 (0,75 persen) menjadi 1.117,5. Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 306,7 poin (1,48 persen) ke level 20.378, indeks Shanghai composite turun 17,38 (0,64 persen) menjadi 2.797, Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 411,45 poin (1,59 persen) menjadi 25.413, indeks Kospi Korea pukul 09.00 WIB melemah 43,72 (1,05 persen) mencapai 1.930

Sementara bursa Malaysia KLCI melemah 17,71 poin (1,10 persen) mencapai 1.597, indeks Straits Times Singapura melemah 33,25 (1,07 persen) ke posisi 3.133, bursa Thailand Thai set 50 index melemah 9,89 poin (0,83 persen) mencapai 1.087,9, bursa Filipina turun 148,2 poin (1,86 persen) mencapai 7.706.

Sementara bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB (13/8/2019) ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 389,7 poin (1,48 persen) mencapai 28.898, Nasdaq composite index melemah 95,7 (1,20 persen) mencapai 7.863, sedangkan S&P 500 index turun 35,6 (1,22 persen) mencapai 2.883.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Awal Perdagangan, IHSG Dilanda Aksi Jual

Pukul 09.10 WIB, IHSG melemah 12,5 poin (0,20 persen) menjadi 6.237.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Harga Minyak Naik Menyusul Kuwait Pangkas Produksi

Brent untuk pengiriman Oktober, naik US$ 0,04 menjadi US$ 58,57 per barel.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Harga Emas Antam Capai Rp 755.000 Per Gram

Pecahan 100 gram: Rp 70.600.000.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Awal Sesi, Rupiah Loyo di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.267 - Rp 14.285 per dolar AS.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Harga Emas Menguat Akibat Perang Dagang

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$ 8,7 (0,58 persen) menjadi US$ 1.517,20 per ons.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Wall Street Tergerus Kekhawatiran Prospek Ekonomi AS

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 389,7 poin (1,48 persen) mencapai 28.898.

EKONOMI | 13 Agustus 2019

Sentral Mitra Bidik Pasar MPS di Bali

Sentral Mitra mulai gencar membidik pasar perhotelan di Bali dengan menawarkan manager print service (MPS) bagi perusahaan perhotelan di Bali.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Diskriminasi Sawit, RI Balas Tindakan Uni Eropa

Pemerintah Indonesia juga saat ini mempersulit ekspor minuman beralkohol asal Uni Eropa.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Januari 2020, Pemerintah Berlakukan Penggunaan B30

Akhir tahun 2020, pemerintah akan menerapkan penggunaan bauran biodiesel 50%.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Batu Bara Harus Diprioritaskan untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Kuota ekspor harus ditekan seiring dengan keterbatasan cadangan

EKONOMI | 12 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS