Pengelolaan Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa Perlu Kolaborasi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pengelolaan Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa Perlu Kolaborasi

Minggu, 25 Agustus 2019 | 08:25 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam Nota Keuangan RAPBN 2020, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) direncanakan sebesar Rp 884,6 triliun. Sementara anggaran transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 858,8 triliun, meningkat sekitar Rp 45 triliun dibandingkan dengan APBN 2019.

Pemerintah menyampaikan bahwa anggaran transfer ke daerah dan dana desa pada RAPBN 2020 ini dimaksudkan untuk memperbaiki kuantitas dan kualitas pelayanan publik, mengurangi ketimpangan antardaerah, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun di mata peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah, upaya tersebut tidak akan berjalan optimal apabila pengelolaan belanja transfer ke daerah dan dana desa dilakukan secara sporadis.

Adapun yang dimaksud sporadis adalah tidak adanya koordinasi antara dua jenis item belanja tersebut (transfer ke daerah dan dana desa) dan juga antara transfer ke daerah+dana desa dengan belanja K/L pusat. Dengan kata lain, belanja yang saling melengkapi atau mendukung antarjenis belanja.

Rusli memberi contoh Kementerian Sosial dan Kementerian Koperasi dan UMKM yang memiliki belanja program. Misalnya Kementerian Sosial memiliki Program Keluarga Harapan (PKH), Kementerian Koperasi dan UKM memiliki belanja program peningkatan UKM di sebuah desa A, sedangkan pemerintah kabupaten/provinsi juga memiliki program kegiatan di desa A tersebut. Di sisi lain, dalam desa A ini juga terdapat program dana desa. “Keempat jenis program tersebut terkadang tidak saling terhubung atau berjalan sendiri-sendiri,” kata Rusli Abdullah, di acara diskusi Indef, Sabtu (24/8/2019).

Menurut Rusli, idealnya keempat jenis belanja tersebut harus saling terkait dan melengkapi. Contohnya untuk program PKH, bagi keluarga yang sudah mentas/terlepas/lulus dari program PKH, diharapkan menjadi sasaran program dana desa yang dikelola oleh pemerintah desa setempat. Misalnya, anggota keluarga yang lulus sekolah dari keluarga penerima PKH bisa diutamakan untuk terlibat dalam pengelolaan BUMDes yang merupakan bagian dana desa. "Sehingga anggota keluarga tersebut tidak perlu mencari pekerjaan di luar desa," kata Rusli Abdullah.

Contoh lainnya terkait program pengembangan UMKM oleh Kementerian Koperasi dan UMKM atau Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikoordinasikan oleh Kementerian koordiantor Bidang Perekonomian. UMKM yang berada pada naungan program tersebut bisa menjadi partner dalam pengembangan BUMDes. Misalnya UMKM program dari Kementerian Koperasi dan UKM bergerak di sisi budidaya perikanan darat, sementara dana desa melalui BUMDes bisa diarahkan untuk menjadi unit usaha pengolahan hasil perikanan darat tersebut dengan pekerja utama berasal dari kelurga program PKH.

"Kolaborasi seperti itu terlihat kecil, tapi apabila diaplikasikan di setiap program atau wilayah, maka ada potensi tercipta desa atau kawasan perdesaan yang memiliki skala industri menengah dari hulu hingga hilir. Jadi, seberapa pun besar dan banyaknya anggaran transfer ke daerah dan dana desa, apabila tidak ada unsur kolaborasi, tujuan dari transfer daerah dan dana desa tidak akan optimal, bahkan bisa gagal dalam mencapai tujuannya,” ujar Rusli Abdullah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bank BJB Fokus pada 3 Hal Ini Sambut Era Digital Perbankan

Sebagai BPD terbesar dan menjadi trendsetter BPD lain di Indonesia, Yuddy Renaldi, perseroan berupaya menuju cashless society.

EKONOMI | 25 Agustus 2019

Sepekan Transaksi, Kapitalisasi Bursa Berkurang Rp 35 Triliun

Frekuensi transaksi harian BEI pekan ini berkurang sebesar 11,53 persen.

EKONOMI | 25 Agustus 2019

BPD Hipmi Jabar Dukung Mardani H Maming Pimpin Hipmi

Mardani dinilai memiliki visi dan misi yang konkret dalam menggerakan usaha di Jawa Barat serta memiliki pengalaman sebagai pemimpin daerah.

EKONOMI | 24 Agustus 2019

Barry Callebaut Gandeng GarudaFood Bangun Pabrik Cokelat

Konsep Plant-in-Plant menegaskan hubungan kemitraan yang erat antara Barry Callebaut dan Garudafood.

EKONOMI | 24 Agustus 2019

5 Fakta Unik soal Perekonomian Dunia

Ada 1,4 miliar orang bekerja di sektor agrikultur, 1,7 miliar di sektor jasa, dan 400 juta wirausaha.

EKONOMI | 24 Agustus 2019

PGN Siap Ekspansi Pasar Yogyakarta

Bakpia Tugu Jogja mengatakan penggunaan gas dari PGN lebih efisien.

EKONOMI | 24 Agustus 2019

Wall Street Terkoreksi Tajam Akibat Perang Dagang

Dow Jones Industrial Average terkoreksi 2,4 persen ke 25.628,9, S&P 500 turun 2,6 persen ke 2.847,11, dan Nasdaq anjlok 33 persen ke 7.751,77.

EKONOMI | 24 Agustus 2019

Tanda Buruk Perang Dagang, Trump Sebut Tiongkok Musuh

"Satu-satunya pertanyaan saya adalah, siapa musuh terbesar kita, Jay Powell atau Ketua Xi?" tulis Trump.

EKONOMI | 24 Agustus 2019

IMF: Makin Sulit Temukan Titik Terang Ekonomi Global

"Ketika tahun ini berjalan, semakin sulit untuk menemukan titik-titik cerah itu," kata Gita Gopinath.

EKONOMI | 24 Agustus 2019

Trump Perintahkan Perusahaan AS Angkat Kaki dari Tiongkok

AS akan menaikkan bea masuk dari 25 persen menjadi 30 persen terhadap impor dari Tiongkok senilai US$ 250 miliar.

EKONOMI | 24 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS