Tiongkok Longgarkan Investasi Asing di Pasar Saham dan Obligasi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Tiongkok Longgarkan Investasi Asing di Pasar Saham dan Obligasi

Rabu, 11 September 2019 | 10:41 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Tiongkok, Beritasatu.com - Tiongkok pada Selasa (11/9/2019) menghapus pembatasan lembaga atau investor institusi asing yang akan berinvestasi di pasar saham dan obligasi Tiongkok menyusul melemahnya nilai tukar yuan dan meningkatnya arus modal keluar (capital outflow). Langkah ini sebagai upaya menarik lebih banyak modal asing ke Negeri Tirai Bambu tersebut.

"China State Administration of Foreign Exchange (SAFE) akan menghapus pembatasan investor asing institusi (Qualified Foregin Institutitional Investor/QFII) berbasis dolar dan investor lainnya berdenominasi yuan, RQFII," katanya dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di webnya.

SAFE mengatakan, batas total pembelian aset oleh asing sebesar US$ 300 miliar telah dicabut. Sehingga pemodal institusi asing dapat dengan bebas mengakses pasar saham dan obligasi Tiongkok.

Dikatakan, langkah itu akan membuat nyaman investor luar negeri untuk berpartisipasi di pasar keuangan domestik Tiongkok, sehingga pasar obligasi dan saham Tiongkok lebih luas diterima pasar internasional.

Penghapusan kuota terjadi di tengah meningkatnya perang perdagangan Tiongkok-AS yang mengancam pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Beijing berharap arus masuk modal asing dapat mengimbangi meningkatnya arus keluar sehingga memberikan dukungan kepada yuan, yang telah turun ke level terendah terhadap dolar AS sejak awal krisis keuangan global pada 2008.

Arus modal asing yang masuk juga membantu meningkatkan neraca pembayaran Tiongkok karena beberapa analis khawatir Beijing akan tergelincir ke arah defisit fiskal.

"Penghapusan adalah sinyal yang jelas bahwa pembuat kebijakan ingin mendorong arus masuk modal," tulis Global Head of Currency Strategy di Brown Brothers Harriman, Won Thin.

Tiongkok pada Januari menetapkan batas kuota QFII US$ 300 miliar, tetapi yang dimanfaatkan invesor asing pada Agustus 2019 hanya US$ 111,4 miliar, atau sepertiganya.

Regulator sekuritas Tiongkok juga menerbitkan rancangan peraturan awal tahun ini yang menggabungkan program QFII dan RQFII. Hal ini sebagai wujud menyederhanakan akses bagi investor luar negeri.

Wakil Kepala pendapatan tetap pasar negara berkembang di BNP Paribas Asset Management Jean-Charles Sambor, mengatakan bahwa penghapusan batasan itu adalah langkah besar ke arah yang benar.

Tiongkok memperkenalkan skema QFII pada tahun 2002 dan RQFII pada tahun 2011 sebagai upaya mendorong partisipasi asing di pasar keuangannya.

Deregulasi QFII muncul seiring meningkatnya jumlah penerbit indeks global, seperti MSCI, FTSE Russell dan Indeks-indeks S&P Dow Jones yang menambahkan saham dan obligasi Tiongkok ke dalam tolok ukur mereka. "Reformasi seperti saat ini, dikombinasikan dengan pencantuman indeks yang berkelanjutan, memastikan bahwa pasar modal Tiongkok terus bergerak ke arus utama investasi global," kata Head of Market Asia-Pasifik, di HSBC, Justin Chan.

Head of Asset Management Group di Asifma, Eugenie Shen, mengatakan bahwa penghapusan kuota adalah cara baik untuk menjaga daya tarik QFII dan RQFII.

Head of Greateer China Investment di Barings, Khiem Do mengatakan bahwa penghapusan kuota dapat mendorong arus masuk ke pasar saham dan obligasi Tiongkok. "Pada akhirnya apakah investor asing akan berinvestasi lebih banyak di Tiogkok atau tidak tergantung prospek fundamental ekonomi, tren pendapatan perusahaan, daya tarik imbal hasil dan selisih imbal hasil, serta kekuatan atau kelemahan yuan, ” katanya.

Terlepas dari berakhirnya kuota QFII dan RQFII, SAFE tidak melakukan tindakan apa pun untuk mengurangi pembatasan pada skema Investor Institusional Domestik Investor (Qualified Domestic Institutitional Investor/QDII).



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Emas Antam Turun Jadi Rp 751.000 Per Gram

Di luar Jakarta seperti di Bandung, Semarang, Surabaya, harga emas mencapai Rp 760.000 per gram.

EKONOMI | 11 September 2019

Harga Minyak Turun Menyusul Spekulasi Ekspor Minyak Iran

Minyak WTI pengiriman Oktober berkurang US$ 0,45 menjadi US$ 57,40 per barel.

EKONOMI | 11 September 2019

Pagi Ini Bursa Asia Diwarnai Aksi Beli Saham

Indeks Kospi Korea naik 9,72 (0,46 persen) mencapai 2.041.

EKONOMI | 11 September 2019

Dibuka Melemah, IHSG Berbalik Arah Menguat

Pukul 09.15 WIB, IHSG naik 5,5 poin (0,09 persen) menjadi 6.342.

EKONOMI | 11 September 2019

Awal Perdagangan, Rupiah Terpangkas Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.057 - Rp 14.066 per dolar AS.

EKONOMI | 11 September 2019

Harga Emas Jatuh di Bawah Nilai Psikologis

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 11,9 atau 0,79 persen, menjadi US$ 1.499,2 per ounce.

EKONOMI | 11 September 2019

Wall Street Ditutup Bervariasi Terseret Saham Teknologi

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 73,9 poin (0,28 persen) mencapai 26.909.

EKONOMI | 11 September 2019

Di Ibu Kota Baru Kalimantan, Pelanggan Smartfren Tumbuh 150% dalam 3 Bulan

PT Smartfren Telecom mencatat pertumbuhan pesat pelanggan di Kalimantan hingga 150% dalam tiga bulan terakhir atau periode Juni-Agustus 2019.

EKONOMI | 10 September 2019

Undian WOW Smartfren Bagikan 1.000 Hadiah Tiap Bulan

PT Smartfren Telecom mengumumkan penyelenggaraan undian WOW Smartfren yang akan membagikan 1.000 hadiah setiap bulan.

EKONOMI | 10 September 2019

Komisi XI DPR Berencana Pilih Anggota BPK RI 16 September

Komisi XI DPR sudah menyelesaikan tahap seleksi hingga uji kelayakan kepatutan.

EKONOMI | 10 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS