Di Markas PBB, Wapres Serukan Perbaikan Nasib Petani Kopi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Di Markas PBB, Wapres Serukan Perbaikan Nasib Petani Kopi

Kamis, 26 September 2019 | 13:16 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WBP

New York, Beritasatu.com - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla (JK) menghadiri forum “Aksi Bersama Mengatasi Krisis Harga Kopi dan Mencapai Produksi Kopi Berkelanjutan” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS), Rabu (25/9/2019). Dalam forum yang digelar bersamaan Sidang Majelis Umum (SMU) ke-74 PBB, JK menyampaikan krisis harga biji kopi telah menyebabkan kerugian bagi petani kecil.

JK menyatakan harga biji kopi dunia telah turun sampai 70 persen sejak 1982. Salah satu penyebabnya sangat fundamental, yaitu kelebihan pasokan produksi biji kopi dunia. “Saya ingin menggarisbawahi dua dampak utama dari krisis harga kopi ini. Pertama, petani kecil adalah korban yang paling dirugikan. Petani kecil, bukan industri atau pun konsumennya,” kata JK saat menyampaikan pernyataan Indonesia, seperti dikutip dari situs wapresri.go.id.

JK mengatakan dampak kedua adalah pekerjaan menanam kopi kini tidak lagi menjadi sumber penghidupan yang diminati, sehingga sejumlah petani kopi memutuskan beralih ke sektor lain. “Akibatnya akan mempengaruhi keseinambungan pasokan kopi global,” kata JK.

JK mengungkapkan lebih dari 96 persen lahan kopi Indonesia dikelola oleh petani kecil. Indonesia sangat prihatin dengan krisis tersebut karena pendapatan petani kecil justru menurun di saat keuntungan industri-industri besar kopi di dunia semakin meningkat. “Lebih dari 25 juta petani kecil kopi di seluruh dunia berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Indonesia sendiri memiliki 1,8 juta petani kopi,” kata JK.

JK menambahkan Indonesia sebagai negara penghasil kopi, menyerukan negara-negara di dunia membuat terobosan baru untuk memperbaiki nasib produsen kopi di negara masing-masing. “Kita tidak bisa berdiam diri,” kata JK.

Berdasarkan data dari Organisasi Kopi Internasional (ICO) tahun 2018, Indonesia berada di peringkat ke-4 produsen kopi terbesar di dunia dengan memproduksi setidaknya 10 juta karung kopi per tahun. Peringkat pertama sampai ketiga secara berturut-turut adalah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

JK mengusulkan sejumlah solusi untuk mengatasi merosotnya harga kopi dunia. Pertama, memperluas pasar kopi dan mengendalikan jumlah pasokannya. Menurut JK, ICO telah menyoroti potensi kopi untuk sektor non-tradisional seperti menggunakan biji kopi sebagai bahan baku industri kesehatan.

Kedua, JK menyerukan peningkatan kapasitas petani kecil agar kemampuannya bertambah untuk menghasilkan kualitas kopi yang baik dan bernilai tambah.

Ketiga, membangun kemitraan antara industri dan petani kecil. Contohnya, industri kopi besar harus berkontribusi dalam corporate social responsibility (CSR) untuk peningkatan kapasitas petani kecil.

Keempat, perlu upaya khusus untuk menjaga keseimbangan harga kopi bagi petani, industri, dan konsumen. Menurut JK, perlu kerja sama dan pengembangan strategi, serta kampanye inovatif agar petani mendapatkan harga lebih adil. Salah satunya termasuk menetapkan harga kopi minimum yang menguntungkan petani kecil. “Masa depan yang adil dan sejahtera bagi petani kopi, industri, dan konsumen,” tandas JK.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pameran IEAE 2019 Hadirkan Produk Elektronik Unik dan Inovatif

IEAE 2019 menghadirkan produk eletronik terkini yang inovatif dari ratusan perusahaan peserta.

EKONOMI | 26 September 2019

Lewat Merek Mitraku dan Creekstone Beef, Sekar Bumi Ingin Tingkatkan Konsumsi Hasil Laut

PT Sekar Bumi Tbk sebagai produsen makanan beku (frozen food) meluncurkan sejumlah produk anyar lewat merek Mitraku dan Creekstone Beef.

EKONOMI | 26 September 2019

Rehat Siang, IHSG Naik 43 Poin

Sebanyak 232 saham naik, 168 saham melemah dan 143 saham stagnan.

EKONOMI | 26 September 2019

Kabupaten Ketapang Didorong Capai Swasembada Berkelanjutan

Pemerintah pusat sudah memberikan alat mesin pertanian (alsintan) pada petani di Ketapang.

EKONOMI | 26 September 2019

Emas Antam Turun Rp 7.000 Per Gram

Di Medan, Banjarmasin, Balikpapan, hingga Yogyakarta, harga emas Antam dibanderol sebesar Rp 771.000 per gram.

EKONOMI | 26 September 2019

Harga Minyak Tertekan Peningkatan Produksi AS

Brent untuk pengiriman November, berkurang US$ 0,71 menjadi US$ 62,39 per barel.

EKONOMI | 26 September 2019

Boeing Rampungkan Gugatan Lion Air, Setiap Korban Terima Rp 16,9 M

Boieng juga menghadapi hampir 100 tuntutan hukum atas kecelakaan Ethiopian Airlines 737 MAX.

EKONOMI | 26 September 2019

Georgieva Asal Bulgaria Didapuk Jadi Direktur IMF Baru

Georgieva telah membangun reputasi di Bank Dunia sebagai sosok yang menyuarakan kesetaraan gender dan perubahan iklim.

EKONOMI | 26 September 2019

Mengekor Wall Street, Mayoritas Bursa Asia Dibuka Menguat

Indeks Straits Times Singapura naik 3,25 (0,12 persen) ke posisi 3.129.

EKONOMI | 26 September 2019

Cerah! IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 46,5 poin (0,75 persen) menjadi 6.192.

EKONOMI | 26 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS