Dana Abadi Indonesia-UEA Bisa Untuk Bangun Ibu Kota Baru
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Dana Abadi Indonesia-UEA Bisa Untuk Bangun Ibu Kota Baru

Sabtu, 5 Oktober 2019 | 08:54 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa dana abadi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) yang dibentuk pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab (UAE) akan dapat digunakan untuk membangun sejumlah proyek infrastruktur, termasuk di ibu kota baru.

Luhut ditemui di Kemko Maritim Jakarta, Jumat malam (5/10/2019) mengatakan skema dana abadi itu akan menjadi semacam ekuitas swasta milik pemerintah yang dapat digunakan untuk investasi pembangunan, terutama infrastruktur.

“Kalau jadi, itu akan seperti private equity pemerintah, bisa seperti cadangan nasional. Bisa juga nanti untuk membangun ibu kota. Proyek infrastruktur kan banyak yang mau masuk. Dengan itu (dana abadi) akan mengurangi (beban) APBN kita serta mempercepat prosesnya,” jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengatakan pembentukan dana abadi itu segera difinalisasi. Pekan depan, tim dari UEA akan datang ke Indonesia bertemu dengan tim di Indonesia untuk mematangkan rencana itu. Menteri Keuangan Sri Mulyani juga akan terbang ke Abu Dhabi untuk finalisasi rencana tersebut.

Luhut menjelaskan, skema pembiayaan proyek infrastruktur melalui dana abadi bukan barang baru di dunia. Sejumlah negara telah mengadopsi konsep tersebut, seperti Singapura, India, Mesir, Norwegia hingga Tiongkok.

Ia memastikan penggunaan dana abadi untuk pembangunan, termasuk infrastruktur di ibu kota baru nantinya, tidak akan mengalami masalah. “Kan SWF itu uang kita juga (jadi tidak masalah). Undang-Undang soal pajak masih dilihat Pak Lambok (Staf Ahli Menko Maritim) agar jangan ada masalah-masalah pajaknya,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Mantan Menko Polhukam itu menambahkan selain Indonesia dan Uni Emirat Arab, dana abadi itu juga dibidik oleh lembaga Amerika Serikat International Development Finance Corporation (IDFC). Lembaga itu bertanggungjawab untuk mempenyediakan bantuan asing melalui pendanaan proyek pembangunan swasta.

CEO IDFC Adam Boehler sendiri, lanjut Luhut, akan datang ke Indonesia untuk merealisasikan minat tersebut. “Yang jelas sekarang Indonesia dan Uni Emirat Arab dulu, tapi Amerika juga tidak keberatan masuk ke sana (dana abadi),” kata Adam Boehler.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pekan Ini, Kapitalisasi Bursa Menguap Rp 157 Triliun

IHSG berkurang 135 poin (2,19 persen) menjadi 6.061,252 dari 6.196,889 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 5 Oktober 2019

Ketua OJK: Kewirausahaan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kewirausahaan perlu didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

EKONOMI | 5 Oktober 2019

CMNP Mulai Konstruksi Tol Wiyoto Wiyono Harbour II

CMNP memluai konstruksi tol Wiyoto Wiyono Harbour II sepanjang 9,53 kilo meter. Pembangunan ditargetkan tiga tahun

MEGAPOLITAN | 5 Oktober 2019

Wall Street Naik Karena Tingkat Pengangguran Berkurang

Dow Jones melonjak 1,42 persen menjadi 26.573,72.

EKONOMI | 5 Oktober 2019

Harga Minyak Menguat Dipicu Data Tenaga Kerja AS

Brent pengiriman Desember naik US$ 0,66 menjadi US$ 58,37 per barel.

EKONOMI | 5 Oktober 2019

Harga Emas Hentikan Kenaikan 3 Hari Beruntun

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember, sedikit melemah US$ 0,9 atau 0,06 persen, menjadi US$ 1.512,9 per ounce.

EKONOMI | 5 Oktober 2019

Kobexindo Pasok 8 Mesin Sapu Industri ke Pabrik Semen Dynamix

Kobexindo Equipment memiliki berbagai macam mesin sapu industri sesuai dengan kebutuhan.

EKONOMI | 4 Oktober 2019

Pegadaian Berkolaborasi dengan 10 BUMN

Kolaborasi merupakan strategi membangun BUMN yang kuat, efisien, dan kompetitif dalam era industri 4.0.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Produksi Baja RI Jauh di Bawah Kebutuhan Pasar Domestik

Produksi baja di dalam negeri saat ini hanya separuh dari kebutuhan secara nasional.

EKONOMI | 4 Oktober 2019

Sekuritisasi Aset Hingga Right Issue Jadi Strategi BBTN Perkuat Permodalan

Berbagai aksi korporasi yang akan dilakukan membuat saham BBTN layak dikoleksi untuk jangka panjang.

EKONOMI | 4 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS