Jaga Pasokan Hortikultura, Kemtan Perkuat Early Warning System
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Jaga Pasokan Hortikultura, Kemtan Perkuat Early Warning System

Jumat, 15 November 2019 | 11:18 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Purwakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikuktura tengah merancang Early Warning System (EWS), sebuah sistem alarm untuk menjaga stabilitas dan pasokan komoditas hortikultura di masyarakat. Sistem ini untuk mencegah kelangkaan dan kelebihan produksi pertanian.

Dirjen Hortikultura Kemtan, Prihasto Setyanto dalam keterangan yang diterima redaksi Jumat (15/11/2019) mengatakan, EWS diharapkan menjadi panduan (guidance) bagi pemangku kepentingan, untuk memantau ketersediaan komoditas di pasaran. Dia menceritakan pengalaman di 2017. Saat itu, harga cabai pada awal tahun menyentuh Rp 250.000 per kilogram. "Bayangkan setara dua kilogram daging sapi," ujar pria yang akrab disapa Anton ini saat membuka acara seminar terkait budidaya bawang merah bertajuk ”Capacity Building and TSS Technology Adoption” di Pabrik PT East West Seed lndonesia (Ewindo), Kabupaten Purwakarta, Kamis (13/11/2019).

Prihasto Setyanto mengungkapkan, melalui EWS, kelangkaan, kelebihan produksi, hingga persoalan gejolak harga bisa diminimalisir. Sebab nantinya tim EWS di tingkat pusat akan berkoordinasi dengan daerah mengkaji secara komprehensif, kebutuhan suatu daerah selama 4-5 bulan ke depan. "Berapa kebutuhan produksinya, berapa luas lahan tanamnya, hingga kebutuhan bibit maupun lainnya," kata Prihasto Setyanto.

Dengan Early Warning System kata dia, daerah bisa memprediksi kebutuhan masyarakat. "Jadi sudah terdata. Dianalisis potensi harganya. Hasilnya kemudian kami berikan kepada daerah untuk menjadi bahan di lapangan," kata Prihasto Setyanto.

Dalam kesempatan itu, Anton juga mengunjungi sejumlah lokasi produksi benih PT Ewindo mulai tempat penyemaian benih, lokasi tanam, hingga pengemasan benih. "Peran swasta penting, misalnya mengkampanyekan teknik menanam TSS 9biji bawang merah). Ini sejalan dengan apa yang kami sedang kampanyekan," ungkap Prihasto Setyanto.

Program EWS yang tengah dirintis Ditjen Hortikultura merupakan turunan visi yang digagas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terkait pembentukan pusat Komando Strategis Pertanian (Konstran). Salah satu agenda besarnya adalah negara memiliki basis data pangan terintegrasi dan tidak tumpang tindih satu sama lain. "Single data. Maka dari itu Pak Menteri (Pertanian) menginstruksikan sinkronisasi data dengan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait," kata Prihasto Setyanto.

Selain itu, wujud dari konstran adalah agriculture war room yakni pusat kontrol untuk mengkoordinasikan segala aktivitas pertanian, mulai dari pusat hingga daerah. "Targetnya dalam 100 hari pertama ini terbentuk 500 konstratan, dan dalam lima tahun ditargetkan menjadi 5.000 konstratan se-Indonesia," jelas Prihasto Setyanto.

Managing Director Ewindo Glenn Pardede mengatakan, pihaknya terus mendorong teknik budidaya bawang merah TSS menggunakan benih atau biji. "Bukan bibit/umbi yang selama ini selalu mereka gunakan," ujar Glenn Pardede.

Glenn menjelaskan, teknik TSS ini mampu menciptakan pertanian yang efektif sehingga menghemat biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. "Jika menggunakan sistem konvensional, kebutuhan bibit mencapai 1,5 ton per hekatera (ha) senilai Rp 45 juta. Sedangkan TSS hanya memerlukan 5 kg benih dengan biaya Rp 10 juta per ha," ungkap Glenn Pardede.

Glenn memaparkan jika petani menerapkan teknik budidaya bawang merah dari biji, maka akan mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian umbi bibit. "Selama ini ketergantungan petani terhadap umbi bibit saja membuat pemerintah terpaksa harus mengimpor bibit bawang sedikitnya 1.500 ton pada tahun 2016,” tambah Glenn Pardede.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Kalbe Dorong Pemerintah Keluarkan Aturan Operasional untuk Gairahkan Riset

Pemerintah didorong segera menelurkan aturan operasional terkait Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2019 untuk menggiatkan kegiatan riset.

EKONOMI | 15 November 2019

Oktober, Upah Harian Buruh Tani Naik 0,17%

Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2019 tidak mengalami perubahan.

EKONOMI | 15 November 2019

Neraca Perdagangan Oktober Surplus US$ 161,3 Juta

Surplus disebabkan sektor nonmigas sebesar US$ 990,5 juta, walaupun sektor migas defisit U$ 829,2 juta.

EKONOMI | 15 November 2019

Jasa Raharja Terus Perbaiki Transformasi Manajemen Resiko

Dengan layanan aplikasi digital JRku, Jasa Raharja sendiri meyakini akan bisa mempermudah masyarakat dalam melakukan klaim asuransi kecelakaan.

EKONOMI | 15 November 2019

Populer di Daring, Philips LED Juga Merek Favorit di Pasar

Nama Philips yang merupakan merek lampu milik Signify menjadi merek lampu paling favorit di pasaran dan populer dalam pencarian daring.

EKONOMI | 15 November 2019

Presiden Dijadwalkan Resmikan Tol Terpanjang di Indonesia

JTTS akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan lokasi peresmian di Gerbang Tol Simpang Pematang KM 240.

EKONOMI | 15 November 2019

Minyak Turun di Tengah Kenaikan Stok AS

Brent untuk pengiriman Januari turun tipis US$ 0,09 menjadi US$ 62,28 per barel.

EKONOMI | 15 November 2019

Emas Batangan Antam Capai Rp 746.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 347,8 juta.

EKONOMI | 15 November 2019

Dibuka, IHSG Langsung Menguat

Pukul 09.05 WIB, IHSG naik 4 poin (0,07 persen) menjadi 6.103.

EKONOMI | 15 November 2019

Bursa Asia Pagi di Zona Positif

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 210,45 poin (0,80 persen) menjadi 26.534.

EKONOMI | 15 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS