Kemkeu Proyeksi Ekonomi 2019 Tumbuh 5,05%
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kemkeu Proyeksi Ekonomi 2019 Tumbuh 5,05%

Rabu, 27 November 2019 | 17:19 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan pemerintah memproyeksikan perekonomian Indonesia akan mengalami pertumbuhan 5,05 persen pada akhir 2019.

"Apa saja yang kami pikirkan sebagai langkah untuk menggiring perekonomian lebih baik. Saya mau memulai seperti biasa dengan kondisi dunia,” kata Suahasil Nazara dalam acara the 3rd Consumer Banking Forum Arah dan Tantangan Perekonomian Indonesia di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Suahasil menuturkan proyeksi tersebut berdasarkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang semakin menurun yaitu diperkirakan hanya tumbuh 3 persen pada tahun ini atau di bawah perkiraan awal yaitu 3,7 persen. Selain itu, volume perdagangan dunia yang tumbuh lebih lambat dibandingkan 3,6 persen pada 2018 dan 5,5 persen pada 2017 juga menjadi faktor Kemenkeu untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen tersebut. “Bukan hanya perekonomian dunia tapi volume perdagangan global 2019 ini juga diproyeksikan rendah hanya tumbuh 1,1 persen. Artinya ekspor dan impor dunia melemah,” ujar Suahasil Nazara.

Ia menyebutkan berbagai krisis dan perlemahan global perlahan telah mempengaruhi sektor penunjang pertumbuhan ekonomi Tanah Air meskipun Indonesia lebih banyak ditopang oleh adanya konsumsi domestik.

Suahasil menuturkan pertumbuhan konsumsi domestik yang masih menjadi penopang utama itu memiliki kontribusi mencapai 57,8 persen pada PDB dan 1,83 persen terhadap pendapatan Indonesia pada kuartal III-2019. "Kita punya beberapa hal yg harus kita waspadai terus, perang dagang, risiko geopolitik, dan sebagainya. Pengaruh dari global itu masuk lewat tiga hal,” kata Suahasil Nazara.

Pertama adalah melalui pasar finansial yang justru mendapat dampak positif adanya aliran modal asing yaitu pada surat berharga negara (SBN), saham, dan Surat Berharga Bank Indonesia (SBI) akibat tren penurunan suku bunga global. Kedua, pertumbuhan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Sebab Indonesia belum mendapat dampak positif pada FDI saat krisis global sekarang. "Sebenarnya dampak positif yang besar kita harapkan dari jalur ini karena sifatnya lebih pasti, berbeda dengan upside di pasar finansial yang sangat temporer,” ujar Suahasil Nazara.

Suahasil menilai dalam menarik FDI diperlukan kepercayaan investor pada berbagai aspek mulai dari makroekonomi, infrastruktur, ketenagakerjaan, regulasi, dan perizinan.

Ketiga adalah melalui sektor perdagangan sebab jika perdagangan dunia menurun maka kinerja ekspor dan impor Indonesia turut melemah.

Di sisi lain, Suahasil menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada kuartal III-2019 sebesar 5,02 persen dinilai masih cukup kuat dibandingkan negara lain seperti Jepang, Singapura, dan Tiongkok. "Singapura bahkan tidak tumbuh atau 0 persen, Jepang juga hanya 0,9 persen, dan China tumbuhnya makin mendekati level bawah 6 persen,” jelasnya.

Ia pun optimis daya beli masyarakat dan pertumbuhan konsumsi domestik bisa tetap tinggi melalui kondisi inflasi yang stabil yaitu pada kisaran 3 persen sejak 2015 dan fungsi stabilisasi APBN yang berjalan efektif. “Kita berusaha pertumbuhan ekonomi pada level 5 persen tetap terjaga meski saya mengerti aspirasinya bisa di atas itu,” ujar Suahasil Nazara.

Sebelumnya pada Kamis (29/8), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2019 atau lebih rendah dari asumsi pemerintah sebelumnya sebesar 5,2 persen.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pahala Resmi Jadi Dirut, Chandra Hamzah Komut Bank BTN

Pahala terpilih menggantikan Suprajarto yang sebelumnya mengundurkan diri usai ditunjuk menjadi Direktur Utama Bank BTN pada RUPSLB 29 Agustus 2019.

EKONOMI | 27 November 2019

Rapat Direksi Pertamina dengan Komisaris Pekan Depan

Menteri BUMN Erick Thohir resmi menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

EKONOMI | 27 November 2019

Top 10 Market Cap, UNVR dan HMSP Turun Signifikan

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan Rp 500 (1,2 persen) mencapai Rp 41.000 dengan kapitalisasi pasar Rp 312,8 triliun.

EKONOMI | 27 November 2019

Industri Content Provider Lokal Perlu Didorong

Para pemain lokal tidak kalah, dan memiliki kemampuan setara.

EKONOMI | 27 November 2019

Rupiah Relatif Datar di Rp 14.090-an Hari Ini

Rupiah berada di level Rp 14.095 per dolar AS atau terdepresiasi 7 poin (0,05 persen).

EKONOMI | 27 November 2019


IHSG Ditutup Melemah Tipis ke 6.023

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,05 persen ke kisaran 6.023.

EKONOMI | 27 November 2019

Mentan Lepas Ekspor 7.700 Ton Pellet ke Filipina

Bogasari sudah mengekspor total sebanyak 50 kapal pellet ke berbagai negara di Asia Timur maupun Arab Saudi.

EKONOMI | 27 November 2019

Menkeu Tegaskan Tidak Periksa Rekening di Atas Rp 1 Miliar

Pemerintah mendapatkan laporan secara reguler khususnya rekening dengan saldo jumbo.

EKONOMI | 27 November 2019

Ciputra akan Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Almarhum akan disemayamkan di rumah duka keluarga di Jalan Bukit Golf Utama PA 1-2, Jakarta Selatan.

EKONOMI | 27 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS