MRT Jakarta Bersiap Melantai di Bursa pada 2022
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

MRT Jakarta Bersiap Melantai di Bursa pada 2022

Rabu, 27 November 2019 | 19:05 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT MRT Jakarta mempersiapkan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau initial public offering (IPO) pada 2022 apabila perusahaan mampu menjaga kinerja positif.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam paparannya yang bertajuk “MRT Jakarta: Mengawal Keberlanjutan” di Jakarta, Rabu (27/11/2019) menjelaskan IPO bisa dilakukan pada 2022 apabila pada 2021 perusahaan bisa membayar dividen kepada pemegang saham.

“Pada 2021 komitmen kami mulai membayar dividen, kami akan lihat, kami akan bagi mana dana pengembangan, mana dana dividen sehingga kalau tiga tahun (2019-2021) ini berturut-turut dijaga keuangan kami seperti ini, pada 2022 kami mengusulkan IPO,” kata William Sabandar.

William menyebutkan pada tahun pertama pengoperasian MRT, yakni sejak April hingga Desember 2019, pihaknya optimistis membukukan laba bersih Rp 60-70 miliar dan pendapatan Rp 1 triliun dengan biaya operasional Rp 940 miliar. Pendapatan itu ditopang non-tiket (non-farebox) Rp 225 miliar, sementara tiket (farebox) Rp 180 miliar.

Dari pendapatan non-tiket itu, kontribusi paling besar yakni periklanan 55 persen, hak penamaan stasiun (naming rights) 33 persen, telekomunikasi dua persen dan retail serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 1 persen.

Ia mengatakan, apabila pendapatan dari nontiket ini terus ditingkatkan, pendapatan dan laba akan terdongkrak sebagaimana yang ditargetkan, yakni laba bersih Rp 200-250 miliar pada 2021 dan Rp 300-350 miliar pada 2022. “Ini sebuah terobosan, ini yang harus dijaga supaya perusahaan sehat, memberikan layanan yang premium karena dengan begitu kami akan mendapatkan bisnis yang premium,” kata William Sabandar.

Selain itu, lanjut William, pada 2021 pihaknya juga mulai mengelola Kawasan Berbasis Transit (Transit Oriented Development/TOD) yang bisa menambah pendapatan dengan potensi per tahun Rp 242 triliun di lima kawasan, yakni Dukuh Atas, Istora Senayan, Blok M, Fatmawati dan Lebak Bulus.

Dia menambahkan selain untuk membayar dividen, juga untuk subsidi silang guna menurunkan nilai subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di mana sepanjang 2019 mencapai Rp 560 miliar.

“Pada saat kami menyetor dividen di sini, dari Rp 300 miliar laba, katakanlah Rp 100 miliar ini untuk dividen, ini yang bisa dipakai untuk cross-subsidizing, penurunan nilai subsidi dari pemerintah. Mengurangi subsidi bisa, tapi kami tunggu sampai keuntungan bisa untuk bayar dividen,” ujar William Sabandar.

Dana IPO, kata William, juga digunakan untuk pengembangan MRT Jakarta yang ditargetkan panjang lintasan terbangun, 230 kilometer pada 2030 dari yang saat ini 16 kilometer.

“Kami tidak bisa mengandalkan pinjaman G to G (antarpemerintah), kami harus membuka opsi lain, salah satunya menggunakan dana publik karena kami harus dapat 230 kilometer pada 2030,” kata William Sabandar.

Selain IPO, ia menambahkan, tidak tertutup kemungkinan perseroan menerbitkan surat utang atau obligasi, pemanfaatan nilai kawasan (land value capture), pinjaman langsung (direct landing sovereign) dan export credit facility.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ganjar: Ciputra Tokoh Inspiratif yang Patut Ditiru Milenial

Gancar pernah membaca buku Pembangunan Jaya soal sosok Ciputra.

EKONOMI | 27 November 2019

Hyundai Bangun Pabrik di Indonesia Rp 21,8 Triliun

investasi Hyundai di Indonesia bisa memberikan nilai tambah yang besar untuk perekonomian nasional.

EKONOMI | 27 November 2019

Kemkeu Proyeksi Ekonomi 2019 Tumbuh 5,05%

Krisis dan perlemahan global perlahan telah mempengaruhi sektor penunjang pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

EKONOMI | 27 November 2019

Pahala Resmi Jadi Dirut, Chandra Hamzah Komut Bank BTN

Pahala terpilih menggantikan Suprajarto yang sebelumnya mengundurkan diri usai ditunjuk menjadi Direktur Utama Bank BTN pada RUPSLB 29 Agustus 2019.

EKONOMI | 27 November 2019

Rapat Direksi Pertamina dengan Komisaris Pekan Depan

Menteri BUMN Erick Thohir resmi menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

EKONOMI | 27 November 2019

Top 10 Market Cap, UNVR dan HMSP Turun Signifikan

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan Rp 500 (1,2 persen) mencapai Rp 41.000 dengan kapitalisasi pasar Rp 312,8 triliun.

EKONOMI | 27 November 2019

Industri Content Provider Lokal Perlu Didorong

Para pemain lokal tidak kalah, dan memiliki kemampuan setara.

EKONOMI | 27 November 2019

Rupiah Relatif Datar di Rp 14.090-an Hari Ini

Rupiah berada di level Rp 14.095 per dolar AS atau terdepresiasi 7 poin (0,05 persen).

EKONOMI | 27 November 2019


IHSG Ditutup Melemah Tipis ke 6.023

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,05 persen ke kisaran 6.023.

EKONOMI | 27 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS