Pemindahan Ibu Kota Kerek Pertumbuhan Ekonomi Nasional 0,2%
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pemindahan Ibu Kota Kerek Pertumbuhan Ekonomi Nasional 0,2%

Rabu, 22 Januari 2020 | 15:04 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) akan menstimulus ekonomi di wilayah di sekitarnya. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi, dampak pada pertumbuhan ekonomi nasiomal sekitar 0,2 persen.

"Dampak pertumbuhan ekonomi secara nasional 0,2 persen. Kalau dampak pada lawasan Indonesia Timur dan Kalimantam lebih besar lagi," kata Deputi Pengembangan Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rudy Prawiradinata dalam diskusi 'Law and Regulation Outlook 2020: the Future of Doing Business in Indonesia' oleh Dentons HPRP di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Rudy mengatakan, Balikpapan dan Samarinda akan menjadi kota pendukung sekaligus fasilitator ibu kota baru. Diharapkan dalam jangka panjang, ibu kota baru akan merangsang ekonomi di wilayah Timur Indonesia. "Samarinda dan Balikpapan 20-30 tahun lagi akan jadi kota metropolitan baru," kata Rudy Prawiradinata.

Dia mengatakan, sektor yang bisa dikembangkan dalam jangka pendek di ibu kota baru adalah energi terbarukan, pariwisata, pertanian hingga pertambangan berkelanjutan. Sementara untuk jangka panjang adalah sektor farmasi hingga pendidikan.

Menurut dia, kehadiran ibu kota baru akan mendorong pertumbuhan penduduk dan produk domestik bruto (PDB). Sebagai gambaran di Tiongkok, setiap pertumbuhan 1 persen penduduk akan meningkatkan 3 persen PDB per kapita, sementara rata-rata kota di Asia Pasifik setiap pertimbuan 1 persen penduduk mendorong 2,7 persen pertumbuhan PDB per kapita. "Sedangkan di Indonesia dampaknya masih kecil, setiap 1 persen pertumbuhan penduduk berdampak pada 1,4 persen PDB per kapita," kata Rudy Prawiradinata.

Sementara Tm Leader Pemindahan Ibu Kota dari Indef, Rizal Taufikurahman mengungkapkan, kajian indef menyebutkan pemindahan IKN hanya memicu 0.02 persen terhadap pertunbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, IKN hanya pemindahan kota administratif, bukan pemindahan kota bisnis. Adapun yang mendapat manfaat besar adalah Kaltim dengan kenaikan pertumbuhan 3,14 persen, sisanya Kalimantan Utara (Kaltara) dam Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurut dia pemindahan ibu kota kurang berdampak pada pemerataan pembangunan. "Dalam jangka pendek konsumsi naik, tapi jangka panjang akan cenderung stabil, termasuk dalam pertumbuhan ekonomi," kata Rizal Taufikurahman.

Indef menyarankan perlu ada linkage antarsekror dan antarwilayah sehingga akan mendorong nilai tambah ekonomi.

Giovanni Mofsol Muhammad, Partner Dentons HPRP mengatakan, aspek hukum pemindahan ibu kota negara mencakup aspek hukum tata negata, hukum pertahanan, tata ruang, dan pemindahan kelembagaan/institusi.

Menurut dia, pengusaha berharap dengan pemindahan ibu kota negara maka perizinan usaha yang sudah dilakukan dengan sistem online, harus ditindaklnjuti. "Jangan sampai sudah izin elektronik, tapi harus ketemu Kementerian terkait ke Kaltim," kata Giovanni Mofsol Muhammad.

Managing Partner Dentons HPRP, Constant Ponggawa menambahkan, fokus kebijakan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam rencana pemindahan ibu kota negara dan penyusunan Omnibus Law berpotensi membawa banyak perubahan, tantangan, dan kesempatan untuk industri dan bisnis di Indonesia di lima tahun mendatang. "Kalangan pelaku usaha Indonesia harus secara cermat menyikapi perubahan dan tantangan ini agar dapat dengan sigap beradaptasi dengan landscape regulasi baru di masa yang akan datang," kata Constant Ponggawa.

Partner Dentons HPRP Andre Rahadian mengatakan, landscape hukum di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, terutama dalam hal-hal seperti investasi dan ease of doing business. "Perubahan ini akan membawa kesempatan yang harus secara cermat dimanfaatkan oleh semua kalangan," kata Andre Rahadian.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sepanjang 2019, Honda Ekspor 301.935 Unit Sepeda Motor

Jumlah tersebut setara 37 persen total ekspor sepeda motor dalam kondisi utuh sebanyak 810.433 unit, tumbuh 29% dibandingkan total ekspor tahun sebelumnya.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Dukung Ibu Kota Baru, Pelindo IV Kembangkan Pelabuhan Loktuan

"Kami menyiapkan sebesar Rp 38 miliar, khusus untuk pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang," terang Farid Padang.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Diamond Food Indonesia Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 25%

Pada perdagangan perdananya, saham DMND langsung naik 49,73 persen ke level Rp 1.730.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Ombudsman: Asuransi di Indonesia Masih Aman

Hingga Desember 2019, ORI menerima sedikitnya 74 laporan terkait pelayanan jasa keuangan asuransi.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Sesi I, IHSG Berbalik Melemah 0,1%

IHSG melemah 0,11 persen ke kisaran 6.231,46.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Punya Dirut Baru, Saham Garuda Indonesia Langsung Melesat

Irfan Setiaputra ditunjuk sebagai direktur utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk (GIAA) menggantikan Ari Askhara.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Rupiah Cenderung Stagnan di Rp 13.663,5

Rupiah berada di level Rp 13.663,5 per dolar AS atau terapresiasi 5,5 poin (0,04 persen).

EKONOMI | 22 Januari 2020

Ombudsman Akan Panggil OJK dan Bentuk Tim Kasus Jiwasraya

Pemanggilan dilakukan untuk pendalaman tata kelola lembaga terkait pengawasan yang dilakukan OJK.

EKONOMI | 22 Januari 2020

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

IMF memproyeksikan pertumbuhan 3,3 persen pada 2020, turun dari proyeksi 3,4 persen pada Oktober.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Rupiah Stabil di Kisaran Rp 13.600

Rupiah berada di level Rp 13.671,5 per dolar AS atau terdepresiasi 2,5 poin (0,02 persen).

EKONOMI | 22 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS