Bos MNC: Selalu Ada Opportunity di Tengah Tekanan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Bos MNC: Selalu Ada Opportunity di Tengah Tekanan Ekonomi

Rabu, 12 Februari 2020 | 12:30 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Pasar modal Indonesia pada 2020 diperkirakan masih dipengaruhi faktor global menyusul wabah virus korona di Tiongkok yang berpotensi menekan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, kondisi ini bisa menjadi peluang (opportunity) bagi investor.

"Tadi disebutkan 2020 ada gonjang-ganjing, namun selalu ada oppurtunity dalam setiap situasi, saya sudah puluhan tahun membangun MNC Grup, sudah banyak melewati semua siklus ekonomi," kata Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo di hadapan investor saat MNC Sekuritas Investor Gathering & Corporate Forum 2020 bertema 'Domino Effect of Painball' di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, meski kondisi eksternal pada 2020 cenderung tertekan, namun investor tak perlu khawatir. "Pasti di situ ada kesempatan," kata Hary Tanoesoedibjo.

Menurut Hary Tanoesoedibjo, pemerintah dinilai cukup baik dalam membangun ekonomi. Ketika perekonomian Tiongkok melambat karena virus korona, bagaimana pemerintah bisa menggeser investasi global ke Indonesia. "Mudah-mudahan recovery cepat, saya masih optimistis meski sejumlah pihak ada yang pesimistis sepanjang pemerintah jeli tarik investasi," kata Hary Tanoesoedibjo.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Unit Kajian dan Analisis Ekonomi Divisi Riset dan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Heidy Ruswita Sari mengungkapkan, meski virus korona akan menekan perekonomian global, namun BEI yakin Indonesia akan tahan terhadap tekanan eksternal. "Harus diakui isu global yang masih menjadi perbincangan selain virus korona adalah perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat (AS), Brexit, dan arah suku bunga," kata Heidy Ruswita Sari.

Menurut Heidy Ruswita Sari, saat ini merupakan fase konsolidasi untuk menentukan arah market ke depan. Investor domestik bisa mencicil portofolio saham mengingat 2020 prospek market masih bagus karena Indonesia didukung konsumsi domestik.

Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina menjelaskan pasar modal Indonesia dipengaruhi oleh faktor global dan internal yang perlu dicermati karena berpotensi menyebabkan efek domino. Meski tahun 2020 bisa disebut tahun gonjang-ganjing, namun pada semster dua diperkirakan akan membaik. "Investor yang andal harus mampu beradaptasi dan mempersiapkan diri dalam kondisi apapun," kata Susy Meilina

Head of Institutional Research MNC Sekuritas Thendra Crisnanda mengungkapkan perkembangan pasar modal Indonesia tahun 2020 masih dihadapkan ketidakpastian global dan domestik. Penyebaran virus korona menimbulkan kekhawatiran yang berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi dunia. Selain itu, efek domino isu gagal bayar pada beberapa lembaga keuangan dan pasar modal Indonesia menjadi faktor dominan yang mendorong penurunan Indeks dan likuditas.

Di sisi lain, lanjut Thendra, penurunan IHSG yang signifikan akhir-akhir ini dapat menjadi momentum bagi investor untuk kembali mengakumulasi saham-saham yang berfundamental baik dan menawarkan dividen menarik.

Sektor konsumsi, perbankan, telekomunikasi dan pertambangan emas masih menjadi pilihan sektoral yang menarik di tahun 2020. MNC Sekuritas merekomendasikan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRl), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) dan PT Indotambang Megah Raya Tbk (lTMG).

Thendra Crisnanda memperkirakan IHSG dapat bertumbuh secara moderat ke ievei 6.371 dengan tingkat probabilitas sebesar 45 persen hingga pertengahan tahun 2020. "Sementara skenario pesimistis IHSG pada level 5.601 apabiia belum ada kepastian atas penyelesaian isu domestik,“ jelas Thendra Crisnanda.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang merekomendasikan para investor untuk melakukan pembelian secara bertahap "Sementara trader dapat menerapkan strategi swing trade 0,5 persen - 2 persen untuk mendapatkan keuntungan," kata Edwin Sebayang.

Di sisi lain, Head of Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra memperkirakan pasar obligasi di tahun 2020 masih akan memberikan imbal hasil positif kepada investor didukung ekspektasi suku bunga acuan Bank Sentral Amerika the Fed yang tidak berubah hingga akhir 2020, serta sinyal pertumbuhan ekonomi domestik yang cenderung melandai sehingga membuka peluang kembali turunnya suku bunga acuan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Soroti Impor Baja Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

Utilitas pabrik baja di dalam negeri sangat rendah sehingga operasional industri baja dan besi menjadi terganggu.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Sektor Properti Anjlok, IHSG Terkoreksi 0,9%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,93 persen (53,35 poin) ke kisaran 5.899.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rupiah Menguat ke Rp 13.657,5 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 13.657,5 per dolar AS atau terapresiasi 17 poin (0,12 persen).

EKONOMI | 12 Februari 2020

103 Lamaran Masuk Open Bidding Tiga Jabatan Deputi di Kemkop dan UKM

Seleksi CPNS di Kemkop dan UKM terbuka.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Minta Dibuatkan Aplikasi Pemantau Kemudahan Berbisnis

“Buat dashboard monitoring dan lakukan evaluasi secara berkala sehingga kita bisa pastikan perbaikan di beberapa komponen yang masih bermasalah,” kata Presiden.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Mitsubishi Targetkan Penjualan 46.900 Unit Kendaraan Niaga

Di 2020 ini, KTB memprediksi pasar kendaraan niaga akan bertumbuh sekitar 7 persen, setelah tahun lalu menyusut 19 persen.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Targetkan Kemudahan Berbisnis di RI Naik ke Peringkat 40

Presiden Jokowi menyatakan, peringkat EODB Indonesia yang saat ini berada di peringkat 73 harus dinaikkan ke urutan 40 dunia.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rupiah Menguat ke Rp 13.659 per Dolar

Rupiah berada di level Rp 13.659 per dolar AS atau terapresiasi 15,5 poin (0,11 persen).

EKONOMI | 12 Februari 2020

Omnibus Law Bukan Satu-satunya Faktor Penentu Datangkan Investor

Bahas Omnibus Law harus libatkan banyak pihak.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Virus Korona Masih Menghantui Bursa

Jumlah korban yang meninggal dunia setelah terjangkiti virus baru ini menembus angka 1.000.

EKONOMI | 12 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS