Pertamina Harap PLN Implementasikan Serap Gas Donggi-Matindok
INDEX

BISNIS-27 426.538 (9.14)   |   COMPOSITE 4842.76 (86.03)   |   DBX 923.5 (4.3)   |   I-GRADE 127.867 (2.68)   |   IDX30 404.318 (9.27)   |   IDX80 105.647 (2.39)   |   IDXBUMN20 263.312 (8.62)   |   IDXG30 113.239 (2.01)   |   IDXHIDIV20 361.834 (7.99)   |   IDXQ30 118.461 (2.52)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.87)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (4.81)   |   IDXV30 99.778 (2.72)   |   INFOBANK15 760.318 (20.93)   |   Investor33 353.585 (8.19)   |   ISSI 142.238 (2.16)   |   JII 514.346 (8.02)   |   JII70 174.038 (3.24)   |   KOMPAS100 945.162 (21.52)   |   LQ45 740.002 (16.7)   |   MBX 1338.07 (26.39)   |   MNC36 264.409 (6.09)   |   PEFINDO25 251.635 (6.23)   |   SMInfra18 228.656 (3.83)   |   SRI-KEHATI 297.818 (7.21)   |  

Pertamina Harap PLN Implementasikan Serap Gas Donggi-Matindok

Senin, 24 Februari 2020 | 18:43 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina EP ingin PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengimplementasilam komitmennya membeli gas dari Donggi Matindok Field, Kabupatem Banggai, Sulawesi tengah (Sulteng) sebanyak 20 million million standar cubic per day (MMSCFD). Jika tidak direalisasikan, Pertamina EP bisa kehilangan potensial keuntungan.

"Sejauh ini belum PLN belum merealisasikan komitmennya menyerap gas dari Donggi Senoro Field," kata Direktur Operasi dan Produksi PT Pertamina Chalid Said Salim di sela peresmian dormitory pekerja di Matindok Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (24/2/2020).

Dia mengatakan belum diserapnya gas oleh PLN membuat tingkat keekonomian fasilitas di Donggi Matindok Field perlu dkaji kembali terkait project financing dan pengembangan lapangan tersebut. "Kita melakukan investasi di setiap aset mengharapkam return (imbal hasil)," kata Chalid Said Salim.

Chalid mengatakan Pertamina EP memiliki dua CPP dari lapangan gas Matindok Field, yaitu CPP Donggi dan Matindok. Total kapasitas produksi gas kedua CPP ini sebesar 105 MMSCFD. Dari produksi tersebut, sudah terkontrak dengan PT Donggi Senoro LNG sebesar 85 MMSCFD hingga 2028. Sementara PLN meminta alokasi menyerap 20 MMSCFD dari CPP Matindok untuk PLTGU Sulawesi Bagian Tengah berkapasitas 150 megawatt.

"Sejak CPP Matindok beroperasi Mei 2019 sampai sekarang PLN belum memenuhi komitmen penyerapan alokasi gas Matindok. Akibatnya kami seolah terikat dgn komitmen saja, tanpa kesempatan utk segera men-deliver gas porsi PLN, padahal revenue dari sales gas CPP Donggi-Matindok sangat penting sebagai salah satu backboneatau penyumbang pendapatan terbesar bagi Pertamina EP," kata Chalid Said Salim.

Dia berharap PLN lebih tegas untuk memutuskan komitmennya menyerap gas tersebut. "Minimal sudah ada action dari PLN komitmennya seperti apa," kata Chalid Said Salim.

Menurut Chalid, sepanjang 2019 Pertamina EP Asset 4 Donggi Matindok Field menyumbang laba bersih sekitar UD$ 57 juta. "Kontribusi net profit sekitar Rp 900 miliar atau hampir Rp 1 triliun," mata Chalid Said Salim.

Sementara General Manajer PT Pertamima EP Asset 4 Agus Amperianto mengatakan jika PLN memberi kepastian tidak menyerap gas dari lapangam Matindok, maka perseroan akan menjual ke pihak lain. "Yang kami harapkan ada kepastian, sehingga jika PLN belum bisa menyerap sekarang, maka solusi alternatif mencari buyer lain, bisa kami lakukan. Karena sudah banyak kalangan industri di Sulawesi Tengah yang menyataman minatnya untuk pengembangan industri petrokimia di wilayah Sulteng," ujar Agus Amperianto.

Menurut Agus, saat Pertamina EP mengembangkan lapangan Matindok, PLN mengharapkan komitmen alokasi gas untuk pembangkitnya guna memenuhi kebutuhan listrik khususnya di Kabupaten Banggai dan Sulteng. Pemda setempat juga menyambut dengan antusias rencana PLN itu. "Karena itu kami berharap komitmen rencana alokasi gas dengan PLN, mendesak untuk diimplementasikan demi Banggai yang terang benderang dan industri yang lebih maju, dengan suplai dari PLN ini," kata Agus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Indosat Ooredoo Raih Laba Rp 1,56 Triliun

Dalam laporan kinerja perusahaan, total pendapatan tumbuh 12,9% menjadi sebesar Rp 26,1 triliun.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Dicoret AS Sebagai Negara Berkembang, RI Terancam Kehilangan Fasilitas Bea Masuk

Pencabutan status dari negara berkembang berpotensi membuat Indonesia kehilangan fasilitas perdagangan.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Kempupera Kembangkan Teknologi Mortar Busa untuk Infrastruktur Tanah Lunak

Kempupera kembangkan teknologi baru untuk pembangunan infrastruktur di tanah lunak.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Bursa Asia Ditutup Turun, Eropa Dibuka Melemah

Bursa Asia Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 8 poin (0,28 persen) mencapai 3.031.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Kemkop dan UKM Tingkatkan Daya Saing UMKM di Destinasi Wisata Super Prioritas

Kemkop dan UKM lakukan konsolidasi perkuat KUMKM.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Insentif untuk Maskapai Masih Dibahas

Pemberian insentif untuk maskapai masih dibahas oleh pemerintah.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Kemhub Imbau Maskapai Optimalkan Rute Domestik

Kemhub mengimbau maskapai mengoptimalkan rute domestik, guna mengantisipasi utilitas pesawat.

EKONOMI | 24 Februari 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi 112 Poin ke Rp 13.872

Kurs rupiah berada di level Rp 13.872 per dolar AS atau terdepresiasi 112 poin (0,81 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 13.760.

EKONOMI | 24 Februari 2020

320 Saham Terkoreksi, IHSG Merosot 1,28%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,28 persen ke kisaran 5.807,05 pada akhir perdagangan hari ini, Senin (24/2/2020).

EKONOMI | 24 Februari 2020

Warga Desa Antusias Gunakan Pelet Kayu sebagai Alternatif Energi Bersih

Rintisan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) biomassa/pelet kayu sebagai alternatif energi bersih sudah dijalankan di enam lokasi oleh PT EMI.

EKONOMI | 24 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS