Kapitalisasi Bursa Susut Hampir Rp 500 T dalam 7 Hari, Investor Diimbau Tenang
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kapitalisasi Bursa Susut Hampir Rp 500 T dalam 7 Hari, Investor Diimbau Tenang

Minggu, 1 Maret 2020 | 08:01 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.comIHSG pada pekan ini periode 24-28 Februari 2020 tak berdaya hilang 430 poin (7,30 persen) atau berada pada posisi 5.452,704 dari 5.882,255 pada penutupan pekan sebelumnya.

Sejalan Indeks Harga Saham Gabungan, nilai kapitalisasi bursa juga tergerus Rp 496 triliun (7,30 persen) menjadi Rp 6.304,205 triliun dari Rp 6.800,649 trilun pada pekan perdagangan minggu lalu.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengakui virus korona menimbulkan keresahan pada aset beresiko dan sering disebut krisis kesehatan. Ditambah, di dalam negeri adanya krisis kepercayaan investor di mana kasus pasar modal yang kian melebar dan banyak menyeret nama-nama besar menambah pelemahan IHSG sejak awal tahun.

Dalam kondisi ini, investor khususnya jangka panjang disarankan tenang dan mulai pantau saham-saham LQ45 yang telah turun dalam sejak awal tahun. "Untuk trader sangat disarankan melakukan management trading lebih ketat pada stoploss dan profit taking apabila melakukan trading averege down. Investor juga perlu mulai mencari perusahaan memiliki bisnis yang diuntungkan dengan kebijakan pemerintah dan stimulus," kata Lanjar Nafi belum lama ini.

Senior Manager Research Analyst Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, penurunan IHSG pekan ini dipicu kepanikan investor atas potensi perlambatan ekonomi global akibat meluasnya infeksi virus korona. Sedangkan domestik justru lebih banyak sentimen positif terutama dalam menyambut datangnya musim pembagian dividen dan undang-undang Omnibus Law.

"Boleh dibilang sejak sebulan terakhir indeks terpapar risiko sistemik, dimana indeks global dan regional cenderung turun, hal ini diperparah dengan bursa saham AS yang memasuki fase koreksinya sehingga menambah tekanan ke indeks Asia dan Indonesia juga," kata Robertus Yanuar.

Menurut dia, belum ada yang memprediksi wabah korona akan selesai. "Sebagai investor kita hanya bisa mengambil posisi pada saat nilai saham sedang terdiskon besar, seperti sekarang ini dengan pilihan yang tetap selektif," ucap Robertus.

Melalui risetnya, Eastpring Investment mengingatkan bahwa secara jangka panjang kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik dibandingkan negara lainnya. Kondisi makro ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global. Komponen konsumsi domestik diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi ke depannya. Pada tahun 2020 ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,0 persen serta laba perusahaan akan tumbuh 11 persen Koreksi yang dalam akan memberikan kesempatan beli dan akumulasi yang baik.

Sementara selama pekan ini nilai transaksi harian naik 15,60 persen menjadi Rp 7,068 triliun dari Rp 6,114 triliun pada pekan sebelumnya. Volume transaksi harian naik sebesar 9,91 persen atau menjadi 6.860 miliar unit saham dari 6.241 miliar unit saham pada penutupan minggu lalu.

Pada pekan ini, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami kenaikan sebesar 13,26 persen atau sebesar 429.943 kali transaksi dibandingkan minggu lalu sebesar 379.618 kali transaksi.

Investor asing pada Jumat (28/2/2020) mencatatkan nilai jual bersih (net sel) sebesar Rp 17,21 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp 4,723 triliun.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Protokol BEI Hadapi Rontoknya IHSG

Jika IHSG turun sebanyak 7,5 persen dalam satu sesi perdagangan, BEI akan mengambil langkah berupa aktivasi manajemen protokol krisis.

EKONOMI | 1 Maret 2020

TunaiKita Dukung FinEast 2020 di Kupang

Fineast 2020 ini juga sebagai upaya TunaiKita memajukan wilayah Indonesia timur yang selama ini memang jarang digelar pameran Fintech seperti ini.

EKONOMI | 29 Februari 2020

Masyarakat Diajak Penuhi Kebutuhan dari Produk Desa

Hindari produk impor, gunakan produk desa.

EKONOMI | 29 Februari 2020

PKB: UMKM, Jangkar Pengaman dari Pengangguran Massal

Kunci keberlanjutan usaha kecil adalah terintegrasinya usaha tersebut dengan ekosistem industri besar.

EKONOMI | 29 Februari 2020

Angkasa Pura II Siapkan Diskon PSC 20% untuk 1 Juta Penumpang

PT Angkasa Pura II memberikan insentif berupa diskon passenger service charge (PSC) sebesar 20 persen di seluruh bandaranya.

EKONOMI | 29 Februari 2020

Maskapai Siapkan Subkelas Khusus Diskon Tiket Pesawat dari Pemerintah

Maskapai menyiapkan subkelas khusus yang tarif tiket pesawatnya didiskon pada setiap penerbangan domestik ke 10 destinasi yang ditetapkan pemerintah.

EKONOMI | 29 Februari 2020

Kagama Dorong UMKM Lampung Kembangkan Usaha Lewat Smart Branding

PP Kagama menyelenggarakan program Kagama Inkubasi Bisnis (KIB) putaran VIII dengan tema "Smart Branding untuk UMKM.

EKONOMI | 29 Februari 2020

Menperin Tegaskan Dukung Penurunan Harga Gas

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung harga gas sebesar US$6 per MMBTU supaya industri lebih kompetitif.

EKONOMI | 29 Februari 2020

BI Lihat Ada Peluang dari Wabah Virus Corona

Tantangan virus corona ini akan memaksa Indonesia berinovasi mencari kesempatan yang lain di tujuan ekspor yang sifatnya non-tradisional.

EKONOMI | 29 Februari 2020

Imbas Virus Corona, Bank Indonesia Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Akibat virus corona, Bank Indonesia (BI) telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 5,0 persen-5,4 persen.

EKONOMI | 29 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS