Dukungan Infrastruktur Hunian Tingkatkan Produktivitas WFH
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-1.43)   |   COMPOSITE 4945.79 (-4.57)   |   DBX 931.257 (3.43)   |   I-GRADE 131.318 (-0.36)   |   IDX30 415.488 (-1.44)   |   IDX80 108.562 (-0.21)   |   IDXBUMN20 273.68 (0.23)   |   IDXG30 115.596 (-0.04)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-1.77)   |   IDXQ30 121.636 (-0.48)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.51)   |   IDXV30 102.795 (-0.25)   |   INFOBANK15 787.375 (-5.42)   |   Investor33 363.773 (-1.43)   |   ISSI 144.695 (0.4)   |   JII 523.846 (0.8)   |   JII70 177.783 (0.61)   |   KOMPAS100 971.12 (-1.32)   |   LQ45 760.321 (-1.8)   |   MBX 1369.12 (-2.2)   |   MNC36 271.592 (-0.74)   |   PEFINDO25 259.811 (2.18)   |   SMInfra18 233.526 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-1.36)   |  

Dukungan Infrastruktur Hunian Tingkatkan Produktivitas WFH

Minggu, 29 Maret 2020 | 20:09 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com– Penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia mengharuskan sejumlah karyawan bekerja dari rumah (work from home/WFH) dan menghindari kerumunan melalui phisical distancing (jaga jarak fisik). Untuk itu dibutuhkan infrastruktur dan fasilitas mumpuni di area hunian agar tetap produktif meski kerja dari rumah.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, mengungkapkan kebijakan WFH ini membuat rumah jadi pusat aktivitas, tidak lagi hanya tempat singgah untuk istirahat. Bekerja, belajar, hingga berolahraga, semua dilakukan dari rumah. “Bagi sebagian orang, ini momen memantapkan niat memiliki rumah yang bisa mendukung bekerja dari rumah secara produktif. Jika saat ini tempat tinggal pekerja masih menyewa, mungkin sudah saatnya berpikir membeli rumah yang tepat,” jelas Marine dalam keterangan yang diterima Minggu (29/3/2020).

Pentingnya hunian yang bisa produktif bekerja dari rumah ini sejalan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2020 hasil kerja sama lembaga riset Intuit Research, Singapura. Riset menyebutkan infrastruktur dan fasilitas di area hunian merupakan faktor eksternal penting ketika akan membeli atau menyewa properti. Sebanyak 72 persen dari responden menyatakan infrastruktur dan fasilitas hunian sebagai faktor eksternal penting kedua setelah lokasi hunian yang dipilih 89 persen responden.

Marine menjelaskan ketika diputuskan untuk bekerja dari rumah, akan ada dilema yang dihadapi. Senang bisa mempunyai waktu fleksibel dan dekat keluarga, di sisi lain fokus akan berkurang karena suasana kerja kurang nyaman dibandingkan di kantor. “Satu hal penting ketika bekerja di rumah adalah koneksi internet yang stabil karena rapat dilakukan secara virtual dengan menggunakan teleconference atau video conference. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui infrastruktur dan fasilitas di area hunian sebelum memutuskan membeli properti,” tegas Marine.

Selain itu agar bisa bekerja dari rumah dengan baik, kata dia, memiliki ruang kerja sendiri. "Di ruang kerja pribadi bisa menyimpan berkas yang berhubungan dengan pekerjaan agar tidak tercampur dengan barang-barang lain," kata dia.

Dia mengatakan, meski kebijakan work from home bersifat sementara saat pandemi corona, namun bisa menjadi tren di masa depan khususnya untuk industri kreatif, kedutaan besar, startup teknologi dan pekerjaan lainnya yang bisa dilakukan dari mana pun asal terhubung internet. "Dengan kebijakan WFH, pekerja akan bersedia hidup lebih jauh dari pusat kota asalkan mendapat dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai," kata dia.

Dia mengatakan, di tengah ancaman pandemi corona yang membuat harus diam di rumah, pekerja akan mempertimbangkan kembali soal rumah dan kelengkapan fasilitas pendukungnya. "Jika industri properti bisa kembali bangkit setelah pandemi ini selesai, diharapkan ikut mendongkrak turunanya yakni lebih dari 170 industri terkait,” kata Marine.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bandara Internasional Yogyakarta Resmi Beroperasi Penuh

Penerbangan perdana sebagai penanda operasional penuh bandara YIA dilakukan oleh maskapai Batik Air dengan rute Yogyakarta-Samarinda pada pukul 06.00 WIB.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Dampak Virus Corona, Ekonomi RI Diprediksi Bisa Minus 2%

Dengan skenario dampak virus corona paling optimistis, CORE Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia secara kumulatif tumbuh di kisaran -2% hingga 2%.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Ini Cara Ajukan Keringanan Cicilan Kendaraan karena Virus Corona

APPI menawarkan restrukturisasi (keringanan) kepada debitur yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat penyebaran virus corona.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Hadapi Virus Corona, Indonesia Butuh Stimulus hingga Rp 1.000 Triliun

Dibutuhkan stimulus Rp 600 triliun hingga Rp 1.000 triliun untuk meringankan dampak ekonomi dari lockdown akibat virus corona.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Subsidi Fiskal Dinilai Ampuh Atasi Dampak Virus Corona

Pemerintah diminta untuk memperbesar ruang fiskal berupa pemberian subsidi untuk mengatasi dampak pandemi virus corona (covid-19).

EKONOMI | 29 Maret 2020

OJK-APPI Masih Finalisasi Kelonggaran Cicilan untuk Debitur Terdampak Corona

OJK mengatakan, kebijakan pelonggaran pembayaran cicilan kredit kendaraan oleh perusahaan pembiayaan (leasing) saat ini masih dalam proses finalisasi.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Hadapi Corona, Pemerintah Tak Perlu Utang ke IMF dan Bank Dunia

Realokasi dan refocusing anggaran pusat dan daerah juga sangat penting di tengah situasi ini.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Kemkop dan UKM Dorong Skema Program Bantu Koperasi Terdampak Covid-19

Pemerintah keluarkan skema program bantu koperasi yang terkena dampak Covid-19.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Satu Lagi TKI di Taiwan Positif Covid-19

Satu lagi TKI di Taiwan posetif Covid-19.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Menteri BUMN: Mereka yang Meninggal Akibat Corona Mati Syahid

Erick tidak lupa menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang kehilangan mereka yang dicintai.

EKONOMI | 29 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS