Bursa Tokyo Turun 3% Karena Dampak Pandemi Corona
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Bursa Tokyo Turun 3% Karena Dampak Pandemi Corona

Senin, 30 Maret 2020 | 07:22 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Tokyo, Beritasatu.com - Bursa Asia jatuh pada awal perdagangan Senin (30/3/2020) karena investor menilai dampak ekonomi akibat pandemi virus corona yang terus menyebar dengan cepat.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 2,98 persen, sementara indeks Topix turun 3,2 persen. Di Korea Selatan, Kospi merosot 2,59 persen.

Sementara bursa saham di Australia naik di perdagangan pagi, dengan S&P/ASX 200 naik 0,8 persen setelah turun lebih dari 5 persen pada Jumat. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang turun 0,14 persen.

Investor terus memantau perkembangan wabah corona yang telah menginfeksi lebih 691.000 di seluruh dunia dan merenggut 32.000 nyawa, menurut data terbaru Universitas John Hopkins.

Pasar bergejolak dalam beberapa pekan terakhir, menyusul otoritas di seluruh dunia mengumumkan sejumlah stimulus untuk membendung dampak ekonomi akibat virus.

"Pertanyaan besar bagi pasar adalah apakah stimulus besar yang dirilis sejauh ini di seluruh dunia akan cukup membantu ekonomi global menahan goncangan akibat COVID-19," tulis curency strategies National Australia Bank, Rodrigo Catril.

"Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengetahui besarnya tindakan penahanan dan untuk berapa lama melaksanakan stimulus," kata Catril.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Simak Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 4.309 - 4.586.

EKONOMI | 30 Maret 2020

Lion Air Group Bantah Pesawatnya Jatuh di Filipina

Lion Air Group tidak memiliki perusahaan penerbangan di Filipina.

EKONOMI | 30 Maret 2020

Dukungan Infrastruktur Hunian Tingkatkan Produktivitas WFH

Meski kebijakan work from home bersifat sementara saat pandemi corona, namun bisa menjadi tren di masa depan.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Bandara Internasional Yogyakarta Resmi Beroperasi Penuh

Penerbangan perdana sebagai penanda operasional penuh bandara YIA dilakukan oleh maskapai Batik Air dengan rute Yogyakarta-Samarinda pada pukul 06.00 WIB.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Dampak Virus Corona, Ekonomi RI Diprediksi Bisa Minus 2%

Dengan skenario dampak virus corona paling optimistis, CORE Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia secara kumulatif tumbuh di kisaran -2% hingga 2%.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Ini Cara Ajukan Keringanan Cicilan Kendaraan karena Virus Corona

APPI menawarkan restrukturisasi (keringanan) kepada debitur yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat penyebaran virus corona.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Hadapi Virus Corona, Indonesia Butuh Stimulus hingga Rp 1.000 Triliun

Dibutuhkan stimulus Rp 600 triliun hingga Rp 1.000 triliun untuk meringankan dampak ekonomi dari lockdown akibat virus corona.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Subsidi Fiskal Dinilai Ampuh Atasi Dampak Virus Corona

Pemerintah diminta untuk memperbesar ruang fiskal berupa pemberian subsidi untuk mengatasi dampak pandemi virus corona (covid-19).

EKONOMI | 29 Maret 2020

OJK-APPI Masih Finalisasi Kelonggaran Cicilan untuk Debitur Terdampak Corona

OJK mengatakan, kebijakan pelonggaran pembayaran cicilan kredit kendaraan oleh perusahaan pembiayaan (leasing) saat ini masih dalam proses finalisasi.

EKONOMI | 29 Maret 2020

Hadapi Corona, Pemerintah Tak Perlu Utang ke IMF dan Bank Dunia

Realokasi dan refocusing anggaran pusat dan daerah juga sangat penting di tengah situasi ini.

EKONOMI | 29 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS