Survei: RUU Cipta Kerja Perbaiki Regulasi yang Hambat Investasi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Survei: RUU Cipta Kerja Perbaiki Regulasi yang Hambat Investasi

Jumat, 17 April 2020 | 14:45 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 86 persen pekerja dan pencari kerja menyatakan setuju bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang saat ini sedang dirancang DPR dan pemerintah dimaksudkan untuk menciptakan pekerjaan seluas-luasnya. Khusus pada pencari kerja, yang setuju mencapai 89 persen.

Hal itu terungkap dalam pemaparan hasil Survei Persepsi Pekerja dan Pencari Kerja terhadap RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) kerja sama Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Cyrus Network yang diumumkan melalui video conference bersama media, Jumat (17/4/2020).

Guru Besar Statistika IPB, Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, mayoritas atau 82 persen para pekerja dan pencari kerja setuju bahwa RUU ini ditujukan untuk memperbaiki regulasi yang menghambat investasi. "RUU juga mempermudah perizinan berusaha (90,2 persen setuju), serta mempermudah pendirian usaha untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) (86,4 persen setuju)," kata Khairil Anwar Notodiputro dalam video conference itu.

Sebanyak 95,4 persen setuju bahwa dalam regulasi baru nantinya disamping pemberian pesangon, perusahaan wajib memberikan penghargaan lain sesuai masa kerja pekerja. Sebanyak 81,2 persen responden percaya bahwa RUU ini nantinya dapat mendorong produktivitas pekerja. RUU ini juga dianggap pro terhadap pertumbuhan ekonomi (64 persen), pro terhadap penciptaan lapangan kerja (72 persen), pro terhadap investasi (83,5 persen), serta pro Usaha Menengah Kecil (58,9 persen).

Kendati demikian, kata Khairil, RUU Cipta Kerja masih memiliki tantangan terkait isu negatif dan rumor yang berkembang. Meski yang tidak percaya lebih banyak (55,1 persen), namun ada 41,1 persen responden percaya bahwa RUU Cipta Kerja bisa membuat pekerja bisa dikontak seumur hidup. "Sebanyak 36,5 persen responden juga masih percaya RUU ini bisa membuat pengusaha bisa memberhentikan karyawan kapan pun," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Head of the Department of Economics, Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, selama ini sulit menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas, terlebih bagi pencari pekerja.

Menurut dia, sebagian besar upah yang diterima pekerja di bawah upah minimum. Penyebabnya karena permintaan terhadap tenaga kerja Indonesia sedikit, sementara pasokan banyak. "Jadi apa pun yang gaji ditawarkan perusahaan, diterima saja oleh pekerja," kata dia yang bertindak sebagai penanggap survei tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan, minimnya permintaan tenaga kerja karena rendahnya investasi yang hanya tumbuh rata-rata 5,4 persen dalam lima tahun terakhir. "Aliran investasi asing (foreign direct investmet/FDI) juga rendah yakni 1,9 persen dari PDB di bawah Vietnam, Thailand dan Malaysia," kata dia.

Survei ini diselenggarakan di 10 Kota di Indonesia (Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar) pada 2-7 Maret 2020. Responden berjumlah 400 orang, terdari dari 200 orang pekerja dan 200 orang pencari kerja. Survei ini menggunakan teknik purposive sampling yang merupakan bagian dari non-probibility sampling. Untuk menjamin hasil, metode survei disusun sedemikian rupa sehingga sampel yang terambil merupakan representasi dari populasi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penerima Bansos Tidak Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Dengan total anggaran untuk tahun ini sebesar Rp 20 triliun, jumlah peserta yang bisa mengikuti program Kartu Prakerja sebanyak 5,6 juta orang.

EKONOMI | 17 April 2020

Gandeng 42 Pengembang, BTN Tawarkan KPR from Home Bunga 6%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) hadirkan program pembiayaan hunian bertajuk “Kredit Pemilikan Rumah (KPR) From Home” di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 17 April 2020

Sesi II, IHSG dan Rupiah Masih Terus Menguat

IHSG pada pembukaan sesi II menguat 3,14 persen ke 4.621,21, Jumat (17/4/2020). Kurs rupiah menguat ke kisaran Rp 15.500.

EKONOMI | 17 April 2020

Maret, Pendapatan Negara Tumbuh 7,7%

Pendapatan negara per Maret 2020 tumbuh 7,7% atau lebih tinggi dibandingkan raihan tahun lalu yang hanya 4,6% year on year.

EKONOMI | 17 April 2020

Penerimaan Pajak Baru Capai 14,7% dari Target

Penerimaan Dirjen pajak hingga Maret 2020 baru capai Rp 241,6 triliun atau setara 14,7 persen terhadap target akhir 2020.

EKONOMI | 17 April 2020

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Diprediksi 4,5%-4,6%

Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I akan tumbuh 4,5 persen-4,6 persen.

EKONOMI | 17 April 2020

Tugu Insurance Terpilih Sebagai Top 5 di IMACO Awards 2020

Pada IMACO Award, Tugu Insurance terpilih sebagai Top 5 Most Admired Companies dalam kategori Asuransi Umum.

EKONOMI | 17 April 2020

Hingga Akhir Maret, Defisit APBN Capai Rp 76,4 Triliun

Per akhir Maret, penerimaan negara tercatat Rp 375,9 triliun atau 16,8 persen dari pagu APBN 2020.

EKONOMI | 17 April 2020

Kompak, Rupiah dan Mata Uang Asia Siang Ini di Zona Hijau

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 15.437-Rp 15.540 per dolar AS.

EKONOMI | 17 April 2020

Siang Ini, Bursa Asia Diwarnai Aksi Beli

Kospi di Korea Selatan naik 57,4 (3,08 persen) mencapai 1.914.

EKONOMI | 17 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS