Sektor Perbankan Masih Tertekan di 2020
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Sektor Perbankan Masih Tertekan di 2020

Senin, 18 Mei 2020 | 19:59 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Ekonomi BNI Ryan Kiryanto memperkirakan secara umum kondisi perbankan Indonesia masih akan mengalami tekanan pada 2020 karena belum ada kepastian kapan pandemi virus corona (Covid-19) ini akan berakhir.

"Saya perkirakan, bottom-nya di kuartal dua, jangan sampe bottom-nya di kuartal tiga, saya yakin dengan strategi kebijakan pemerintah," kata Ryan Kiryanto dalam Ramadan Digital Talkshow bertema 'Restruktrisasi Kredit/Pembiayaan di Masa Pandemi Covid-19" di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Dia mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). PDB pada 2020 diperkirakan tumbuh sekitar 3,5 persen, sedangkan pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan sekitar 2-3 persen.

Kepala Ekonom BNI ini menyatakan banyak pihak berharap pada kuartal ketiga dan keempat ini pandemi Covid-19 mulai bisa diatasi sehingga terjadi pemulihan ekonomi global yang lebih cepat. "Apakah recovery ekonomi dunia membentuk kurva v atau kurva w. Jika semua negara disiplin menerpakan protokol kesehatah, maka yang terjadi kurva v, atau langsung pemulihan. Kalau ga disiplin, pada kuartal 4 akan ada gelombang kedua yang menyebabkan korban dan ekonomi jatuh, sehingga membentuk kurva w. Ini akan membuat tekanan baru," ujarnya.

Ia menambahkan krisis ekonomi 2020 ini lebih berat dibandingkan krisis keuangan 2008. Karena krisis yang terjadi sekarang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan seluruh masyarakat dunia. Pemulihan ekonomi secara global akibat pandemi Covid-19 juga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan krisis ekonomi 2008 yang dimulai di Amerika Serikat (AS).

Pada acara yang sama Wakil Ketua Komisi XI DPR Amir Uskara mengatakan, relaksasi kredit perbankan maupun perusahaan pembiayaan/leasing dinilai belum optimal. Hal itu karena minimnya sosialisasi ke dunia usaha baik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun dari bank/leasing ke debiturnya yang terdampak.

Dia mengakui bahwa kebijakan yang diiniasi Presiden Joko Widodo itu termasuk darurat, sehingga OJK dan sektor jasa keuangan dituntut bekerja cepat menyiapkan perangkat regulasi agar tidak keburu memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). “Hal ini menjadi salah satu penyebab, sektor jasa keuangan agak kesulitan merestrukturisasi kredit,” kata Amir.

Bank atau perusahaan pembiayaan jelas Amir harus selektif terutama dalam menganalisis, memilih dan memutuskan debitur yang benar-benar layak mendapat relaksasi karena terdampak Covid-19.

Berdasarkan hasil evaluasi Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) pada April 2020, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan pada Maret 2020 sudah sedikit menurun namun masih cukup tinggi. Pada Maret 2020, CAR tercatat sebesar 21,72 persen dibandingkan Desember 2019 sebesar 23,31 persen. Demikian juga risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross sedikit meningkat namun masih terjaga di 2,77 persen dibanding Desember 2019 di level 2,53 persen.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Proyek Terbaru Alam Sutera Bukukan Penjualan Rp 200 Miliar

EleVee Promenade merupakan kawasan bisnis yang terintegrasi dengan apartemen EleVee Penthouses & Residences.

EKONOMI | 18 Mei 2020

Kemkop dan UKM Lakukan Rapid Test Covid-19

Kemkop dan UKM lakukan rapid test.

EKONOMI | 18 Mei 2020

RUPS XL Axiata Setuju Bagi Dividen Rp 215 Miliar

RUPS PT XL Axiata menyetujui untuk membagi dividen Rp 215 miliar serta mengangkat Dian Siswarini sebagai presiden direktur.

EKONOMI | 18 Mei 2020

GrabFood Bantu Tenaga Medis Sekaligus Gerakkan Bisnis Kuliner Lokal

GrabFood telah mendistribusikan lebih 13.000 paket makanan pada tahap pertama.

EKONOMI | 18 Mei 2020

Pemerintah Alokasikan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 641,17 Triliun

Nilai tersebut terbagi dari 11 instrumen kebijakan

EKONOMI | 18 Mei 2020

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.850

sentimen positif terlihat kembali masuk ke pasar keuangan

EKONOMI | 18 Mei 2020

Ekonom Senior Sebut Butuh Solidaritas Global Hadapi Covid-19

Tiap negara perlu menghimpun segala sumber daya dan berbagi data, temuan, pengalaman, dan vaksin

EKONOMI | 18 Mei 2020

IHSG Naik Tipis 0,08 Persen

Diiringi aksi jual saham oleh investor asing sebesar Rp 601 miliar.

EKONOMI | 18 Mei 2020

Pebisnis Perlu Terapkan Strategi Komprehensif Hadapi Covid-19

Implementasi strategi penjualan langsung nampak sudah diterapkan oleh berbagai perusahaan

EKONOMI | 18 Mei 2020

Arus Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Relatif Stabil

Tiongkok masih menjadi kontributor utama arus peti kemas internasional

EKONOMI | 18 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS