Pelaku Usaha Siap Jalankan Bisnis di Era New Normal
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-4.84)   |   COMPOSITE 4945.79 (-28.6)   |   DBX 931.257 (2.52)   |   I-GRADE 131.318 (-1.46)   |   IDX30 415.488 (-4.95)   |   IDX80 108.562 (-0.98)   |   IDXBUMN20 273.68 (-1.85)   |   IDXG30 115.596 (-0.81)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-4.83)   |   IDXQ30 121.636 (-1.41)   |   IDXSMC-COM 210.245 (-0.03)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (-1)   |   IDXV30 102.795 (-1.15)   |   INFOBANK15 787.375 (-13.69)   |   Investor33 363.773 (-4.36)   |   ISSI 144.695 (-0.19)   |   JII 523.846 (-1.62)   |   JII70 177.783 (-0.24)   |   KOMPAS100 971.12 (-8.59)   |   LQ45 760.321 (-7.8)   |   MBX 1369.12 (-9.63)   |   MNC36 271.592 (-2.85)   |   PEFINDO25 259.811 (1.61)   |   SMInfra18 233.526 (-1.61)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-3.88)   |  

Pelaku Usaha Siap Jalankan Bisnis di Era New Normal

Selasa, 26 Mei 2020 | 16:46 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha siap menjalankan era new normal karena masyarakat harus menerima bahwa bagaimanapun tidak mungkin virus corona (Covid-19) bisa selesai tanpa vaksin. Sehingga mau tak mau, masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan virus ini.

“Meski demikian, tentu saja hal ini dilakukan ketika semua persiapan relaksasi menuju new normal dilakukan secara bertahap agar pemerintah menyesuaikan kemampuan fasilitas kesehatan, serta mekanisme kontrol di wilayah yang direlaksasi sesuai risiko penyebaran pasca - new normal untuk memastikan pengendalian wabah tetap maksimal,” katanya di jakarta, Selasa (26/5).

Terkait dampaknya terhadap perekonomian, Shinta mengaku agak susah untuk memperkirakannya. Sebab, tidak ada jaminan bahwa ekonomi nasional akan pulih ke pra-pandemi hanya karena relaksasi kebijakan pengendalian wabah. Bahkan bila pandemi hilang tiba-tiba saat ini pun, belum tentu ekonomi bisa kembali ke level pra-pandemi karena kerusakan ekonomi nasional cukup besar, khususnya terhadap modal usaha, lapangan kerja dan daya beli masyarakat.

“Yang bisa kami jamin adalah adanya peningkatan kinerja ekonomi nasional pasca - new normal dibanding 1-2 bulan terakhir karena kita mengurangi tekanan regulasi terhadap potensi penciptaan kinerja ekonomi produktif yang terjadi 1-2 bulan terakhir karena kebijakan pengawasan mobilitas ketat seperti PSBB,” jelasnya.

Menurut Shinta, bila new normal berjalan lancar, ekonomi nasional butuh waktu untuk pulih karena kepercayaan pasar untuk melakukan transaksi nonprimer atau nonessensial dan pemulihan daya beli konsumen tidak terjadi dalam semalam.

Shinta mengatakan, kinerja ekonomi pada new normal akan lebih tinggi dibanding periode penerapan PSBB. “Kita berharap pertumbuhan ekonomi kita kuartal II ini bisa tetap positif atau setidaknya nol karena relaksasi PSBB dan kebijakan new normal. Kalau tidak ada relaksasi kemungkinan besar negative growth di kuartal II tidak bisa dihindari lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Shinta, pelaku usaha butuh waktu untuk mempelajari, mempersiapkan, mengedukasi pekerja terhadap protokol baru. Selain itu, butuh fleksibilitas untuk menerapkan protokol sesuai kebutuhan aktivitas di tempat kerja. Disiplin penerapan protokol di perusahaan pun kemungkinan besar akan bervariasi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jaga Kemandirian Bangsa, Mentan Minta Pegawainya Tancap Gas Kawal Pangan

Tidak menyandarkan sedikit pun pada importasi

EKONOMI | 26 Mei 2020

WFH, Penyewaan Perkantoran Turun 22%

aktivitas sewa perkantoran di Asia Pasifik hanya turun 9% dibanding kuartal I 2019

EKONOMI | 26 Mei 2020

BBRI dan BBCA Pimpin Saham Teraktif

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan frekuensi 36.696 kali.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Kapitalisasi ASII dan HMSP Naik Paling Banyak

PT Astra International Tbk (ASII) mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 360 (9,0 persen) mencapai Rp 4.330.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Rupiah Ditutup Melemah 45 Poin Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.730- Rp 14.775 per dolar AS.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Sektor Aneka Industri Melonjak, IHSG Ditutup Naik 80 Poin

Indeks LQ-45 naik 17,1 poin (2,5 persen) ke level 689,3.

EKONOMI | 26 Mei 2020

BI : Sinergi, Transformasi, dan Inovasi Kunci Perkuat Ketahanan Ekonomi

Bank Indonesia (BI) menerbitkan Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI) 2019

EKONOMI | 26 Mei 2020

Semen Baturaja Optimistis Penjualan White Clay 50.000 Ton

Sedangkan realisasi penjualan hingga Mei 2020 telah mencapai 8.265 ton.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Pelepasan Balon Udara Liar akan Dituntut Hukum

Masyarakat diimbau tidak melepaskan balon udaha berukuran besar ke udara.

EKONOMI | 26 Mei 2020

Rencana Pembukaan Mal 5 Juni, YLKI : Kurva Covid-19 Harus Landai Dulu

YLKI nilai pembukaan mal-mal di Jakarta pada 5 Juni 2020 terlalu dini.

EKONOMI | 26 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS