Kadin: Nelayan Butuh Jaminan Harga dan Pasar
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kadin: Nelayan Butuh Jaminan Harga dan Pasar

Jumat, 29 Mei 2020 | 20:10 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto berharap pemerintah memberikan jaminan harga dan ketersediaan pasar agar dapat meningkatkan pendapatan petani, nelayan, dan petambak.

Pernyataan tersebut diungkapkan Yugi menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan insentif Rp 34 triliun guna merelaksasi pembayaran kredit petani dan nelayan, yang disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekarr), Ultra Mikro (Umi), Pegadaian, dan perusahaan pembiayaan lainnya. "Sebenarnya petani, nelayan, dan petambak sangat mengharapkan jaminan harga dan ketersediaan pasar," kata Yugi di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Ia mengatakan, jaminan harga dan ketersediaan pasar akan memberikan kepastian pendapatan petani, nelayan, dan petambak.

Yugi mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan melalui jaring pengaman sosial. Namun, skema bantuan itu dinilai kurang efektif karena hanya bersifat sementara. "Kami mendukung adanya relaksasi pembayaran cicilan kredit dari pemerintah. Kami juga berharap pemerintah mengawal implementasinya di lapangan,” kata Yugi.

Menurut Yugi, berdasarkan laporan sejumlah nelayan masih ada lembaga keuangan masih mengenakan suku bunga per bulan untuk kredit nelayan. Bahkan, koperasi yang meminjam dana dari perusahaan multifinance sama sekali tidak mendapat relaksasi. "Intinya tetap bayar seperti biasanya. Jadi, diperlukan jaminan harga dan pasar supaya petani serta nelayan dapat membayar kredit," ujar Yugi.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bank Mandiri Restrukturisasi Kredit Rp 58 Triliun

Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan debitur usaha kecil mikro menengah (UMKM).

EKONOMI | 29 Mei 2020

Siap Tampung Relokasi Pabrik AS, Pengembangan KI Brebes Diakselerasi

Kawasan Industri Brebes siap menampung industri AS yang akan direlokasi dari Tiongkok.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi Kembali Terbuka

Industri pakaian jadi harus tetap tumbuh.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Hadapi Covid-19, Kemkeu: DPR Beri Dukungan yang Extraordinary

Kelompok yang paling terdampak dalam situasi pandemi ini adalah keluarga miskin.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Gandeng 4 Universitas, Kempupera Tingkatkan Kompetensi SDM Konstruksi

Program super spesialis ini akan berjalan selama 18 bulan di mana satu semester dilakukan di dalam kelas dan dua semester di lapangan dengan didampingi mentor.

EKONOMI | 29 Mei 2020

8 Juni, AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan

AirAsia akan terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan langkah antisipasi.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Pendapatan Lippo Karawaci yang Disesuaikan Naik Capai Rp 12,2 T

Pendapatan didorong pertumbuhan recurring revenue yang kuat, terutama segmen healthcare, yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

EKONOMI | 29 Mei 2020

291 Rumah Sakit Telah Ajukan Klaim Layanan Covid-19

Saat ini sebanyak 291 rumah sakit yang memberikan layanan Covid-19 telah mengajukan klaim kepada Kementerian Kesehatan dan ditembuskan ke BPJS Kesehatan.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Proyek Strategis Nasional Akan Serap 19 Juta Tenaga Kerja

PSN mulai tahun 2020 hingga 2024.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Penuhi Ekspor, Pabrik Suzuki Kembali Beroperasi

Suzuki Indonesia secara bertahap mulai mengoperasikan kembali pabriknya mulai 26 Mei 2020.

EKONOMI | 29 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS