Tunda KTT G-7, Trump Undang Negara Lain Bahas Tiongkok
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-0.96)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.35)   |   DBX 1076.27 (7.25)   |   I-GRADE 169.305 (0.42)   |   IDX30 499.8 (-0.42)   |   IDX80 132.38 (-0.05)   |   IDXBUMN20 374.254 (3.4)   |   IDXG30 135.455 (0)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.05)   |   IDXQ30 146.053 (-0.32)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (1.57)   |   IDXV30 131.098 (0.77)   |   INFOBANK15 988.482 (3.85)   |   Investor33 429.242 (-0.22)   |   ISSI 170.543 (-0.31)   |   JII 620.021 (-2.8)   |   JII70 214.017 (-0.68)   |   KOMPAS100 1185.8 (0.59)   |   LQ45 922.358 (-0.15)   |   MBX 1613.53 (1.07)   |   MNC36 321.576 (-0.47)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.22)   |   SMInfra18 295.407 (2.01)   |   SRI-KEHATI 367.139 (0.09)   |  

Tunda KTT G-7, Trump Undang Negara Lain Bahas Tiongkok

Minggu, 31 Mei 2020 | 10:23 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Seriat (AS) Donald Trump pada Sabtu atau Minggu WIB (31/5/2020) mengatakan akan menunda pertemuan kelompok 7 negara maju (G-7) dari yang rencananya digelar akhir Juni di AS karena pandemi virus corona (Covid-19).

Trump juga ingin mengundang Australia, Rusia, Korea Selatan dan India dalam pertemuan itu. Menurutnya, format G7 saat ini adalah kelompok negara yang sangat ketinggalan zaman. "Saya menunda itu karena saya merasa bahwa G-7 itu tidak mewakili apa yang sedang terjadi di dunia," kata Trump kepada wartawan di Air Force One ketika kembali ke Washington dari Florida setelah menghadiri peluncuran SpaceX.

Trump hingga kini belum menetapkan tanggal baru pertemuan itu. Namun diperkirakan pertemuan itu akan berlangsung pada bulan September, atau berdekatan dengan pertemuan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Pertemuan G-7 juga bisa digelar setelah Pemilihan Presiden AS pada bulan November.

Direktur Komunikasi Strategis Gedung Putih, Alyssa Farah mengatakan Trump ingin mengajak beberapa negara sekutu AS, dan yang terkena dampak corona untuk membahas masa depan Tiongkok.

Tiongkok negara dengan ekonomi dua besar dunia, tidak termasuk di antara peserta yang diusulkan Trump karena meningkatnya ketegangan Washington dan Beijing karena Covid-19 dan UU baru di Hong Kong.

Pengumuman mengejutkan Trump datang setelah kantor Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Sabtu bahwa ia tidak akan menghadiri pertemuan kecuali jika penyebaran virus corona mereda.

Para pemimpin ekonomi utama dunia dijadwalkan bertemu pada bulan Juni di Camp David, AS. Namun wabah virus corona menghambat rencana itu. Sejatinya Trump pada Maret mengumumkan telah membatalkan pertemuan puncak karena pandemi. Dia ingin pemimpin G-7 berunding melalui konferensi video. Namun sikap Trump berubah. Pada pekan lalu Trump mengatakan AS berencana menjadi tuan rumah pertemuan G-7 secara tatap muka.

"Sekarang setelah negara kita memulai transisi kembali ke kebesaran, saya sedang mempertimbangkan menjadwal ulang G-7, pada tanggal yang sama atau serupa, di Washington, DC, di Camp David yang legendaris. Anggota lain juga memulai COMEBACK mereka. Itu akan menjadi pertanda bagus bagi semua - normalisasi!” demikian cuit Trump.

Anggota G-7 terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Pemimpin grup berotasi setiap tahun di antara negara-negara anggota.

Trump telah berulang kali menganjurkan untuk memperluas kelompok dengan memasukkan Rusia, dan mendorong oposisi dari beberapa anggota.

Namun Perdana Menteri PM Kanada Justin Trudeau kepada wartawan menyuarakan keberatannya terhadap penerimaan kembali Rusia. "Rusia belum mengubah perilaku yang menyebabkan pengusirannya pada 2014, dan karena itu tidak diizinkan kembali ke G-7," katanya pada konferensi pers.

Rusia telah diundang menghadiri pertemuan ekonomi paling maju di dunia sejak 1997. Namun ditangguhkan pada tahun 2014 setelah invasi ke Ukraina dan pencaplokan Crimea.



Sumber:AP, Reuters, SCMP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Praktisi Hukum Sebut Tidak Ada Nama OSO di PT Mahkota

Hampir semua sektor usaha dan investasi mengalami krisis. Namun, dipastikan pihak PT MPIP dan MPIS selalu beritikad baik untuk mencari solusi.

EKONOMI | 31 Mei 2020

Kodim Belitung dan Nagan Raya Motivasi Petani Tanam Singkong

Panen singkong sekitar 30 ton per hektare menjadi sumber penghasilan baru masyarakat.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Sepanjang 2020, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 25,06 Triliun

Nilai Rp 25,06 triliun merupakan 28 emisi dari 23 perusahaan.

EKONOMI | 31 Mei 2020

Sepekan Transaksi, Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 240 Triliun

IHSG ditutup pada level 4.753 atau naik 208 poin dari 4.545 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 31 Mei 2020

New Normal, Dunia Usaha Siap Patuhi Protokol Kesehatan

Kadin menyambut baik langkah pemerintah yang mengerahkan untuk segera masuk ke dalam new normal.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Kemkop dan UKM Gandeng BUMN Pangan Perluas Program Warung Tetangga

Kemkop dan UKM gandeng BUMN yang banyak menangani soal pangan untuk memperluas jangkauan program Warung Tetangga.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Kepala BP2MI Sambut Sembilan ABK

Kepala BP2MI dan Menaker sambut kedatangan sembilan ABK ke Tanah Air.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Brantas Abipraya Siap Laksanakan New Normal

Brantas Abipraya telah mempersiapkan protokol skenario normalitas baru.

EKONOMI | 30 Mei 2020

Agen46 Bantu Penyaluran Sembako di Tengah Pandemi Covid-19

Agen46 turut membantu penyaluran sembako dari pemerintah bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

EKONOMI | 30 Mei 2020

Fokus Jalankan Segmentasi B2B, Jadi Target Startup Multikurir.id

PT Versa Technology mengganti brand bisnis sebelumnya yaitu dari platform waku.id menjadi multikurir.id.

EKONOMI | 30 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS