Bursa Rebound, Saham LPKR Menghijau
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Bursa Rebound, Saham LPKR Menghijau

Selasa, 2 Juni 2020 | 08:41 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sempat tertekan akibat Covid-19 kini mulai menguat (rebound). Tak heran, sejumlah saham emiten properti mulai menghijau.

Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pada pekan kemarin, Jumat (29/5/2020) bertengger di Rp 184 atau naik 8,88 persen di banding penutupan sehari sebelumnya. Adapun pada Pada Rabu (27/5/2020) LPKR masih di Rp 150 per lembar saham.

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai LPKR yang memiliki bisnis inti di sektor properti juga kesehatan akan memiliki kinerja positif dalam jangka panjang. Animo di kedua bisnis sektor itu memang cukup baik. Sektor kesehatan dianggap menarik karena merupakan segmen bisnis yang saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat. “Akan ada peluang kinerjanya bisa lebih baik," kata Sukarno, dalam keterangannya Selasa (2/6/2020).

Yang pasti, kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR menghadapi ketidakpastian ekonomi. Asal bisa memaksimalkan apa yang menjadi target perusahaan dan memanfaatkan dengan baik kondisi penurunan suku bunga dan insentif lain yang ada, dalam jangka panjang kinerja akan tetap positif.

Sukarno Alatas juga menilai kenaikan IHSG bersifat technical rebound. “Rebound saham ini bersifat jangka pendek dalam merespon pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pasar merespons positif dengan adanya berlaku new normal yang artinya ekonomi akan terbebas dari negatif. Indonesia termasuk bagian negara yang pulih lebih cepat setelah China akibat pendemi ini," ucap Sukarno.

Alatas menyampaikan bahwa capaian kinerja positif sejumlah emiten properti di 2019 tetap harus diihat secara komprehensif mengingat situasinya pasti terus positif jika tidak terjadi pandemi Covid-19. Kebijakan new normal diharapkan akan meningkatkan kembali kepercayaan investor sehingga kinerja emiten pun menjadi semakin positif.

Yang pasti, pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat.

Untuk diketahui, LPKR sudah melaporkan kinerja 2019 yang mencatatkan peningkatan penjualan 7,6 persen pada 2019. LPKR meraih pendapatan Rp12,25 triliun sepanjang 2019. Kenaikan pendapatan disumbang oleh pertumbuhan segmen pendapatan berulang alias recuring income yang dimotori oleh anak usaha, PT Siloam Hospitals Tbk. (SILO).

SILO meraup pendapatan sebesar Rp7,02 triliun sepanjang tahun lalu atau naik 17,7 persen. Unit bisnis rumah sakit itu berkontribusi 75,1 persen terhadap total pendapatan berulang LPKR. Kenaikan pendapatan SILO tak lepas dari pembukaan rumah sakit baru pada kuartal IV/2019. Walhasil, rumah sakit yang dikelola mencapai 37 rumah sakit per akhir Desember 2019. Bisnis rumah sakit mampu mengimbangi penurunan pada bisnis properti dari tahun ke tahun.

Pada kuartal I-2020 LPKR membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 703 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 28 persen dari target prapenjualan sepanjang 2020 sebanyak Rp2,5 triliun. Pra-penjualan pada kuartal keempat 2019 merupakan pra penjualan kuartal tertinggi sepanjang sejarah secara signifikan telah meningkatkan posisi kas LPKR. Hal ini akan mebantu mengatasi ketidakpastian ekonomi dan membangun fondasi untuk bangkit kembali pasca-Covid-19.

LPKR telah memperkuat posisi kas dengan saldo kas dan setara kas sebesar Rp 4,69 triliun pada 2019 dibandingkan dengan Rp 1,82 triliun pada akhir tahun 2018. Pada 2019, LPKR melaporkan total utang sebesar Rp 12,25 triliun menurun sebesar Rp 2,62 triliun dari tahun sebelumnya. Hal itu menyebabkan rasio utang bersih terhadap ekuitas meningkat secara signifikan menjadi 0,22 kali pada 2019 dibandingkan dengan 0,53 kali pada akhir tahun 2018.

LPKR berencana untuk memanfaatkan peluang untuk mendiversifikasi utang dari dolar dengan lebih banyak utang dalam mata uang rupiah karena saat ini utang berdenominasi dolar sebesar 92 persen dari total utang.

Data pembukuan LPKR menyebutkan lebih dari 70 persen dari pendapatan Lippo Karawaci berasal dari recurring income, yang memberikan stabilitas di saat situasi pasar bergejolak. Dalam jangka panjang, kinerja LPKR diprediksi terus meningkat sebagai akibat dari strategi deleverage dan keberhasilan kepemimpinan manajemen.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Perdagangan Asia, Minyak Brent Menguat Pagi Ini

Minyak mentah berjangka AS, turun sedikit ke US$ 35,41 per barel.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Bursa Asia Menguat, Investor Pantau Ketegangan AS-Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,51 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix naik 0,52 persen.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Harga Emas Turun saat Data Ekonomi AS Membaik

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus melemah tipis US$ 1,4 atau 0,08 persen, menjadi US$ 1.750,3.

EKONOMI | 2 Juni 2020

IHSG Berpeluang Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 4.735 - 4.834.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Harga Minyak Bervariasi karena Ketegangan AS-Tiongkok

Minyak mentah patokan AS WTI turun 5 sen, atau 0,14 persen US$ $ 35,44 per barel.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Bursa AS Menguat Meski Unjuk Rasa Meluas dan Perang Dagang

Dow Jones Industrial Average naik 91,91 poin, atau 0,36 persen menjadi 25.475, S&P 500 naik 11,42 poin.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Peduli Covid-19, Kratingdaeng Sumbang Makanan untuk 10 Rumah Sakit

sekarang ini yang dibutuhkan adalah solidaritas semua pihak dalam berbagai bentuk untuk melawan pandemik agar segera berlalu.

EKONOMI | 1 Juni 2020

Wall Street Melemah di Tengah-tengah Kerusuhan dan Perang Dagang

Pada awal perdagangan Senin (1/6/2020), Dow Jones Industrial Average turun 0,3 persen, indeks S&P 500 turun 0,06 persen, dan Nasdaq naik 0,18 persen.

EKONOMI | 1 Juni 2020

Kuartal I, Pendapatan Mark Dynamics Tumbuh 9,4%

Mark Dynamics Indonesia berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah situasi pandemi Covid-19.

EKONOMI | 1 Juni 2020

Kempupera Bangun 30 Rusus Nelayan di Sulteng

Kempupera membangun rusus tersebut dengan tujuan agar para nelayan dapat menempati hunian yang layak huni.

EKONOMI | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS