Industri Asuransi Gencar Jual Polis Secara Digital
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0.85)   |   COMPOSITE 5144.05 (7.69)   |   DBX 982.653 (0.75)   |   I-GRADE 141.194 (0.47)   |   IDX30 430.883 (1)   |   IDX80 114.327 (0.2)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.61)   |   IDXG30 119.385 (0.18)   |   IDXHIDIV20 382.257 (1.19)   |   IDXQ30 125.574 (0.19)   |   IDXSMC-COM 221.901 (0.38)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (0.28)   |   IDXV30 107.621 (-0.12)   |   INFOBANK15 842.759 (1.9)   |   Investor33 376.322 (0.84)   |   ISSI 151.265 (0.01)   |   JII 550.5 (-0.33)   |   JII70 187.95 (0.04)   |   KOMPAS100 1026.39 (1.31)   |   LQ45 794.213 (1.54)   |   MBX 1420.94 (2.29)   |   MNC36 281.737 (0.44)   |   PEFINDO25 284.937 (-0.51)   |   SMInfra18 242.709 (-0.26)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0.69)   |  

Industri Asuransi Gencar Jual Polis Secara Digital

Sabtu, 6 Juni 2020 | 12:43 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku bisnis industri asuransi jiwa nasional gencar memasarkan polisi secara digital menyusul kebijakan stimulus lanjutan sektor industri keuangan non bank (IKNB) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berupa penyesuaian teknis pemasaran produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau produk asuransi unitlink. Aturan itu, diharapkan membantu perusahaan asuransi jiwa dan asuransi jiwa syariah yang bisnisnya terganggu akibat Covid-19.

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono, mengatakan, terbitnya aturan baru OJK soal pemasaran PAYDI melalui pertemuan langsung digital itu bisa menggairahkan bisnis asuransi jiwa nasional. Maklum akibat pandemi, penjualan unitlink mengalami tekanan. "Anggota kami melaporkan, pendapatan bisnis mereka menurun akibat pandemi corona. Penurunan terbesar berasal dari penjualan produk PAYDI," kata Wiroyo dalam keterangan yang diterima Sabtu (6/6/2020).

Sayangnya, Wiroyo enggan menjelaskan angka penurunan penjualan produk PAYDI tersebut di masa pandemi. Dia hanya mengungkapkan, penurunan sejak adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). "Ini karena penjualan produk PAYDI butuh proses panjang. Harus ada tatap muka antara staf pemasaran dengan nasabah untuk menjelaskan secara rinci produk yang ditawarkan," imbuh Wiroyo.

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi, mengakui PSBB berdampak terhadap kinerja dan operasional pelaku usaha lembaga jasa keuangan non-bank, khususnya industri asuransi.

Untuk itu, OJK memberikan penyesuaian teknis pelaksanaan pemasaran PAYDI yakni menggunakan media komunikasi jarak jauh. "Tindak lanjut pertemuan langsung secara tatap muka dapat dilakukan melalui sarana digital atau media elektronik seperti video conference, video call atau kombinasi dari media dimaksud," ujar Riswinandi.

Adapun terkait tanda tangan basah atas surat pernyataan bahwa calon pemegang polis, telah memperoleh penjelasan, dapat digantikan dengan tanda tangan elektronik. Namun penerapan penyesuaian tersebut hanya dapat dilakukan oleh perusahaan asuransi yang telah memenuhi persyaratan OJK.

Menurut Presiden Direktur PT Prudential Life Insurance (Prudential Indonesia), kebijakan OJK itu sejalan kebijakan Prudential yang sedang bertransformasi ke digital. "Kami telah mengembangkan kemampuan digital yang terintegrasi. Perusahaan siap mengimplementasikan peraturan ini,” ujar Jens.

Jens menambahkan, lebih dari 260.000 tenaga pemasaran Prudential siap mendukung pemanfaatan teknologi, serta melayani penjualan produk asuransi melalui tatap muka secara virtual. “Tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia di mana pun mereka berada, sambil memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya asuransi,” imbuh Jens.

Hal senada dipaparkan Presiden Direktur PT Axa Mandiri Financial Services (Axa Mandiri) Handojo G. Kusuma yang menyatakan bahwa kebijakan tersebut membantu proses penjualan produk unitlink perusahaan di masa pandemi.

Sampai saat ini, kinerja penjualan produk unitlink Axa Mandiri masih terbilang bertumbuh. Perusahaan menyiapkan infrastruktur penjualan melalui pertemuan langsung secara digital.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengimbau masyarakat agar jeli dalam membeli produk asuransi. Dia meminta nasabah memeriksa polis dan bertanya kepada perusahaan asuransi terkait polis yang akan dibeli. Produk unitlink merupakan salah satu alternatif pilihan dari produk-produk asuransi jiwa yang memberikan perlindungan terhadap risiko jiwa sekaligus memberikan tambahan manfaat investasi.

Produk asuransi yang menawarkan investasi pada umumnya memiliki risiko yang disebabkan oleh fluktuasi portofolio investasi (underlying investment) yang terkait dengan ekonomi makro termasuk pasar modal. Risiko turunnya imbal hasil tersebut ditanggung sendiri oleh nasabah. Hal itu Berbeda dengan produk asuransi tradisional, return atau imbal hasil yang diterima nasabah ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Karena itu, ketika pasar modal sedang bagus, nasabah diminta untuk tidak terburu-buru mencairkan investasinya. "Begitu pula ketika pasar saham sedang tidak bagus, nasabah jangan panik. Sebab, produk unitlink ini untuk investasi jangka panjang,” tandas Togar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekonomi Kerakyatan Harus Jadi Andalan Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi

Kunci utama untuk menjaga daya beli masyarakat dengan menggerakkan sektor riil dengan melibatkan koperasi, pelaku UMKM, dan pekerja sektor informal.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Korban PHK Banjiri Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tangerang

Dalam sehari bisa melayani 200-300 peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengambil klaim.

MEGAPOLITAN | 6 Juni 2020

Membaiknya Data Pengangguran Tekan Harga Emas

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus jatuh US$ 44,4 atau 2,57 persen, menjadi US$ 1.683.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Lapangan Kerja AS Bertambah 2,5 Juta, Bukti Ekonomi Mulai Pulih

Data lapangan pekerjaan Mei merupakan lonjakan satu bulan terbesar dalam sejarah AS sejak 1939.

EKONOMI | 6 Juni 2020

JICT Tingkatkan Layanan Operasional di Tengah Pandemi

Metode dual cycle operation dinilai berhasil mempercepat kegiatan bongkar muat petikemas.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Airlangga: Pasar Apresiasi Cara Penanganan Covid-19

Menko Perekonomian percaya dengan penetapan sembilan industri yang boleh kembali melakukan kegiatannya, ekonomi akan ikut bergerak.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Sepekan Transaksi, Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 224 Triliun

IHSG meningkat 194 poin (4,08 persen) ke level 4.947 dibandingkan pekan lalu pada level 4.753.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Minyak Melonjak 5% ke Level Tertinggi 3 bulan Jelang Pertemuan OPEC+

Minyak mentah berjangka Brent naik US$ 2,07, atau 5,2 persen ke US$ 42,07 per barel.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Dow Meroket 800 Poin karena Lapangan Kerja Bertambah

Dow Jones Industrial Average melonjak 829,16 poin, atau 3,1 persen menjadi 27.110.

EKONOMI | 6 Juni 2020

PT SPV Siap Dorong Pertumbuhan Industri Lewat Penurunan Harga Gas

Langkah awal ini merupakan milestone bagi industri dan PGN untuk menuju pemulihan ekonomi.

EKONOMI | 6 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS