Per April, Utang Luar Negeri Naik 2,9% Tembus Rp 5.602,8 Triliun
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Per April, Utang Luar Negeri Naik 2,9% Tembus Rp 5.602,8 Triliun

Senin, 15 Juni 2020 | 11:55 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) pada akhir April 2020 tembus US$ 400,2 miliar atau Rp 5.602,8 triliun (kurs Rp 14.000). Jumlah tersebut tumbuh 2,9 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maret 2020 sebesar 0,6 persen. Utang tersebut terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 192,4 miliar dan utang sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 207,8 miliar.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, utang tersebut terkendali dengan struktur yang sehat. Tumbuhnya ULN disebabkan oleh peningkatan ULN publik di tengah perlambatan pertumbuhan ULN swasta.

"ULN pemerintah meningkat, setelah pada bulan sebelumnya mengalami kontraksi. Posisi ULN pemerintah pada akhir April 2020 tercatat sebesar US$ 189,7 miliar atau tumbuh 1,6 persen, berbalik dari kondisi bulan sebelumnya yang terkontraksi 3,6 persen," kata Onny dalam siaran pers, Senin (15/6/2020).

Onny menjelaskan perkembangan ULN dipengaruhi oleh arus modal masuk pada Surat Berharga Negara (SBN), dan penerbitan global bonds pemerintah sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pembiayaan, termasuk untuk penanganan wabah Covid-19.

“Adapun pengelolaan ULN pemerintah dilakukan secara hati-hati dan akuntabel. Hal itu dilakukan untuk mendukung belanja prioritas yang saat ini dititikberatkan pada upaya penanganan wabah Covid-19 dan stimulus ekonomi,” katanya.

Sektor prioritas tersebut mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,3 persen dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,4 persen), dan sektor jasa pendidikan (16,2 persen). Selain itu, ada sektor jasa keuangan dan asuransi (12,8 persen), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6 persen)

Sementara tren perlambatan ULN swasta masih berlanjut. ULN swasta pada akhir April 2020 tumbuh sebesar 4,2 persen, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,75 persen. Perkembangan ini disebabkan oleh makin dalamnya kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan di tengah stabilnya pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan. Tercatat pada akhir April 2020, ULN lembaga keuangan terkontraksi 4,8 persen, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi bulan sebelumnya 2,4 persen.

Sedangkan, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sedikit meningkat dari 7,0 persen pada Maret 2020 menjadi 7,3 persen pada April 2020. Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,4 persen dari total ULN swasta adalah sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap atau air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.

Onny menegaskan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir April 2020 sebesar 36,5 persen, sedikit meningkat dibandingkan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 34,6 persen. “Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,9 persen dari total ULN,” pungkasnya.

Lebih lanjut, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah, sambung Onny terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. “Peran ULN juga terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” ungkap dia.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rehat Hari, Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 0,2 poin (0,01 persen) mencapai 2.919.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Rehat Siang, IHSG Turun Tipis ke 4.877

Sebanyak 203 saham naik, 205 saham melemah dan 133 saham stagnan.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Kemkop dan UKM Kerja Sama Lazada Beri Pelatihan Pelaku UMKM

Kemkop dan UKM kerja sama dengan banyak pihak lakukan pelatihan pelaku UMKM.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Jokowi: Jangan Main-main dengan Akuntabilitas Anggaran

Uang negara harus diselamatkan dan kepercayaan rakyat harus terus dijaga dengan baik.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Emas Antam Naik ke Rp 902.000 Per Gram

Untuk pecahan 25 gram Rp 21,162 juta.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Rupiah Menguat saat Mata Uang Asia Terkoreksi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.052 - Rp 14.059 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Zona Hijau

Indeks LQ45 menguat menjadi 758,4.

EKONOMI | 15 Juni 2020

NFC Asah Pengetahuan Trader Pemula Mengenal Forex

NFC merupakan wadah dan komunitas yang tepat dan lingkungan yang positif dan saling suportif bagi teman-teman trader atau investor forex.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Pagi Ini, Harga Minyak di Perdagangan Asia Turun

Patokan minyak mentah berjangka internasional Brent turun 1,83 persen menjadi US$ 38,02 per barel.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Bursa Asia Terkoreksi karena Kekhawatiran Gelombang 2 Covid-19

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang turun 0,25 persen

EKONOMI | 15 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS