Bea Masuk 575 Produk Naik, Ekspor ke Arab Bisa Tertekan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Bea Masuk 575 Produk Naik, Ekspor ke Arab Bisa Tertekan

Selasa, 23 Juni 2020 | 16:29 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Menyusul kenaikan bea masuk 575 jenis produk yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi melalui General Authority of Saudi Customs pada 18 Juni 2020 lalu, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menegaskan, Kementerian Perdagangan (Kemdag) segera menyusun langkah antisipatif untuk menjaga kinerja ekspor nasional.

Kenaikan bea masuk ini diakibatkan jatuhnya harga minyak dunia yang menyebabkan berkurangnya penerimaan negara, sehingga Pemerintah Arab Saudi berupaya mengoptimalkan penerimaan dari pajak. Kenaikan bea masuk ini meliputi 575 jenis antara lain produk hewan dan makanan; bahan kimia, plastik dan turunannya; barang kulit dan turunannya; produk jerami; produk kertas dan turunannya; karpet, pakaian, kain, benang penutup kepala, dan sepatu; produk marmer dan keramik, kaca, besi, nikel, tembaga, alumunium, seng dan seluruh produknya; mesin dan produk mesin, peralatan dan suku cadang listrik, sebagian produk otomotif dan suku cadangnya; produk peralatan optik, bingkai kaca mata, sebagian produk furnitur, sebagian produk permainan (game), serta sebagian produk manufaktur.

“Kenaikan bea masuk yang ditetapkan Arab Saudi berpotensi menekan ekspor negara-negara mitra Arab Saudi, termasuk Indonesia. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang telah memukul perekonomian negara-negara di dunia,” kata Agus Suparmanto dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2020).

Dia mengatakan, langkah strategis yang tengah disusun untuk menjaga kinerja ekspor nasional dengan meningkatkan kolaborasi dengan para perwakilan perdagangan yang bertugas di Timur Tengah, dan kerja sama bilateral. Pasalnya, negara-negara mitra Arab Saudi yang telah memiliki kerja sama bilateral dikecualikan dari kenaikan bea masuk tersebut.

“Kami juga berupaya melakukan pendekatan bilateral dengan negara-negara mitra dagang agar produk Indonesia kompetitif di negara tujuan ekspor. Dalam hal ini, kami akan melihat peluang untuk bekerja sama dengan Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk (Gulf Cooperation Council). Segala upaya akan kami lakukan untuk terus menjaga kinerja ekspor Indonesia,” jelas Mendag.

Mendag menyampaikan agar para pelaku ekspor tetap mempertahankan optimismenya menghadapi tantangan ini. “Kami meminta pelaku ekspor terus mengelaborasi peluang untuk masuk ke wilayah Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, dengan meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia,” imbuhnya.

Sementara Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemdag, Kasan menjelaskan, kenaikan bea masuk Arab Saudi akan berdampak terhadap kinerja ekspor nonmigas Indonesia. Beberapa produk yang terdampak, antara lain produk otomotif (HS 87) yang bea masuknya naik dari 5 persen menjadi 7 persen, produk kertas dan turunannya (HS 48) naik dari 5 persen menjadi 8-10 persen; serta besi, baja, dan barang dari besi/baja (HS 72 dan HS 73) naik dari 5 persen menjadi 8-20 persen.

“Nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi untuk produk-produk tersebut mencapai lebih dari US$ 624 juta dan belum termasuk produk-produk lainnya. Pemerintah Arab Saudi menetapkan besaran kenaikan bea masuk untuk produk tersebut berkisar dari 0,5 persen hingga 15 persen. Hal ini tentunya akan berdampak langsung terhadap ekspor Indonesia ke Arab Saudi,” jelas Kasan.

Namun, lanjut Kasan, ada produk-produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak terdampak kenaikan bea masuk tersebut. Di antaranya, produk sawit dan turunannya (HS 15), produk kayu (HS 44), serta produk daging dan ikan (HS 16). Selain itu, produk vitamin, makanan laut, beras, sayur dan buah-buahan, serta berbagai macam produk yang mendukung peningkatan imunitas tubuh masih diberikan relaksasi impor oleh Pemerintah Arab Saudi. “Kita harus bisa memanfaatkan peluang pasar dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ekspor produk-produk unggulan yang tidak terkena kenaikan bea masuk tersebut,” ujar Kasan.

Pada periode Januari-April 2020, total perdagangan Indonesia Arab Saudi tercatat sebesar US$ 1,55 miliar. Pada 2019 total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 5,07 miliar dan pada 2018 tercatat sebesar US$ 6,13 miliar. Sementara ekspor Indonesia ke Arab Saudi pada periode Januari-April 2020 tercatat sebesar US$ 519,86 juta. Pada 2019 total ekspor Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar US$ 1,50 miliar dan pada 2018 tercatat sebesar US$ 1,22 miliar. Adapun produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi meliputi otomotif, produk ikan, sawit dan turunannya, produk kayu, karet, dan produk kertas.

Pada periode Januari – Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus sebesar US$ 4,31 miliar dengan sumbangan terbesar berasal dari surplus nonmigas senilai USD 7,67 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia mencapai US$ 64,46 miliar dengan nilai ekspor nonmigas sebesar US$ 60,97 miliar. Adapun lima negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia yaitu India, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Allianz Bukukan Laba Rp 1,17 Triliun

Covid-19 membuat kesadaran kesehatan meningkat dan kesadaran berasuransi juga naik karena berkaitan dengan bagaimana menjaga finansial keluarga.

EKONOMI | 23 Juni 2020

Amartha dan Benih Baik Bantu Pengusaha Ultra Mikro

Donasi yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk paket alat usaha kepada lebih dari 660 perempuan pengusaha ultra mikro.

EKONOMI | 23 Juni 2020

Ini Lima Besar Daftar Saham Teraktif

PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) dengan frekuensi 38.043 kali.

EKONOMI | 23 Juni 2020

Kapitalisasi BRPT dan TLKM Terpangkas Paling Besar

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami penurunan terdalam sebesar Rp 40 (3,2 persen) mencapai Rp 1.185 dengan kapitalisasi pasar Rp 107,0 triliun.

EKONOMI | 23 Juni 2020

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.161 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.161- Rp 14.250 per dolar AS.

EKONOMI | 23 Juni 2020

Dani Rusli Jadi Dirut Pelindo I

Sebelum dipercaya menjadi Direktur Pelindo I, Dani Rusli sebelumnya menjabat Direktur Teknik Pelindo 2.

EKONOMI | 23 Juni 2020

IHSG Ditutup Tergerus 39 Poin ke 4.879

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 4.9538 dan terendah 4.879

EKONOMI | 23 Juni 2020

Transaksi Kartu Kredit Turun Selama Pandemi

Ke depan, transaksi diproyeksi akan kembali menggeliat.

EKONOMI | 23 Juni 2020

Era Normal Baru Jadi Peluang Bagi UMKM

Lalamove berkomitmen membantu UMKM dan pebisnis kembali bangkit dan meraih kesempatan baru di era new normal.

EKONOMI | 23 Juni 2020

Orasi Wapres, Usaha Syariah Harus Terapkan Manajemen Modern

Pengelolaan bank syariah sudah baik karena ada Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang berperan mengawasi produk agar sesuai prinsip syariah.

EKONOMI | 23 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS