Meski Pandemi, Temas Bagi Dividen 20% dari Laba

Meski Pandemi, Temas Bagi Dividen 20% dari Laba

Kamis, 25 Juni 2020 | 13:17 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Emiten pelayaran angkutan barang dengan kontainer melalui jalur laut PT Temas Tbk (TMAS) membagikan dividen sebesar Rp 3,6 per lembar saham atau senilai Rp 20 miliar. Dividen itu setara dengan 20 persen dari total laba bersih 2019 yang tercatat sebesar Rp 100 miliar.

"Sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan," kata Direktur Utama PT Temas Tbk, Sutikno Khusumo dalam paparan publik perseroan secaar virtual usai RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Dia mengatakan, perseroan sepanjang 2019 telah melakukan langkah strategis guna mengembangkan bisnis angkutan barang seperti mengembangkan bisnis anak usaha melalui Temas Port, Temas Shipping, dan Temas Depot. "Kami juga telah melakukan re-branding dengan perubahan logo dan nama perusahaan dari PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk menjadi PT TEMAS Tbk," kata dia.

Direktur yang Teknologi Informasi PT TEMAS Tbk Seng Eng Iskandar mengatakan, guna meningkatkan daya saing dan pencapaian kinerja, perusahaan siap melakukan transformasi digital mulai tahun 2020. Apalagi Temas telah menjangkau destinasi ke sekitar 80 pelabuhan tujuan kota-kota di Indonesia dan merupakan captive market yang sangat besar ke depannya.

Perseroan tetap mempertahankan armada maupun unit kontainer dan alat-alat pendukung yang ada. Bahkan, di samping adanya peremajaan armada, perseroan pada tahun 2019 sebenarnya telah melakukan transaksi pembelian kapal, namun baru tiba di awal tahun 2020 dan menyesuaikan dengan kebutuhan Perseroan.

Direktur Keuangan PT TEMAS Tbk Ganny Zheng menjelaskan, sepanjang 2019 perusahaan meraih laba sebesar Rp 100 miliar atau naik dari Rp 34,48 miliar. Peningkatan laba bersih seiring dengan naiknya pendapatan jasa sebesar 8,18 persen menjadi Rp 2,51 triliun pada 2019 dibandingkan pada periode sama tahun lalu yakni sebesar Rp 2,32 triliun.

Di lain sisi, perseroan mampu melakukan efisiensi yang tercermin dari beban jasa yang hanya naik 2,87 persen dari Rp 2,09 triliun pada 2018 menjadi Rp 2,15 triliun di akhir 2019. Pada 2019, [erseroan juga berhasil membukukan laba dari selisih kurs sekitar Rp 37,60 miliar. Padahal di akhir tahun 2018, perseroan alami kerugian selisih kurs mencapai Rp 20,52 miliar.

Hingga akhir 2019, TMAS mencatat jumlah total aset sebesar Rp 3,26 triliun atau mengalami kenaikan 15,19 persen ketimbang total aset pada tahun 2018 sebesar Rp 2,83 triliun.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Siang Ini Mayoritas Bursa Asia Melemah

Bursa Australia ASX 200 Index turun 139,2 (2,3 persen) mencapai 5.862.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Konsep Gig Economy pada Grab Dukung Ketangguhan Ekonomi RI

Gig worker di empat layanan yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood, dan GrabKios secara keseluruhan berkontribusi Rp 77,4 triliun pada perekonomian Indonesia di 2019

EKONOMI | 25 Juni 2020

Ajaib Group Resmikan Layanan Perdagangan Saham Online

Pergerakan saham di Indonesia merupakan salah satu instrumen investasi dengan potensi pertumbuhan tinggi.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Jokowi Sebut RI Masih Alami Krisis Kesehatan dan Ekonomi karena Covid-19

Jangan sampai ada yang masih memiliki perasaan kita normal-normal saja.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Catur Sentosa Ekspansi Gerai Mitra10 ke-35 di Lombok

Ekspansi ini untuk memenuhi target 50 gerai pada 2021 mendatang

EKONOMI | 25 Juni 2020

Sesi Siang, IHSG Hilang 49 Poin ke 4.914

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 41.145 miliar saham senilai Rp 3,425 triliun.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Pembangunan Sarana Penunjang PLBN Indonesia-Papua Nugini Capai 91,99%

PLBN berfungsi sebagai pertahanan keamanan Indonesia di perbatasan Papua Nugini.

EKONOMI | 25 Juni 2020

IMF: Imbas Covid-19, Utang Publik Akan Menggunung 100% dari GDP

Kontraksi tajam kegiatan ekonomi dan pendapatan fiskal, bersama dukungan fiskal yang besar, semakin meningkatkan utang publik global.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Emas Antam Terkoreksi ke Rp 907.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 423,820 juta.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Rupiah Menguat di Tengah Pelemahan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.115 - Rp 14.115 per dolar AS.

EKONOMI | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS