BEI: Kinerja Emiten RI Tak Seburuk Negara ASEAN Lainnya
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

BEI: Kinerja Emiten RI Tak Seburuk Negara ASEAN Lainnya

Jumat, 26 Juni 2020 | 16:34 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja perusahaan terbuka (emiten) pada kuartal I-2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ternyata berhasil mengungguli negara ASEAN lainnya di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga saat ini sudah ada 43 persen dari total emiten yang melaporkan kinerja keuangannya untuk periode tiga bulan pertama di 2020. Dari segi pendapatan, emiten Indonesia mengalami kenaikan 1 persen, namun laba bersihnya turun 19,7 persen.

"Penurunan ternyata terjadi di negara ASEAN lainnya, malah relatif lebih berat dari kita. Di ASEAN hanya kita yang ada pertumbuhan pendapatannya 1 persen, Malaysia minus 5 persen, Singapura minus 16 persen, Thailand 2 persen. Dari segi laba malah Malaysia minus 35 persen, Singapura minus 30 persen, Thailand 41 persen," ujarnya dalam Bincang Virtual Direksi BEI dengan wartawan pasar modal Jumat (26/6/2020).

BEI kata dia, memberikan relaksasi kepada emiten melalui perpanjangan tenggat waktu penyampaian laporan keuangan (lapkeu) kuartal I-2020 dan laporan tahunan selama 2 bulan dari waktu yang ditetapkan. Dari 692 emiten, tercatat baru 43 persen yang sudah menyampaikan laporan keuangan per Maret 2020. Jumlah itu artinya baru 297 emiten.

Selain kinerja, dari sisi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) Indonesia pada kuartal I-2020 masih terbanyak dengan 18 IPO atau 58 persen dari total 31 IPO di ASEAN. Sementara Thailand tercatat dua IPO atau 6 persen dari ASEAN. Malaysia tercatat 6 IPO atau 19 persen dari total ASEAN. Terakhir, Singapura tercatat 5 IPO atau 16 persen dari total IPO di Asia Tenggara.

Nyoman menilai, meski pandemi corona akan membuat jumlah IPO tahun ini bakal menurun dibandingkan 2018 sebanyak 57 IPO dan 2019 sebanyak 55 IPO, namun jumlah IPO pasar modal Indonesia tetap yang terbaik di ASEAN. Hingga Juni 2020 sudah ada 28 emiten baru. Sementara di daftar antrean (pipeline) ada 21 perusaan dari sejumlah sektor seperti perkebunan, kimia, tekstil, food, houseware, transportasi, konstruksi non-building, bank, security company, insurance, wholesale, tourism, health care, computer service, dan lain lain.

"Dari 21 emiten, 11 emiten merupakan perusahaan dengan skala aset besar di atas Rp 250 miliar, 8 dengan aset Rp 50-250 miliar, dan 2 dengan aset di bawah Rp 50 miliar," kata Yetna seraya menambahkan dari jumlah tersebut tidak ada perusahaan pelat merah maupun anak usahanya yang akan IPO tahun ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Jajaran Saham yang Banyak Ditransaksikan

PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dengan frekuensi 24.459 kali.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Eastspring Ajak Investor RI Akses Pasar Greater China

Reksa dana ini tidak hanya menyediakan akses bagi investor Indonesia ke salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Kapitalisasi SMMA dan ICBP Melonjak

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 2.150 (14,0 persen) mencapai Rp 17.500.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.220 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.105- Rp 14.247 per dolar AS.

EKONOMI | 26 Juni 2020

IHSG Ditutup Naik 7 Poin ke Posisi 4.904

Sebanyak 210 saham menguat, 190 saham melemah, dan 171 saham stagnan.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Angkasa Pura I Sediakan Galeri UMKM di Bandara

Sejumlah galeri cukup besar terdapat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Dualisme Bursa Tidak Menyebabkan Harga Timah Turun

Penurunan harga timah lebih disebabkan akibat rendahnya permintaan selama Covid-19

EKONOMI | 26 Juni 2020

Ini Klarifikasi Bank Bukopin Terkait Masalah Penarikan Dana Nasabah di Sidoarjo

Proses penguatan modal dari KB Kookmin Bank tetap berjalan sesuai komitmen kedua institusi keuangan ini.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Kurs Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 14.200

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Jumat(26/6/2020), berbalik melemah ke kisaran Rp 14.200.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Sesi I, IHSG Menguat Tipis ke 4.941

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,13 persen ke kisaran 4.903,11 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (26/6/2020).

EKONOMI | 26 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS