13 MI Tersangka Kasus Jiwasraya, Bos BEI: Investor Jangan Khawatir
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

13 MI Tersangka Kasus Jiwasraya, Bos BEI: Investor Jangan Khawatir

Jumat, 26 Juni 2020 | 18:06 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi meminta investor reksa dana tak perlu panik bahwa kasus yang menimpa 13 Manajer Investasi (MI) dalam kasus Jiwasraya. Meski 13 perusahaan itu sudah menjadi tersangka, namun tidak mempengaruhi hasil investasi. Pasalnya yang dibekukan Kejaksaan Agung bukanlah MI-nya, melainkan salah satu produk reksa dananya. Tiap MI diketahui memiliki banyak produk yang dikelolanya.

“Yang dibekukan produknya, bukan MI. Reksa dana pengelolaannya independen. MI punya banyak reksa dana dan antar-MI kebijakannya beda-beda. Lalu kolateralnya tidak ada di MI, tapi di kustodian yang terpercaya. Jadi, jika memang ada reksa dana yang dibekukan, jangan dicampuradukkan dengan MI dan reksa dana lainnya. Jadi, investor tidak usah khawatir, karena tiap reksa dana berbeda dan kekayaannya dimasukkan ke third party, jadi aman,” katanya dalam Bincang Virtual Direksi BEI dengan Wartawan Pasar Modal secara virtual, Jumat (26/6).

Terkait proses hukum yang saat ini berlangsung, dia mengatakan, BEI bersikap sama dengan OJK yakni mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses yang tengah berjalan.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih belum menetapkan sanksi maupun pembekuan terhadap 13 perusahaan manajer investasi yang menjadi tersangka baru dan diduga terlibat dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) oleh Kejaksaan Agung.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, sebagai regulator industri jasa keuangan, OJK merespons perkembangan kasus di Kejagung. “Penetapan 13 Manajer Investasi menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya, sampai saat ini 13 MI tersebut masih beroperasi seperti biasa karena belum ada pembatasan dari Kejagung,” katanya.

Kejaksaan Agung menyebutkan ada 13 perusahaan MI yang diduga terlibat, yaitu PT Danawibawa Manajemen Investasi atau Pan Arkadia Capital, PT OSO Manajemen Investasi, PT Pinacle Persada Investasi, PT Milenium Danatama, PT Prospera Aset Manajemen, PT MNC Asset Management. Selanjutnya, PT Maybank Aset Manajemen, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Aset Manajemen, PT Pool Advista, PT Corfina Capital, PT Trizervan Investama Indonesia dan PT Sinarmas Aset Manajemen.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Airlangga: Ekonomi Mulai Naik Sejak New Normal Diterapkan

Akibat pandemi Covid-19, hampir seluruh sektor mengalami penurunan yang dalam.

EKONOMI | 26 Juni 2020

BEI: Kinerja Emiten RI Tak Seburuk Negara ASEAN Lainnya

Dari segi pendapatan, emiten Indonesia mengalami kenaikan 1 persen, namun laba bersihnya turun 19,7 persen.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Ini Jajaran Saham yang Banyak Ditransaksikan

PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dengan frekuensi 24.459 kali.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Eastspring Ajak Investor RI Akses Pasar Greater China

Reksa dana ini tidak hanya menyediakan akses bagi investor Indonesia ke salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Kapitalisasi SMMA dan ICBP Melonjak

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 2.150 (14,0 persen) mencapai Rp 17.500.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.220 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.105- Rp 14.247 per dolar AS.

EKONOMI | 26 Juni 2020

IHSG Ditutup Naik 7 Poin ke Posisi 4.904

Sebanyak 210 saham menguat, 190 saham melemah, dan 171 saham stagnan.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Angkasa Pura I Sediakan Galeri UMKM di Bandara

Sejumlah galeri cukup besar terdapat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo.

EKONOMI | 26 Juni 2020

Dualisme Bursa Tidak Menyebabkan Harga Timah Turun

Penurunan harga timah lebih disebabkan akibat rendahnya permintaan selama Covid-19

EKONOMI | 26 Juni 2020

Ini Klarifikasi Bank Bukopin Terkait Masalah Penarikan Dana Nasabah di Sidoarjo

Proses penguatan modal dari KB Kookmin Bank tetap berjalan sesuai komitmen kedua institusi keuangan ini.

EKONOMI | 26 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS