IFRS 17 Dorong Sistem Data Industri Asuransi Lebih Canggih

IFRS 17 Dorong Sistem Data Industri Asuransi Lebih Canggih

Selasa, 7 Juli 2020 | 18:34 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) mengungkapkan bahwa standar akuntansi internasional baru di bawah International Financial Reporting Standard (IFRS) 17, yang berlaku mulai 1 Januari 2023, akan mentransformasi banyak aspek di dalam industri asuransi.

"Mendukung adopsi dan keberhasilan penerapan standar akuntansi internasional merupakan salah satu tugas penting yang kami kerjakan di tingkat global guna membantu pelaku bisnis agar bisa beroperasi lebih efisien. Hal ini mendukung visi kami untuk perekonomian dunia yang kuat,” kata ICAEW Regional Director, Greater China and South-East Asia, Mark Billington, dalam sesi webinar IFRS 17 yang diadakan ICAEW, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan ASEAN Federation of Accountants (AFA) seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Selasa (7/7/2020).

IFRS 17 akan membawa transformasi dan modernisasi ke dalam industri asuransi di dunia, termasuk di Indonesia. Standar ini akan berdampak pada hampir semua bagian utama dalam operasi bisnis asuransi mulai akuntansi, aktuaria, informasi teknologi (IT), data, perpajakan, supervisi, penjualan, hingga manajemen SDM. Bagi pelaku industri di Indonesia, sistem data yang canggih dan SDM yang mumpuni merupakan kebutuhan utama yang harus dijawab.

Dia mengatakan, IFRS 17 mengharuskan semua data di suatu perusahaan atau organisasi dicatat secara sistematis. Keharusan ini akan meningkatkan kebutuhan infrastruktur teknologi serta tuntutan data sistem yang lebih baik. Sistem yang saat ini digunakan oleh industri asuransi, seperti sistem aktuaria, keuangan, dan pelaporan, perlu diperbarui atau bahkan dibangun ulang. Hal ini akan memberikan tantangan yang signifikan bagi pelaku bisnis asuransi.

Selain itu, kata dia, SDM juga merupakan faktor kunci yang akan mempengaruhi penerapan IFRS 17. Perusahan perlu melakukan edukasi dan pelatihan kepada para pekerjanya tentang standar baru tersebut, mulai tingkat kepemimpinan perusahaan hingga di garda terdepan dalam melayani nasabah. "Namun terbatasnya SDM dengan kemampuan akuntansi dan aktuaria menjadi masalah serius di Indonesia," kata dia.

Terlepas semua tantangan tersebut, IFRS 17 diperkirakan akan memberikan manfaat yang signifikan dalam jangka panjang. Standar baru ini mendorong transformasi manajemen data sehingga perusahaan asuransi dapat memiliki informasi lebih detail, akurat, dan cepat, serta menggantikan proses-proses manual. Sistem data yang lebih terintegrasi dan membutuhkan lebih sedikit data re-entry (pemasukan kembali data) akan mengurangi risiko perusahaan.

Director of Member and Partnership Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Edward Tanujaya, mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa IFRS 17 - yang akan diadopsi ke dalam PSAK 74 - akan berdampak pada industri asuransi dalam jangka pendek. "Pekerjaan rumah terbesar kita saat ini adalah memiliki infrastruktur IT dan SDM yang cukup," kata dia.

Meski demikian dalam jangka panjang, dia menjelaskan, IFRS 17 dapat membantu menciptakan pelaporan yang lebih efisien dan performa lebih baik. "Perusahaan dan para akuntan profesional harus berkolaborasi menciptakan kerja sama untuk mendorong pengembangan kompetensi SDM serta pengetahuan dalam pelaporan keuangan, sesuai standar global," kata dia.

Executive Director, ASEAN Federation of Accountants (AFA) Aucky Pratama mengungkapkan bahwa upaya bersama semua pihak akan berkontribusi pada penerapan IFRS 17. "Tidak ada momen yang lebih tepat bagi para akuntan di ASEAN untuk bekerja sama satu sama lain dalam membangun kapasitas regional, guna menciptakan pelaporan keuangan yang lebih kuat untuk ekonomi ASEAN," kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Syarat UMKM Bisa Dapat Jaminan Kredit Modal Kerja

Jamkrindo dan Askrindo telah ditugaskan untuk menjamin kredit pelaku usaha UMKM.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Garuda Indonesia Fokus Gaet Wisatawan Nusantara

Jumlah wisman turun sangat drastis karena pandemi Covid-19.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Bedah Rumah di Jambi, Kempupera Alokasikan Rp 78,75 Miliar

Sebanyak 4.500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Jambi akan mendapatkan Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS).

EKONOMI | 7 Juli 2020

Menpupera: Penyelesaian Tol Trans Sumatera Butuh Rp 387 Triliun

Pemerintah menargetkan proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera akan rampung pada 2024.

EKONOMI | 7 Juli 2020

MMA Ajak Developer Indonesia Bergabung di Ideathon 2020

Ajang MMA Ideathon 2020 untuk menyatukan pikiran terbaik dan tercerdas untuk mengeksplorasi solusi yang mengangkat isu seputar tantangan brand.

EKONOMI | 8 Juli 2020

Logo Baru BUMN Sejalan dengan Semangat Transformasi

Logo baru BUMN menjadi simbolisasi dari transformasi BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Maskapai Harapkan Stimulus Biaya Parkir Pesawat

Pemberian stimulus diyakini dapat mendorong pemulihan pariwisata, khususnya untuk akses melalui transportasi udara.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Pelni Operasionalkan Kapal Penumpang Secara Bertahap

Pelni tetap membatasi jumlah penumpang yakni sebesar 50 persen dari kapasitas.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Pemerintah Jamin Kredit Modal Kerja untuk UMKM

Dalam program PEN, dana yang dialokasikan untuk mendukung sektor UMKM sebanyak Rp 123,46 triliun.

EKONOMI | 7 Juli 2020

Ini Daftar Saham yang Banyak Ditransaksikan

PT BRI Syariah Tbk (BRIS) dengan frekuensi 70.799 kali..

EKONOMI | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS