Akibat Covid-19, Penduduk Miskin RI Naik Jadi 26,4 Juta
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Akibat Covid-19, Penduduk Miskin RI Naik Jadi 26,4 Juta

Rabu, 15 Juli 2020 | 13:04 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo, Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 mencapai 26,42 juta orang, atau meningkat 1,63 juta orang dibaniding September 2019. Jika dibandingkan Maret 2019, meningkat 1,28 juta orang.

"Secara persentase, penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78 persen, meningkat 0,56 persen poin terhadap September 2019 dan meningkat 0,37 persen poin terhadap Maret 2019," demikian data BPS yang dipublikasikan Rabu (15/7/2020).

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, pandemi Covid-19 ini menyebabkan penurunan pendapatan di seluruh lapisan masyarakat, di mana dampak ke masyarakat lapisan bawah lebih besar. "Sehingga ada tambahan penduduk miskin, terutama di Pulau Jawa. Pemerintah sendiri menyiapkan dana yang besar untuk perlindungan sosial, tetapi itu memang belum ada di bulan Maret, baru di bulan April, Mei, Juni dan seterusnya,” kata Suhariyanto, Rabu (15/7/2020).

BPS menyatakan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 6,56 persen, naik menjadi 7,38 persen pada Maret 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada September 2019 sebesar 12,60 persen, naik menjadi 12,82 persen pada Maret 2020.

Dibanding September 2019, jumlah penduduk miskin Maret 2020 di daerah perkotaan naik sebanyak 1,3 juta orang (dari 9,86 juta orang pada September 2019 menjadi 11,16 juta orang pada Maret 2020). Sementara daerah pedesaan naik sebanyak 333.900 orang (dari 14,93 juta orang pada September 2019 menjadi 15,26 juta orang pada Maret 2020).

BPS juga mencatat garis Kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp 454.652 per kapita per bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp 335.793 (73,86 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp 118.859 (26,14 persen).

Pada Maret 2020, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,66 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 2.118.678 per rumah tangga miskin per bulan.

Suhariyanto memaparkan, beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode September 2019–Maret 2020 antara lain pandemi Covid-19 yang berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk, serta pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2020 yang melambat, di mana pengeluaran konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 2,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang sebesar 5,02 persen.

Selain itu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 64,11 persen dibandingkan Maret 2019. Meskipun pemerintah secara resmi mengumumkan kasus Covid-19 pada Maret 2020, Suhariyanto mengatakan sektor pariwisata dan pendukungnya sudah mulai terdampak sejak bulan Februari 2020.

Pada periode September 2019–Maret 2020, secara nasional harga eceran beberapa komoditas pokok juga mengalami kenaikan, antara lain beras (1,78 persen), daging ayam ras (5,53 persen), minyak goreng (7,06 persen), gula pasir (13,35 persen), dan telur ayam ras (11,10 persen). Kemudian rata-rata pengeluaran per kapita pada Desil 1 periode September 2019–Maret 2020 mengalami peningkatan sebesar 1,67 persen, namun peningkatannya lebih rendah dibandingkan pertumbuhan GK yang sebesar 3,20 persen.

Selain itu, penduduk hampir miskin yang bekerja di sektor informal mencapai 12,15 juta orang (Susenas, Maret 2019). Kelompok ini merupakan kelompok penduduk yang rentan terhadap kemiskinan dan paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 1,27 Miliar

Neraca perdagangan Indonesia bulan Juni mencatat surplus US$ 1,27 miliar, didorong oleh meningkatnya ekspor migas dan nonmigas.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Kurs Rupiah Melemah 110 Poin ke Rp 14.560

Kurs rupiah berada di level Rp 14.560 per dolar AS atau terdepresiasi 110 poin (0,76 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.450.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Sesi I, IHSG Menguat Tipis 0,1%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,12 persen ke kisaran 5.085,08 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (15/7/2020).

EKONOMI | 15 Juli 2020

Petani Minta BUMN dan Swasta Tak Jual Gula di Bawah Rp 11.200

Seluruh petani yang bernaung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) berkomitmen untuk tidak menjual gulanya di bawah Rp 11.200/kg.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Digitalisasi Bisnis, Solusi Percepat Pemulihan Ekonomi

Sektor pemenang termasuk perusahaan teknologi digital dan beroperasi dalam bidang pembayaran digital, logistik, kesehatan, teknologi informasi.

EKONOMI | 15 Juli 2020

SKK Migas Berikan Relaksasi Setoran ASR

SKK Migas berikan insentif berupa penundaan penyetoran Dana Abandonment and Site Restoration (ASR) di tahun 2020.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.400

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (15/7/2020), terpantau datar di kisaran Rp 14.400.

EKONOMI | 15 Juli 2020

IHSG Dibuka Positif ke Kisaran 5.107

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,56 persen ke kisaran 5.107,61 pada awal perdagangan hari ini, Rabu (15/7/2020).

EKONOMI | 15 Juli 2020

Survei SMRC, Mayoritas Publik Merasa Kondisi Ekonomi Rumah Tangganya Memburuk

Kondisi ekonomi rumah tangga dan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 14 Juli 2020

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Rilis Neraca Perdagangan

Pelaku pasar memantau dimulainya musim rilis laporan keuangan II 2020 dan data perdagangan Indonesia Juni yang diperkirakan bakal surplus.

EKONOMI | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS