Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional Kendalikan Covid-19 di Jawa

Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional Kendalikan Covid-19 di Jawa

Minggu, 19 Juli 2020 | 15:45 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan upaya pemulihan ekonomi tidak bisa dimulai jika kota-kota di Pulau Jawa yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi terus-menerus gagal menurunkan angka penularan Covid-19.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengatakan semua aparatur pemerintah daerah di Pulau Jawa harus bekerja lebih keras mengajak masyarakat mematuhi protokol kesehatan. "Sebagaimana catatan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir 2019 lalu, Pulau Jawa masih menjadi mesin utama yang memacu pertumbuhan ekonomi nasional, disusul Sumatera," kata dia di Jakarta, Minggu (19/7/2020).

Kontribusi Pulau Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 59 persen. Oleh karena itu, jika kota-kota di Jawa terus bergulat dan gagal menurunkan angka penularan Covid-19, akan menjadi masalah pada perekonomian nasional.

"Itu menjadi penanda sangat jelas bahwa perekonomian nasional sedang menghadapi masalah teramat serius. Sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua ini akan tumbuh minus 4,3 persen," katanya.

Mantan Ketua DPR itu mengatakan fakta tentang Jawa sebagai mesin utama perekonomian negara dan memburuknya kinerja ekonomi pada kuartal II 2020 patut digarisbawahi oleh semua kepala daerah dan aparatur pemerintah daerah di Pulau Jawa.

"Memasuki pekan ketiga Juli 2020 ini, tampak begitu nyata upaya pemulihan masih sulit untuk dimulai. Hingga akhir pekan lalu, DKI Jakarta bersama Jawa Tengah dan Jawa Timur terus mencatatkan jumlah kasus Covid-19 terbanyak. Konsekuensinya, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun terus diperpanjang," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia tersebut menyebutkan peningkatan signifikan jumlah kasus Covid-19 di Jawa maupun perpanjangan pembatasan sosal berskala besar (PSBB) sudah pasti berdampak psikologis terhadap seluruh masyarakat.

Banyak kalangan, termasuk pebisnis dan pedagang ragu-ragu memulai lagi kegiatan usaha mereka. Menurutnya, masih ada jutaan karyawan yang belum bisa kembali bekerja karena banyak pemilik perusahaan tak mau mengambil risiko.

"Karenanya, para kepala daerah harus melihat persoalannya dengan lebih komprehensif. Setiap kebijakan atau langkah harus terfokus pada dua target. Pertama, upaya menurunkan angka penularan Covid-19, kedua, pemulihan ekonomi di daerahnya masing-masing," ujarnya.

Sementara ekonom senior Dradjad H Wibowo mengatakan belanja kelompok menengah atas anjlok gara-gara Covid-19. Belanja yang dimaksudnya seperti travelling, hotel, entertainment, branded goods, serta hang outs. Belum lagi durable goods seperti mobil dan apartemen, dan bahkan medical spending juga anjlok. Dradjad mengaku mendapat data pola kegiatan masyarakat selama pandemi, termasuk konsumsi, dari analisis big data The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) "Yang jalan adalah belanja daily needs dan belanja kelompok menengah bawah. Ini membantu, tapi uang yang berputar sedikit. Besarnya hanya saat Idul Fitri, misalnya," kata Dradjad Wibowo.

Menurut pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur itu, kunci utama adalah memastikan pandemi dikendalikan, sehingga kepercayaan diri atau confidence masyarakat meningkat. Khususnya di kalangan kelas menengah atas tersebut. Sebagai contoh, Pemerintah bisa membuat kebijakan yang wajib diikuti pemda bahwa pembukaan aktivitas hanya boleh jika transmisi covid-19 benar-benar sudah bisa dikendalikan. Berbeda dengan kondisi saat ini dimana angka penularan masih naik turun.

"Intinya, ekonomi tergantung konsumsi, yang tergantung pada consumer confidence. Consumer confidence tergantung kasus covid benar-benar turun drastis atau tidak," kata Dradjad.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemnaker Berikan Pelatihan Bertani untuk 120 Orang di Bandung Barat

Kemnaker cetak 120 orang untuk jadi petani di Bandung Barat, Jawa Barat.

EKONOMI | 19 Juli 2020

Didukung Populasi Kelas Menengah, Industri Otomotif Nasional Prospektif

Selain gencarnya pembangunan infrastruktur jalan tol, pertumbuhan jumlah kelas menengah sebagai elemen utama penggerak produksi kendaraan bermotor.

EKONOMI | 19 Juli 2020

Pelindo 3 Kini Terima Transaksi Nontunai dari Bank Non-BUMN

Sekarang kartu nontunai dari beberapa bank swasta dapat digunakan untuk masuk ke pelabuhan Pelindo 3. Sebelumnya, hanya bank-bank BUMN.

EKONOMI | 19 Juli 2020

Sampai Akhir Tahun, Kontribusi Sektor Jasa Diprediksi Mengecil

Kontribusi sektor jasa, antara lain perdagangan, transportasi dan gudang, infokom, jasa keuangan dan asuransi, pariwisata, terhadap PDB akan mengecil.

EKONOMI | 19 Juli 2020

Layanan Remitansi Mobile BNI Tumbuh Pesat

Pada semester I 2020, terdapat sekitar 30.000 pengguna aplikasi BNI MoRe.

EKONOMI | 19 Juli 2020

Penjualan Mobil Anjlok 42%, GIIAS Tetap Jalan

GIIAS 2020 di BSD City rencananya akan berlangsung pada 22 Oktober–1 November 2020.

EKONOMI | 19 Juli 2020

Sri Mulyani Bicara soal Perlunya Utang dan Siapa yang Bayar

"Kalau untuk membuat infastruktur kita menjadi baik, supaya anak-anak kita bisa sekolah sehingga tidak menjadi generasi yang hilang," kata Sri Mulyani.

EKONOMI | 19 Juli 2020

20 Perusahaan Terbesar yang Terancam Bangkrut di 2020

Menurut catatan Bloomberg, sejak awal Maret terdapat 133 perusahaan di AS yang mengajukan perlindungan pailit karena Covid-19.

EKONOMI | 19 Juli 2020

OJK dan Bank Jatim Survei Dampak Covid-19 pada Sektor Pertanian

Survei bertujuan untuk menggali kegiatan usaha yang dapat didorong untuk menjadi motor pemulihan ekonomi di Jawa Timur.

EKONOMI | 19 Juli 2020

Kadin Jatim Dorong Industri Pariwisata Bangkit Kembali

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengupayakan tiga langkah untuk membangkitkan kembali kinerja sektor pariwisata di Jatim yang terdampak Covid-19.

EKONOMI | 19 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS