Konsumen Properti Inginkan Suku Bunga KPR Turun
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Konsumen Properti Inginkan Suku Bunga KPR Turun

Minggu, 26 Juli 2020 | 17:16 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com– Kebijakan penurunan BI7DRR 25 basis poin (bsp) menjadi 4,00 persen pada pertengahan Juli lalu menjadi angin segar untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis properti yang sedang mengalami stagnasi di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan itu diharapkan menggairahkan perekenomian nasional yang belakangan tertekan.

“Kalangan perbankan diharapkan segera menyesuaikan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan BI7DRR sehingga minat masyarakat untuk membeli rumah dengan memanfaatkan KPR tetap terjaga di tengah pandemi,” kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangan yang diterima Minggu (26/7/2020).

Marine menambahkan bahwa secara historis, langkah BI menurunkan suku bunga acuannya tidak langsung diikuti perbankan menyesuaikan suku bunga KPR, sehingga industri properti tidak langsung merasakan dampaknya. Namun diakui sebagian perbankan sudah menurunkan suku bunga yang dikemas dalam wujud promo, sehingga konsumen dapat menikmati bunga rendah.

Pentingnya penurunan suku bunga KPR untuk menggairahkan industri properti sejalan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, dimana 92 persen responden menyatakan besarnya cicilan bulanan menjadi faktor utama ketika mengambil KPR. Faktor kedua jangka waktu kredit dinyatakan 83 persen responden, sedangkan faktor ketiga tingkat suku bunga KPR yang dinyatakan 73 persen responden.

Masih berkaitan tingkat suku bunga KPR, Marine menjelaskan bahwa masyarakat berharap pemerintah mengambil kebijakan terkait lainnya untuk mendorong transaksi properti. Mayoritas responden atau 90 persen menginginkan pemerintah menurunkan suka bunga KPR agar cicilan bulanan lebih ringan. Kebijakan ini diinginkan lebih banyak responden dibandingkan penurunan uang muka pembelian properti yang dinyatakan 72 persen responden. Hanya 29 persen responden ingin pemerintah bisa menunda pembayaran cicilan selama pandemi.

Terkait situasi pandemi Covid-19, hanya 1 dari 3 atau 32 persen responden menyatakan kepuasannya terhadap kebijakan pemerintah untuk menstabilkan pasar properti khususnya dalam situasi krisis seperti sekarang. Sementara 24 persen responden menyatakan ketidakpuasannya. "Oleh karena itu secara umum masyarakat mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan sehingga bisa menurunkan suku bunga KPR dan menurunkan besaran uang muka," kata Marine.

Besaran uang muka masih menjadi kendala utama yang dihadapi masyarakat ketika mengambil KPR. Ketidakmampuan membayar uang muka dinyatakan 51 persen responden ketika ditanya kesulitan saat mengambil pinjaman membeli rumah. Sementara kendala lainnya pendapatan yang tidak stabil sehingga menjadi penghambat mengambil cicilan rumah.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan debitur KPR adalah kepastian besaran cicilan bulanan sehingga merupakan alasan utama konsumen untuk memilih KPR syariah dibandingkan KPR konvensional yang dinyatakan 74 persen responden. Sementara 70 persen responden lainnya memilih KPR syariah dengan pertimbangan keyakinan agama.

Marine menjelaskan dalam 3 tahun terakhir para responden survei Rumah.com Consumer Sentiment Study mulai secara spesifik menyatakan produk pembiayaan KPR yang diminatinya khususnya KPR syariah. Fenomena ini bisa jadi sejalan sentimen keagamaan yang cenderung meningkat, sehingga konsumen banyak meminati produk pembiayaan syariah. Meski kebutuhan akan kepastian besaran cicilan bulanan juga menjadi pertimbangan lain konsumen memilih KPR syariah. “Berbagai kesimpulan yang didapatkan dari hasil Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020 bisa dimanfaatkan oleh stakeholder industri properti sehingga mengeluarkan kebijakan yang dapat segera menggairahkan industri properti, katanya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Indonesia Siap Jadi Produsen Kendaraan Listrik dan Industri Baterai Litium

Indonesia juga mengundang investor asing untuk membangun pabrik kendaraan listrik di dalam negeri.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Dalam Dua Bulan, UMKM Go Digital Bertambah 1,2 Juta

Sebelumnya UMKM yang sudah terhubung wadah digital sebanyak 8 juta unit UMKM atau sekitar 13 persen.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Imbas Covid-19, Belanja Pemerintah Dipercepat

Pemulihan ekonomi suatu keharusan untuk mengompensasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

EKONOMI | 26 Juli 2020

Luhut: Investasi Tetap Berjalan, Namun Terpukul Akibat Covid-19

Dari sisi permintaan, konsumsi, dan investasi itu betul-betul terpukul berat.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Diamond Land Bidik Konsumen Milenial

Diamond Land melihat pangsa pasar milenial menyukai konsep hunian praktis dan efisien.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Penyaluran Dana FLPP 14 Bank Masih di Bawah 50 Persen

PPDPP menggandeng 42 Bank Pelaksana, terdiri dari 10 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD).

EKONOMI | 25 Juli 2020

Produksi APD Tak Terserap, Ribuan Buruh Terancam PHK

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meminta beberapa perusahaan untuk mempercepat produksi baju hazmat dalam negeri.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Erick Thohir Resmikan Ferizy, Layanan Tiket Online ASDP Indonesia Ferry

Sejak diterapkan mulai 1 Mei 2020 di 4 pelabuhan utama PT ASDP Indonesia Ferry, rata-rata transaksi 20.000-21.000 per hari.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Merdeka Copper, Mitra Keluarga, dan Summarecon Masuk Indeks LQ45

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) masuk ke indeks LQ45.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Ini Lokasi Rapid Test Covid-19 Lion Air di Seluruh Indonesia

Lion Air Group memberikan layanan rapid test Covid-19 di penjuru Indonesia, khusus penumpang yang mempunyai tiket pada penerbangan Lion Air Group.

EKONOMI | 25 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS