Presiden Putuskan Defisit RAPBN 2021 Melebar ke 5,2%
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Presiden Putuskan Defisit RAPBN 2021 Melebar ke 5,2%

Selasa, 28 Juli 2020 | 13:19 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan menaikkan defisit anggaran dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2021 menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 4,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), guna mendukung pembiayaan program prioritas, termasuk penanganan dampak Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Dalam sidang kabinet pagi ini, Presiden memutuskan kita akan memperlebar defisit APBN jadi 5,2 persen," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara daring usai rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7/2020).

Defisit anggaran 5,2 persen dari PDB di 2021 tersebut, ujar Sri Mulyani, lebih tinggi dari kesepakatan awal dan proyeksi antara pemerintah dan DPR. Dalam kesepakatan dengan parlemen di sidang Badan Anggaran DPR, pemerintah menetapkan defisit RAPBN 2021 sebesar 4,17 persen, namun anggota dewan melihat terdapat indikasi kenaikan defisit menjadi 4,7 persen PDB karena masih tingginya tekanan dari pandemi Covid-19. “Dengan defisit 5,2 persen PDB pada 2021, maka kita akan memiliki cadangan belanja sebesar Rp 179 triliun yang Bapak Presiden setujui akan menetapkan prioritas-prioritas belanja,” ujar Sri Mulyani.

Beberapa program prioritas pada 2021, ujar Sri Mulyani, adalah ketahanan pangan, pembangunan kawasan industri yang dilengkapi infrastruktur memadai, transformasi digital di seluruh Tanah Air, pengembangan sektor pendidikan, dan kapasitas layanan kesehatan untuk menangani Covid-19 pasca2020 termasuk anggaran untuk memperoleh vaksin.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kurs Rupiah Terapresiasi ke Rp 14.400-an

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Selasa (28/7/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.400.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Airlangga: Penanganan Covid-19 Jadi Program Multiyears Semua Kementerian

Penanganan pandemi Covid-19 akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan dan menjadi program berkelanjutan (multi years) di semua kementerian.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Kampanyekan Hidup Lebih Sehat, AIA Gelar "Health & Wellness Online"

AIA Live dirancang untuk menggandeng semua kelompok umur untuk memperdalam pengetahuan tentang kesehatan dengan cara yang menyenangkan dan menarik.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Cegah Resesi, Konsumsi Harus Terus Digerakkan

Melihat perkembangan perekonomian saat ini, konsumsi perlu terus digerakkan setidaknya untuk meminimalisir dampak dari peluang resesi yang ada.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Jokowi Minta APBN 2021 Difokuskan untuk Pemulihan Ekonomi

APBN juga difokuskan untuk penguatan transformasi di berbagai sektor, terutama reformasi di bidang kesehatan, pangan, energi, pendidikan.

EKONOMI | 28 Juli 2020

OJK Dalami Sanksi Maksimal untuk PT Jouska

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mendalami kemungkinan pemberian sanksi maksimal kepada PT Jouska Finansial Indonesia.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,15% ke 5.108

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,15 persen ke kisaran 5.108,9 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2020).

EKONOMI | 28 Juli 2020

Merger Bank BUMN Syariah Bisa Saingi Dubai Islamic Bank

Merger bank syariah BUMN akan membuat Indonesia memiliki entitas bank syariah sebesar Dubai Islamic Bank di Uni Emirat Arab.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Aspirasi Pengusaha Diterima, Sektor Industri dan Pariwisata Dapat Subsidi Listrik

Aspirasi pengusaha untuk memperoleh subsidi listrik karena bisnis yang terdampak pandemi Covid-19 diterima pemerintah.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Jokowi Optimistis Pemulihan Ekonomi Indonesia Tercepat Setelah Tiongkok di 2021

Indonesia juga diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok.

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS