Dunia Usaha Butuh Modal Kerja Rp 303 T untuk Enam Bulan
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Dunia Usaha Butuh Modal Kerja Rp 303 T untuk Enam Bulan

Selasa, 28 Juli 2020 | 16:32 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk kembali menggerakkan dunia usaha yang mengalami tekanan berat selama pandemi Covid-19, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani mengusulkan adanya stimulus modal kerja bagi industri yang terdampak Covid-19. Apalagi selama pandemi ini telah terjadi defisit cash flow.

Menurut data yang diterima Kadin, terdapat lima sektor yang membutuhkan bantuan modal kerja yang totalnya Rp 303,76 triliun untuk jangka waktu enam bulan. Yaitu sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), sektor makanan dan minuman, sektor alas kaki, sektor hotel dan restoran, serta sektor elektronik dan alat-alat listrik rumah tangga.

"Ini masukan dari asosiasi di bawah Kadin, dari Asosiasi pertekstilan Indonesia (API), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Aprisindo, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Gabel, ini mereka menyampaikan kebutuhannya berdasarkan demand yang ada di mereka. Jadi mereka memberikan gambaran bahwa ini kebutuhan dari modal kerja mereka selama enam bulan ke depan,” kata Rosan P Roeslani dalam webinar KTT Indef, Selasa (28/7/2020).

Rosan merinci, untuk sektor TPT kebutuhan modal kerjanya sebesar Rp 141,5 triliun, makanan dan minuman Rp 100 triliun, sektor alas kaki Rp 40,5 triliun, hotel dan restoran Rp 21,3 triliun, elektronik dan alat-alat listrik rumah tangga Rp 407 miliar, sehingga totalnya Rp 303,76 triliun. Selain lima sektor tersebut, sektor UMKM menurutnya juga sangat membutuhkan modal kerja yang nilainya sekitar Rp 125 triliun, begitu juga dengan sektor-sektor lainnya.

“Memang kebutuhan modal kerja ini sangat diperlukan setelah mereka melakukan proses restrukturisasi. Oleh sebab itu kita pun mengusulkan kepada pemerintah bahwa untuk modal kerja dari pihak perbankan kan masih ragu-ragu. Jadi kalau bisa perbankan mendapatkan jaminan dari pemerintah. Karena mereka melihat ini adalah risiko kredit yang masih dikhawatirkan, tidak semata-mata liquidity risk. Kalau liquidity risk mereka melihat masih oke terutama bank-bank besar, tapi credit risk," imbuh Rosan.

Untuk mengurangi keraguan tersebut, menurut Rosan pemerintah perlu menanggung 80 persen penjaminan agar stimulus modal kerja dapat disalurkan, sementara sisanya dijamin oleh perbankan.

Selain korporasi, pandemi Covid-19 juga sangat memukul sektor UMKM. Mengutip data Asian Development Bank (ADB), Rosan menyampaikan dari sekitar 60 juta pelaku UMKM di Indonesia, hampir 50 persen atau tepatnya 48,6 persen dari total UMKM di Indonesia melakukan penutupan usahanya sementara. Kemudian 30,5 persen mengalami penurunan permintaan domestik, 19,8 persen mengalami gangguan produksi, dan 14,1 persen mengalami pembatalan kontrak.

Penjaminan Kredit Korporasi
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan, pemerintah dalam waktu dekat akan meluncurkan program penjaminan kredit modal kerja untuk korporasi dengan kredit mulai dari Rp 10 miliar ke atas. Program ini merupakan perluasan dari program penjaminan kredit modal kerja untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah diluncurkan pada 7 Juli lalu.

Menurut Febrio, program penjaminan kredit untuk korporasi ini ditargetkan bisa menciptakan sekitar Rp 100 triliun kredit modal kerja hingga akhir 2021. Namun realisasinya akan lebih didorong di tahun 2020 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi agar tidak sampai terjadi resesi.

Khusus untuk kredit modal kerja bagi UMKM, pemerintah sejak 25 Juni lalu juga sudah menempatkan dana milik negara di bank umum yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp 30 triliun.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, dari dana yang ditempatkan tersebut, Himbara diminta untuk melakukan leverage penyaluran kredit sebanyak tiga kali. Hingga 22 Juli 2020, total realisasi penyalurannya telah mencapai Rp 43,5 triliun kepada 518.797 debitur, atau 145% dari total dana yang ditempatkan Pemerintah.

"Terasa sekali di bulan Juli ini rupanya minat penarikan kredit baru mulai membaik. Ini dibuktikan dalam beberapa minggu setelah penempatan dana Rp 30 triliun, sebulan kemudian para bank ini telah menyalurkan dalam skala yang cukup besar," kata Kartika, Selasa (28/7/2020).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rupiah Ditutup di Rp 14.535 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.455- Rp 14.535 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Juli 2020

IHSG Ditutup Terkoreksi 3 Poin ke 5.082

Sebanyak 166 saham menguat, 239 saham melemah, dan 175 saham stagnan.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Luhut Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

Hilirisasi mineral yang digencarkan pemerintah menjadi salah satu penopang ekonomi pascapandemi.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bedah 1.280 Rumah di Bireuen, Kempupera Alokasikan Rp 22,4 Miliar

Pelaksanaan program bedah rumah dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT).

EKONOMI | 28 Juli 2020

Desain Rumah di Gang Sempit Jakarta Raih Penghargaan Dunia

Karya Delution yang menembus nominasi penghargaan Architizer Awards adalah The Twins.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Alma Corp Umumkan Kerja Sama dengan The Silk Dago Bandung

Tahun ini Alma Corp genap mamasuki usia ke tujuh tahun.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Sambut Libur Panjang, KAI Berikan Diskon Hingga 25%

KA Bima sebelumnya Rp 650.000 menjadi Rp 500.000.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Investasi Manufaktur Naik 24 Persen di Semester I

Pemerintah bertekad terus mewujudkan iklim berusaha kondusif melalui kebijakan strategis.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bursa Eropa Mixed karena Harapan Stimulus AS dan Kasus Covid-19

FTSE 100 Inggris naik 25 poin ke 6.130.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Presiden Putuskan Defisit RAPBN 2021 Melebar ke 5,2%

Defisit anggaran 5,2 persen dari PDB di 2021 tersebut lebih tinggi kesepakatan awal dan proyeksi antara pemerintah dan DPR 4,7 persen.

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS