Ini Empat Arahan Presiden terkait RAPBN 2021
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Ini Empat Arahan Presiden terkait RAPBN 2021

Selasa, 28 Juli 2020 | 16:44 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / WBP

Bogor, Beritasatu.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju, Selasa (28/7/2020) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat mengeluarkan empat arahan terkait rancangan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020. Rapat terbatas yang digelar menggunakan fasilitas video conference juga dihadiri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Adapun empat arahan Presiden Jokowi adalah pertama, Presiden Jokowi secara khusus mengingatkan bahwa perkembangan situasi ekonomi global sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Di tengah ketidakpastian itu, sejumlah lembaga keuangan global seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) kerap merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 maupun perkiraan pada 2021.

”Meskipun di tahun 2021 IMF, Bank Dunia, maupun OECD meyakini bahwa perekonomian akan mulai tumbuh positif di tahun 2021, dan bahkan IMF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4 persen,” tutur Presiden.

Perkiraan itu, lanjut Presiden Jokowi, sangat tinggi karena Bank Dunia hanya memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,2 persen dan OECD 2,8 persen hingga 5,2 persen.

“Dan, kalau perkiraan ini betul Indonesia akan berada pada posisi ekonomi yang juga mestinya di atas pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia juga diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok. Ini juga kalau proyeksi ini benar saya kira patut kita syukuri,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi berharap pemerintah tetap waspada atas kemungkinan dan antisipasi terhadap risiko terjadinya gelombang kedua (second wave) dan masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021.

Arahan kedua, Presiden Jokowi menekankan bahwa angka-angka indikator ekonomi makro harus betul-betul dikalkulasi dengan cermat, hati-hati, optimis tapi juga harus realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini.

”Kita juga harus memastikan prioritas untuk tahun 2021 dan juga pelebaran defisit untuk APBN 2021 yang difokuskan dalam rangka pembiayaan kegiatan percepatan pemulihan ekonomi dan sekaligus penguatan transformasi di berbagai sektor. Terutama reformasi di bidang kesehatan, reformasi pangan, energi, pendidikan, dan juga percepatan transformasi digital,” katanya.

Arahan ketiga, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa APBN hanya berkontribusi sekitar 14,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh sebab itu, dalam situasi krisis seperti ini belanja pemerintah menjadi instrumen utama untuk menjadi daya ungkit pertumbuhan. ”Agar sektor swasta, UMKM bisa pulih kembali, mesin penggerak ekonomi ini harus diungkit dari APBN kita yang terarah, yang tepat sasaran,” jelas Presiden.

Arahan keempat, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa disaat menghadapi situasi sulit, tidak boleh melupakan agenda-agenda besar dan strategis bangsa, terutama dalam langkah-langkah untuk bisa keluar dari middle income trap. ”Sejak 1 Juli 2020 kita tahu semuanya Indonesia telah meraih predikat upper middle income country. Namun, kita tahu tantangan untuk keluar dari middle income trap ini masih besar dan panjang,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

9 Asosiasi Pengembang Deklarasi Pembentukan PAPN

Presidium dibentuk agar pembangunan perumahan MBR makin efektif dan efisien.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Program PEN yang Tidak Jalan Akan Didesain Ulang

Pemerintah bakal merombak atau mengubah desain stimulus pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya program yang rendah penyerapannya.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Perluas Pasar, Lemonilo Gencar Menambah Varian Produk

Lemonilo menggandeng Keluarga The Baldys untuk membantu mengedukasi masyarakat mengkonsumsi makanan sehat.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Dunia Usaha Butuh Modal Kerja Rp 303 T untuk Enam Bulan

Selama pandemi ini telah terjadi defisit cash flow.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Rupiah Ditutup di Rp 14.535 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.455- Rp 14.535 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Juli 2020

IHSG Ditutup Terkoreksi 3 Poin ke 5.082

Sebanyak 166 saham menguat, 239 saham melemah, dan 175 saham stagnan.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Luhut Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

Hilirisasi mineral yang digencarkan pemerintah menjadi salah satu penopang ekonomi pascapandemi.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bedah 1.280 Rumah di Bireuen, Kempupera Alokasikan Rp 22,4 Miliar

Pelaksanaan program bedah rumah dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT).

EKONOMI | 28 Juli 2020

Desain Rumah di Gang Sempit Jakarta Raih Penghargaan Dunia

Karya Delution yang menembus nominasi penghargaan Architizer Awards adalah The Twins.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Alma Corp Umumkan Kerja Sama dengan The Silk Dago Bandung

Tahun ini Alma Corp genap mamasuki usia ke tujuh tahun.

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS