Resesi Sudah Hampir Pasti, Pemerintah Diminta Tingkatkan Testing Covid-19
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Resesi Sudah Hampir Pasti, Pemerintah Diminta Tingkatkan Testing Covid-19

Selasa, 28 Juli 2020 | 18:14 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan Indonesia sudah hampir pasti mengalami resesi, di mana pertumbuhan ekonominya minus dua kuartal berturut-turut. Tidak hanya Indonesia, kondisi ini juga dialami banyak negara di dunia, sehingga yang perlu diupayakan bagaimana agar resesi tersebut tidak terlalu dalam. Kunci utamanya adalah mengendalikan penyebaran virus melalui testing.

“Kita harus mempersiapkan kondisi terburuk. Yang bisa kita lakukan adalah secepat mungkin recovery. Kalau resesi, ini sudah hampir pasti. Jadi temanya bukan menghindari resesi, tetapi bagaimana kita bisa cepat recovery dan resesinya secetek mungkin, tidak dalam. Ini yang harus dilakukan, jadi bukan mimpi,” kata Faial Basri dalam webinar KTT Indef, Selasa (28/7/2020).

Menurut Faisal, tidak semua negara pada tahun ini akan mengalami resesi. Contohnya Vietnam yang oleh berbagai lembaga diprediksi akan tetap mengalami pertumbuhan positif pada tahun ini antara 2,8 persen hingga 4,1 persen. “Vietnam menurut ADB dan World Bank masih bisa tumbuh positif. Pertanyaannya, kenapa? Ini sangat tergantung pada respons suatu negara dalam menghadapi krisis ini,” kata Faisal.

Untuk mengupayakan agar perekonomian Indonesia tidak jatuh terlalu dalam, menurut Faisal, kunci utamanya adalah mengendalikan penyebaran virus melalui testing. Menurutnya, testing massal memungkinkan lebih cepat mengisolasi orang yang terjangkit virus dan melakukan penelusuran kontak. Ketika kasus sudah mulai turun, ekonomi akan lebih confidence untuk kembali naik. “Testing sangat krusial untuk kendalikan Covid-19. Apakah kita tidak punya uang untuk itu? Pakistan lebih miskin dari kita, India juga, Bangladesh juga, tetapi jumlah testingnya jauh lebih banyak dari kita,” kata Faisal.

Sementara menurut Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, Indonesia pada kuartal III-2020 diprediksi akan memasuki laju resesi yang cukup dalam. Pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami kontraksi antara -3,26 persen hingga -3,88 persen. Kemudian di kuartal III-2020 kontraksi -1,30 persen pada skenario sedang hingga -1,75 persen pada skenario berat

“Indef memperkirakan kita akan memasuki laju resesi yang cukup dalam pada kuartal III-2020, meskipun kondisinya lebih baik dari kuartal II-2020. Kalau kita melihat realisasi dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ini bisa terjadi. Sampai 27 Juli, penyerapan anggaran PEN masih sekitar 19 persen, masih jauh dari harapan,” kata Tauhid.

Adanya ancaman resesi ini juga disadari oleh pemerintah. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan, World Bank juga telah mengestimasi bahwa akan ada lebih dari 90 persen negara yang mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada 2020.

Pemerintah saat ini tengah bekerja keras agar pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 tidak terkontraksi seperti proyeksi pada kuartal II-2020. Antara lain dengan mempercepat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Melalui percepatan realisasi tersebut, harapannya ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 bisa di atas 0 persen, kemudian di kuartal IV-2020 semakin baik lagi hingga di atas 2 persen sampai 3 persen.

“Tentu harapan kita kontraksinya tidak akan sedalam negara-negara maju bahkan negara tetangga. Jadi momentum di kuartal III ini harus kita manfaatkan, karena kita sudah tahu di kuartal II kontraksinya akan sangat dalam. Tantangannya adalah apakah kita bisa mencapai di atas nol persen pada kuartal III,” kata Febrio Kacaribu.

Untuk tahun 2020, Kementerian Keuangan meyakini ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh di kisaran -0,4 persen hingga 1 persen. “Tentu harapannya kita bisa selamat dari kontraksi, walaupun memang bukan itu yang paling penting. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa melanjutkan recovery ini secara perlahan dalam konteks masih ada Covid-19, sehingga harus dilakukan secara hati-hati,” kata Febrio.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Semester I, Wika Gedung Raih Kontrak Baru Rp 1,02 Triliun

Kontrak baru tersebut menunjukkan komposisi pasar BUMN 42 persen, pemerintah 31 persen dan swasta 27 persen.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Ini Empat Arahan Presiden terkait RAPBN 2021

Jokowi berharap pemerintah tetap waspada atas kemungkinan dan antisipasi terhadap risiko terjadinya gelombang kedua Covid-19.

EKONOMI | 28 Juli 2020

9 Asosiasi Pengembang Deklarasi Pembentukan PAPN

Presidium dibentuk agar pembangunan perumahan MBR makin efektif dan efisien.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Program PEN yang Tidak Jalan Akan Didesain Ulang

Pemerintah bakal merombak atau mengubah desain stimulus pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya program yang rendah penyerapannya.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Perluas Pasar, Lemonilo Gencar Menambah Varian Produk

Lemonilo menggandeng Keluarga The Baldys untuk membantu mengedukasi masyarakat mengkonsumsi makanan sehat.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Dunia Usaha Butuh Modal Kerja Rp 303 T untuk Enam Bulan

Selama pandemi ini telah terjadi defisit cash flow.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Rupiah Ditutup di Rp 14.535 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.455- Rp 14.535 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Juli 2020

IHSG Ditutup Terkoreksi 3 Poin ke 5.082

Sebanyak 166 saham menguat, 239 saham melemah, dan 175 saham stagnan.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Luhut Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

Hilirisasi mineral yang digencarkan pemerintah menjadi salah satu penopang ekonomi pascapandemi.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bedah 1.280 Rumah di Bireuen, Kempupera Alokasikan Rp 22,4 Miliar

Pelaksanaan program bedah rumah dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT).

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS