Garuda Sebut Penumpang Masih Wait and See untuk Terbang
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Garuda Sebut Penumpang Masih Wait and See untuk Terbang

Selasa, 28 Juli 2020 | 19:34 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Minat penumpang berpergian menggunakan pesawat terbang hingga kini belum meningkat signifikan, meski pemerintah sudah mengatur prosedur penerbangan selama pandemi Covid-19. Menurut riset yang dilakukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, didapatkan bahwa 70 persen responden mengambil sikap wait and see.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra mengatakan, responden mengambil sikap wait and see karena mayoritas menanyakan apakah naik pesawat aman. "Lalu bagaimana dengan kondisi bandara? Apakah rawan dari penularan virus corona," kata dia dalam media visit secara virtual dengan Berita Satu Media Holdings, di Jakarta, Selasa (28/7/2020)

Meski operasional penerbangan saat ini disesuaikan dengan regulasi pemerintah, namun Garuda terus mencari cara bagaimana penumpang nyaman saat terbang dengan protokol kesehatan.

Dari segi perawatan, Garuda memiliki tim "kolong inspection" yang dikelola PT Garuda Maintenance Facility (GMF) yang profesional.
Pesawat rutin dilakukan pengecekan, meski sedang diparkir (grounded).

Lalu tingkat keterisian penumpang maksimum 65 persen dari ketersediaan kursi. Selama pandemi, Garuda Indonesia setidaknya grounded 70 persen dari total armadanya yang mencapai 142 pesawat.

"Ada beberapa prosedur yang harus dilalui dan itu semuanya kita lakukan. Jika ada temuan masalah, langsung diperbaiki. Jangan dibayangkan kalau terbang terus ada yang nanya ini sudah beberapa bulan tidak diterbangi. Don't worry karena kita pastikan pada waktu terbang ok. Demikian juga pilot dan awak kabin, kita lakukan aktivitas terus menerus. Jadi, terbang dengan Garuda dipastikan tetap aman dan nyaman," data dia.

Irfan mengakui sudah ada kenaikan penumpang, dibandingkan pada awal pandemi. Tercatat saat ini jumlah penumpang Garuda sudah mencapai 20 persen dari total penumpang di 2019.

Ke depan, Garuda Indonesia akan memfokuskan pada tiga hal. Pertama, menekan biaya serendah-rendahnya, termasuk gaji karyawan yang ditangguhkan. Jajaran direksi dan komisaris ditangguhkan 50 persen per bulan hingga akhir tahun, sedangkan pilot dan karyawan lebih rendah dari itu. Perusahaan juga menawarkan program pensiun dini bagi karyawan berusia 45 tahun. "Sudah ada 500 karyawan yang berpartisipasi dalam program sukarela ini," sebutnya.

Emiten bersandi GIAA tersebut saat ini juga tengah bernegosiasi dengan 26 perusahaan sewa pesawat (lessor) guna merampingkan struktur biaya hingga US$ 200 juta dalam setahun untuk jenis pesawat 777, Airbus, 737, CRJ, dan tipe lainnya. Selain itu, menunda penerimaan dua pesawat baru dari Airbus.

"Kami juga akan balikkan dua tipe pesawat yang kurang cocok dengan Garuda, yakni Bombardier dan ATR. Ini dalam proses negosiasi karena tidak cocok dengan profil penumpang. Sebagai penggantinya, nanti yang ATR ditangani Citilink dan Bombardier dengan 737," tambah Irfan.

Kedua, meningkatkan jumlah penumpang. Ketiga, mencari sumber pendapatan baru utama di lini kargo melalui peluncuran cucu usaha yakni KirimAja, layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital.Bahkan ke depannya Garuda Indonesia akan mendedikasikan pesawat khusus layanan kargo ini.

Irfan optimistis, layanan melalui lini usaha transportasi dan logistik, PT Aerojasa Cargo ini akan sukses menjangkau pengiriman barang ke sejumlah destinasi penerbangan yang dilayani oleh seluruh armada Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia maupun pengiriman untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah antarkota lainnya yang didukung oleh layanan dari Aerojasa Cargo dengan jaringan 6.500 jaringan.

Ia pun menyebut dari waktu ke waktu bisnis logistik yang dijalankan Garuda semakin moncer. “Penerbangan kami untuk kargo ini bisa 10 penerbangan dalam satu hari. Maskapai isinya hanya mengangkut kargo. Sebelumnya tidak pernah ada penerbangan kargo hingga 10 penerbangan dalam sehari,” ujarnya.

Soal likuiditas, Irfan mengakui masih menjadi kendala perusahaan yang mengandalkan mobilitas penumpang. Dia berharap dana talangan dari pemerintah sebesar Rp 8,5 triliun bisa segera cair guna menjaga kelangsungan bisnis. "Kita berharap Oktober November sudah bisa dapat," katanya.

Selain itu, Garuda Indonesia juga akan merampingkan anak atau cucu perusahaan yang tidak optimal mendukung kinerja induk usaha. Saat ini sudah ada lima cucu usaha yang ditutup karena tidak relevan dengan kondisi terkini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Garuda Harap Tak Ada Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua

Kondisi terparah yang dialami Garuda selama pandemi Covid-19 sejauh ini terjadi pada Mei 2020.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bappenas: Defisit RAPBN 2021 Didesain untuk Pemulihan Ekonomi

Pemerintah mengantisipasi dengan memberikan kelonggaran yang lebih efektif dalam penyusunan belanja pemerintah.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Resesi Sudah Hampir Pasti, Pemerintah Diminta Tingkatkan Testing Covid-19

Kunci utamanya adalah mengendalikan penyebaran virus melalui testing.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Semester I, Wika Gedung Raih Kontrak Baru Rp 1,02 Triliun

Kontrak baru tersebut menunjukkan komposisi pasar BUMN 42 persen, pemerintah 31 persen dan swasta 27 persen.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Ini Empat Arahan Presiden terkait RAPBN 2021

Jokowi berharap pemerintah tetap waspada atas kemungkinan dan antisipasi terhadap risiko terjadinya gelombang kedua Covid-19.

EKONOMI | 28 Juli 2020

9 Asosiasi Pengembang Deklarasi Pembentukan PAPN

Presidium dibentuk agar pembangunan perumahan MBR makin efektif dan efisien.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Program PEN yang Tidak Jalan Akan Didesain Ulang

Pemerintah bakal merombak atau mengubah desain stimulus pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya program yang rendah penyerapannya.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Perluas Pasar, Lemonilo Gencar Menambah Varian Produk

Lemonilo menggandeng Keluarga The Baldys untuk membantu mengedukasi masyarakat mengkonsumsi makanan sehat.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Dunia Usaha Butuh Modal Kerja Rp 303 T untuk Enam Bulan

Selama pandemi ini telah terjadi defisit cash flow.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Rupiah Ditutup di Rp 14.535 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.455- Rp 14.535 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS