Kian Banyak Orang Kaya Pakai Tabung Melon
INDEX

BISNIS-27 434.406 (2.5)   |   COMPOSITE 4934.09 (24.53)   |   DBX 924.804 (1.41)   |   I-GRADE 130.838 (0.47)   |   IDX30 413.425 (1.99)   |   IDX80 108.094 (0.53)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.28)   |   IDXG30 115.379 (0.8)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.14)   |   IDXQ30 120.916 (0.52)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.7)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (1.66)   |   IDXV30 102.468 (0.69)   |   INFOBANK15 776.883 (5.15)   |   Investor33 360.093 (2.02)   |   ISSI 144.765 (0.68)   |   JII 523.909 (1.97)   |   JII70 177.568 (0.73)   |   KOMPAS100 966.07 (5.34)   |   LQ45 756.376 (4.11)   |   MBX 1366.8 (7.49)   |   MNC36 270.277 (1.51)   |   PEFINDO25 258.891 (0.73)   |   SMInfra18 233.321 (0.93)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.6)   |  

Kian Banyak Orang Kaya Pakai Tabung Melon

Rabu, 5 Agustus 2020 | 08:57 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Gas elpiji 3 kilogram (kg) yang diperuntukan kelompok miskin hingga hari ini masih banyak digunakan kelompok masyarakat mampu. Akibatnya, kuota gas elpiji 3 kg sering habis di tengah jalan hingga akhirnya terjadi kelangkaan. Kelompok yang berhak pun dirugikan.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai bahwa kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg merupakan permasalahan klasik yang selalu timbul di setiap tahunnya. Ini terjadi karena gas melon yang menjadi hak masyarakat miskin justru digunakan kelompok masyarakat mampu.

"Biasanya, kelangkaan akibat tidak adanya pembatasan distribusi. Masyarakat mampu masih banyak kedapatan menggunakan elpiji ukuran 3 kilogram. Ini juga terjadi karena disparitas harga dengan elpiji nonsubsidi yang masih besar. Apalagi disaat banyak kegiatan di rumah seperti saat ini, kebutuhan penggunaan LPG mengalami peningkatan," ujarnya, Rabu (5/8/2020).

Mamit berharap, kelompok masyarakat mampu tidak menggunakan gas elpiji 3 kilogram karena merugikan kelompok masyarakat lain dan pedagang kecil yang lebih berhak.

Jika kelompok masyarakat mampu masih bandel menggunakan gas elpiji 3 kilogram, bisa dipastikan kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas akan jebol dan ujung-ujungnya justru memberatkan Pertamina dan keuangan negara.

Ia mendorong masyarakat beralih ke produk-produk gas lain milik Pertamina terutama nonsubsidi. Dalam atasi kelangkaan, Mamit juga menyampaikan agar Pertamina bisa memanfaatkan agen sebagai penyalur resmi saat mengadakan operasi pasar.

“Agen ini pasti mempunyai gudang, jadi operasi pasar yang dilakukan oleh Pertamina dilakukan di gudang-gudang milik agen. Batasi 1 orang hanya berhak dengan 1 tabung LPG 3 kilogram, bahkan jika bisa mereka menunjukan KTP agar tidak dobel-dobel dalam 1 kepala keluarga,” jelas Mamit.

Mamit memperkirakan jika beban subsidi naik terus, akan menyebabkan beban keuangan negara bisa terganggu. Apalagi, ditambah saat ini 70 persen elpiji masih impor. Jika subsidi terus, defisit transaksi berjalan akan makin tinggi. “Perlu adanya kebijakan dalam mengendalikan elpiji 3 kg yang salah satunya adalah distribusi tertutup. Ini lebih jelas asalkan datanya benar sehingga tepat sasaran dan jangan sampai ada kesalahan data. Salah satu kelemahan kita adalah akurasi data,” pungkasnya



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Masih Terjaga

OJK terus mengoptimalkan berbagai kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Pemulihan Ekonomi Nasional Dimulai dari UMKM

Pemulihan ekonomi mulai dari pemulihan UMKM.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Harga Minyak Terkoreksi di Perdagangan Asia Pagi Ini

Patokan minyak mentah berjangka internasional Brent turun 0,36 persen menjadi US$ 44,27 per barel.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Bursa Asia Mixed karena Dana Bantuan Covid-19 AS

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,53 persen pada awal perdagangan.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Baru Diluncurkan, Artugo Optimistis Bisa Jual Hingga 50.000 Unit

Tak hanya itu, Artugo juga berencana akan memperluas penjualan ke Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Yogyakarta, dan Bandung.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Rekor, Emas Tembus Level Psikologis US$ 2.000

Kontrak emas pengiriman Desember melonjak US$ 34,7 atau 1,75 persen, menjadi 2.021 per ounce.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Investor Tunggu Pengumuman PDB Siang Ini, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.026 - 5.110.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Minyak Melonjak Lebih 1% Tembus Level Tertinggi 5 Bulan

Patokan minyak internasional Brent naik 57 sen, atau 1,3 persen menjadi US$ 44,72 per barel.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Bursa AS Menguat di Tengah Pembahasan Bantuan Covid-19

Dow Jones Industrial Average naik 164,07 poin, atau 0,6 persen menjadi 26.828,47.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Pasar Properti Jatim Diyakini Segera Pulih

Sejumlah pengembang di Jatim mulai getol memasarkan klaster baru.

EKONOMI | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS