Pemerintah Tinjau Ulang Status 30 Bandara Internasional
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pemerintah Tinjau Ulang Status 30 Bandara Internasional

Kamis, 6 Agustus 2020 | 11:08 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan meninjau kembali status 30 bandar udara (bandara) internasional di Indonesia. Sebab Indonesia hanya memerlukan sekitar empat bandara internasional yang dapat berperan sebagai pusat lalu lintas udara.

“Saya melihat bahwa airline hub yang kita miliki terlalu banyak dan tidak merata. Jadi, ini agar kita lihat lagi. Saat ini ter dapat 30 bandara internasional, apakah diperlukan sebanyak ini?,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui video conference di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Ia mengatakan, di negara-negara lain tidak memiliki bandara internasional sebanyak Indonesia. Apalagi, lanjutnya, 90 persen lalu lintas udara terpusat hanya di empat bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Juanda (Jawa Timur), dan Kualanamu (Sumatera Utara).

“Kita harus berani menentukan bandara yang berpotensi menjadi international hub dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis dan juga karakteristik wilayahnya,” katanya.

Menurut Presiden Jokowi, saat ini terdapat delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan super hub. Kedelapan bandara itu adalah Bandara Ngurah Rai (Bali), Soekarno-Hatta (Jakarta), Kualanamu (Sumatera Utara), Yogyakarta (DI Yogyakarta), Balikpapan (Kalimantan Timur), Hasanuddin (Sulawesi Selatan), Sam Ratulangi (Sulawesi Utara, dan Juanda (Jawa Timur).

Dikatakan, langkah itu ditempuh pemerintah agar terjadi sebuah lompatan di sektor pariwisata, pengelolaan ekosistem pariwisata, dan pendukungnya, termasuk penerbangan. Hal itu harus harus didesain berdasarkan manajemen yang lebih terintegrasi dan lebih terkonsolidasi dari hulu sampai hilir.

“Ini yang tidak pernah dilakukan, mulai dari manajemen airlines, manajemen bandaranya, manajemen layanan penerbangannya yang tersambung tentu saja dengan manajemen destinasi, tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan dan bahkan sampai kepada manajemen produk-produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki,” kata Presiden Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekonomi Minus 5,32%, Jokowi: Momentum Konsolidasi Sektor Pariwisata

Sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia pada Maret 2020, sektor pariwisata dan penerbangan terkena imbas sangat dalam.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Penyaluran Kredit Bank DKI Tumbuh 8,3% di Tengah Pandemi

Total Aset Bank DKI tercatat meningkat sebesar 4,1 persen.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Kemsos Kembali Salurkan BST Lewat Pos Indonesia

BST ini merupakan lanjutan dari periode I yang berakhir pada Juli 2020.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Harga Minyak Bervariasi di Perdagangan Asia

Minyak mentah berjangka Brent naik 0,1 persen menjadi US$ 45,21 per barel.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Pemerintah Siapkan Stimulus Tambahan bagi Pekerja untuk Dorong Konsumsi Masyarakat

Bantuan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

PDB Kuartal II Anjlok Akibat Respons Kebijakan Tidak Memadai

Krisis ini pada dasarnya adalah masalah yang cukup berat sekaligus peluang yang luar biasa bagi yang berdaya pikir dalam dan panjang ke depan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia Pagi Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.465-Rp 14.542 per dolar AS.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Aksi Beli Saham Warnai IHSG di Awal Perdagangan

Pukul 09.15 WIB, indeks harga saham gabungan naik 38,3 poin (0,74 persen) menjadi 5.163.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Konsumsi Harus Lebih Digerakkan

Untuk program-program yang sifatnya bantuan sosial berupa sembako, ini bisa dialihkan ke dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Schneider Electric Luncurkan Solusi Hijau di Industri Makanan Minuman

EcoStruxure for Food and Beverage mengintegrasikan industrial internet of things (Iot) dan teknologi otomasi di seluruh aspek rantai.

EKONOMI | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS