Hartadinata Bidik Penjualan Logam Mulia Rp 1 Triliun
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Hartadinata Bidik Penjualan Logam Mulia Rp 1 Triliun

Jumat, 7 Agustus 2020 | 17:20 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi, PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata) menargetkan kontribusi penjualan logam mulia terhadap total pendapatan naik menjadi 25 persen. Hal ini sejalan dengan langkah perusahaan merilis produk Logam Mulia Hartadinata (LM HRTA) berkadar kemurnian 999,9 mulai pecahan kecil hingga besar.

Chief Executive Officer (CEO) PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Sandra Sunanto mengatakan selama ini total pendapatan Hartadiata masih didominasi dari penjualan perhiasan emas. Dengan bervariasinya pecahan logam mulia, maka kontribusi segmen ini akan meningkat sekitar 25 persen atau sekitar Rp 1 triliun di akhir 2020 dari total target pendapatan Rp 4 triliun.

"Kami baru jualan di semester dua 2020, saya harap akan terasa kontribusinya di kuartal 3 dan 4. Penjualan logam mulia kemungkinan akan lebih tinggi sedikit dari perhiasan. Kontribusi logam mulia di akhir tahun ditargetkan kurang lebih 25 persen dari total pendapatan," kata Sandra dalam konferensi pers virtual peluncuran produk logam mulia di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Hartadinata sepanjang 2019 mencatatkan laba bersih Rp 150,25 miliar atau meningkat 21,3 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp 123,81 miliar. Perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada 2019 sebesar 17,8 persen menjadi Rp 3,24 triliun.

Sandra optimistis pendapatan hingga akhir 2020 akan mencapai Rp 4 triliun meski ada pandemi virus corona (Covid-19). "Sepertinya tidak banyak meleset dari proyeksi, ada sedikit kenaikan pendapatan dari logam mulia, dan akan sedikit koreksi laba bersih, karena margin penjualan logam mulia tidak sebesar penjualan perhiasan," kata Sandra.

Chief Financial Officer (CFO) dan Corporate Secretary PT Hartadinata Abadi Tbk Deny Ong mengatakan, hingga saat ini realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp 40 miliar, atau 75 persen dari yang dianggarkan sepanjang 2020 sekitar Rp 60 miliar. Mayoritas capex sudah digunakan untuk membeli mesin. "Ke depan capex tidak banyak lagi kita gunakan, karena kita sudah beli mesin yang dibutuhkan," kata Deny.

Sementara saat ini logam mulia Hartadinata tersedia mulai pecahan kecil 0,1 gram, 0,25 gram, 0,50 gram, 5 gram dan 10 gram. Disusul dengan pecahan besar 25 gram, 50 gram dan 100 gram yang akan tersedia di akhir Agustus 2020. Logam Mulia Hartadinata dirancang untuk menyasar segmen pasar yang luas dari segala sisi usia mulai kalangan muda sampai usia mapan. Bervariasinya ukuran pecahan logam mulia untuk memberikan fleksibilitas dan kemudahan berinvestasi.

Menabung emas dapat dilakukan mulai pecahan 0,1 dengan harga Rp 100.000-an, sehingga siapa pun mudah untuk mulai menabung emas. “Hartadinata ingin mendidik masyarakat, terutama keluarga Indonesia untuk mulai gaya hidup baru di era baru yaitu menabung emas. Bahwa menabung emas sebetulnya tidak butuh dana besar, bisa dimulai dari yang kecil," kata Sandra.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DBS Dorong Masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru Berinvestasi

DBS meluncurkan dua fitur terbaru yakni Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

TOWR dan ANTM Saham Paling Banyak Ditransaksikan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan frekuensi 39.420 kali.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, Pegadaian Lakukan Rapid Test Massal

Pegadaian melakukan rapid test massal sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bagi seluruh karyawan di kantor pusat perseroan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Ini Daftar Kapitalisasi Saham Terbesar

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengalami penurunan terdalam sebesar Rp 40 (1,3 persen) mencapai Rp 2.980.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Pendapatan Holding RS BUMN Diproyeksi Rp 4,5 Triliun

Aksi korporasi ini merupakan bagian roadmap pembentukan holding RS BUMN yang telah dimulai sejak tahun 2018.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Mengekor Mata Uang Asia, Rupiah Ditutup Turun ke Rp 14.625

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.555- Rp 14.637 per dolar AS.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Akhiri Perdagangan, IHSG Melemah 34 Poin ke 5.143

Sebanyak 163 saham menguat, 263 saham melemah, dan 159 saham stagnan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Pembayaran Visa Contactless Tumbuh 700% Seiring Masifnya Transaksi Nontunai

Jumlah kartu kredit dan debit Visa contactless yang beredar di pasar meningkat sekitar 500 persen.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Anak Usaha Astra Agro Raih Penghargaan Konservasi Satwa

Selain untuk konservasi dan menangani gajah liar agar tidak memasuki kawasan permukiman, Basecamp CRU Sampoiniet juga dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisa

EKONOMI | 7 Agustus 2020

BRIsyariah Tingkatkan Dana Sosial

BRISyariah siap berkontribusi lebih besar dalam memaksimlkan dana sosial masyarakat seperti Wakaf, Zakat, Infaq, dan Shodaqoh.

EKONOMI | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS