Wapres: Jadikan Pandemi Peluang Pengembangan Industri Produk Halal
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Wapres: Jadikan Pandemi Peluang Pengembangan Industri Produk Halal

Jumat, 7 Agustus 2020 | 20:06 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap para pelaku ekonomi syariah dapat mengambil peluang di masa pandemi Covid-19 untuk mengembangkan industri produk halal, baik untuk pasar di Indonesia maupun di dunia.

Menurut Wapres, di masa pandemi Covid-19, aspek kesehatan dan higienitas menjadi pertimbangan mutlak masyarakat dalam memilih produk. Kondisi ini sesungguhnya memberikan peluang yang besar bagi industri produk halal. Caranya, produk halal harus menjadi pilihan rasional masyarakat yang tidak hanya karena kehalalannya, tetapi juga sehat dan higienisnya. Dengan begitu, produk halal akan menjadi pilihan konsumen selama dan pasca-pandemi Covid-19.

"Selama ini saya selalu sampaikan bahwa produk halal harus menjadi pilihan rasional bagi seluruh kalangan dan bukan hanya sekedar karena kehalalannya saja. Produk halal harus berkualitas, enak rasanya, sehat, bergizi, higienis dan thoyyib, dan makanan halal adalah merupakan good food," kata Wapres Ma'ruf Amin, saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-7 tahun 2020, Jumat (7/8/2020).

Untuk itu, Wapres berharap agar para pelaku ekonomi syariah menyediakan produk-produk yang terkait dengan kesehatan. Selain itu, pelaku ekonomi syariah dapat turut menyediakan berbagai produk dan jasa yang terkait.

Dalam memasarkan produk-produknya, Wapres berharap tren saat ini yaitu memanfaatkan teknologi digital untuk transaksi secara online, dapat diikuti. Menurutnya, pelaku ekonomi syariah harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut, sehingga pemanfaatan teknologi digital dan transaksi online menjadi mutlak diperlukan.

Wapres menekankan pentingnya memperluas kerjasama dan akses pasar global melalui berbagai aktivitas yang relevan seperti halnya penyelenggaraan ISEF.

"Penyelenggaraan ISEF juga dapat menjadi momentum akselerasi bagi semua pihak untuk memperluas kerjasama internasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat halal value chain dunia melalui penguatan outlet pasar global untuk produk-produk halal dunia," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

RUU Cipta Kerja Tingkatkan SDM Indonesia

RUU Cipta Kerja dirancang untuk menarik investasi asing. Selama ini investor ragu berinvestasi di Indonesia karena tidak ada kepastian hukum.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Pemerintah Kucurkan Rp 33,1 T untuk Beri Tambahan Gaji Karyawan Swasta

Dana bantuan ditransfer langsung ke rekening para tenaga kerja secara langsung dan dua tahap.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

LuLu Hypermarket Tambah Gerai Ketiga di Sentul Bogor

Ekspansi ini juga menandakan jaringan LuLu Hypermarket ke-191 di seluruh dunia.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Selain Resesi, Pemerintah Perlu Waspadai Kemungkinan Depresi Ekonomi

Indonesia perlu upaya ekstra keras mengembalikan pertumbuhan ekonomi positif di kuartal ketiga tahun ini.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Bendungan Sidan Selesai Sesuai Target

Kempupera bangun bendungan Sidan di Bandung.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Tata Niaga Produk UMKM Akan Dibenahi

Tata kelola niaga UMKM akan ditata.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Hartadinata Bidik Penjualan Logam Mulia Rp 1 Triliun

Saat ini realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp 40 miliar, atau 75 persen dari yang dianggarkan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

DBS Dorong Masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru Berinvestasi

DBS meluncurkan dua fitur terbaru yakni Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

TOWR dan ANTM Saham Paling Banyak Ditransaksikan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan frekuensi 39.420 kali.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, Pegadaian Lakukan Rapid Test Massal

Pegadaian melakukan rapid test massal sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bagi seluruh karyawan di kantor pusat perseroan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS