Wapres: Jadikan Pandemi Peluang Pengembangan Industri Produk Halal
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Wapres: Jadikan Pandemi Peluang Pengembangan Industri Produk Halal

Jumat, 7 Agustus 2020 | 20:06 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap para pelaku ekonomi syariah dapat mengambil peluang di masa pandemi Covid-19 untuk mengembangkan industri produk halal, baik untuk pasar di Indonesia maupun di dunia.

Menurut Wapres, di masa pandemi Covid-19, aspek kesehatan dan higienitas menjadi pertimbangan mutlak masyarakat dalam memilih produk. Kondisi ini sesungguhnya memberikan peluang yang besar bagi industri produk halal. Caranya, produk halal harus menjadi pilihan rasional masyarakat yang tidak hanya karena kehalalannya, tetapi juga sehat dan higienisnya. Dengan begitu, produk halal akan menjadi pilihan konsumen selama dan pasca-pandemi Covid-19.

"Selama ini saya selalu sampaikan bahwa produk halal harus menjadi pilihan rasional bagi seluruh kalangan dan bukan hanya sekedar karena kehalalannya saja. Produk halal harus berkualitas, enak rasanya, sehat, bergizi, higienis dan thoyyib, dan makanan halal adalah merupakan good food," kata Wapres Ma'ruf Amin, saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-7 tahun 2020, Jumat (7/8/2020).

Untuk itu, Wapres berharap agar para pelaku ekonomi syariah menyediakan produk-produk yang terkait dengan kesehatan. Selain itu, pelaku ekonomi syariah dapat turut menyediakan berbagai produk dan jasa yang terkait.

Dalam memasarkan produk-produknya, Wapres berharap tren saat ini yaitu memanfaatkan teknologi digital untuk transaksi secara online, dapat diikuti. Menurutnya, pelaku ekonomi syariah harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut, sehingga pemanfaatan teknologi digital dan transaksi online menjadi mutlak diperlukan.

Wapres menekankan pentingnya memperluas kerjasama dan akses pasar global melalui berbagai aktivitas yang relevan seperti halnya penyelenggaraan ISEF.

"Penyelenggaraan ISEF juga dapat menjadi momentum akselerasi bagi semua pihak untuk memperluas kerjasama internasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat halal value chain dunia melalui penguatan outlet pasar global untuk produk-produk halal dunia," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RUU Cipta Kerja Tingkatkan SDM Indonesia

RUU Cipta Kerja dirancang untuk menarik investasi asing. Selama ini investor ragu berinvestasi di Indonesia karena tidak ada kepastian hukum.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Pemerintah Kucurkan Rp 33,1 T untuk Beri Tambahan Gaji Karyawan Swasta

Dana bantuan ditransfer langsung ke rekening para tenaga kerja secara langsung dan dua tahap.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

LuLu Hypermarket Tambah Gerai Ketiga di Sentul Bogor

Ekspansi ini juga menandakan jaringan LuLu Hypermarket ke-191 di seluruh dunia.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Selain Resesi, Pemerintah Perlu Waspadai Kemungkinan Depresi Ekonomi

Indonesia perlu upaya ekstra keras mengembalikan pertumbuhan ekonomi positif di kuartal ketiga tahun ini.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Bendungan Sidan Selesai Sesuai Target

Kempupera bangun bendungan Sidan di Bandung.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Tata Niaga Produk UMKM Akan Dibenahi

Tata kelola niaga UMKM akan ditata.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Hartadinata Bidik Penjualan Logam Mulia Rp 1 Triliun

Saat ini realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp 40 miliar, atau 75 persen dari yang dianggarkan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

DBS Dorong Masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru Berinvestasi

DBS meluncurkan dua fitur terbaru yakni Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

TOWR dan ANTM Saham Paling Banyak Ditransaksikan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan frekuensi 39.420 kali.

EKONOMI | 7 Agustus 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, Pegadaian Lakukan Rapid Test Massal

Pegadaian melakukan rapid test massal sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bagi seluruh karyawan di kantor pusat perseroan.

EKONOMI | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS