Profesional Muda Didorong Jadi Penggerak Bisnis Berkelanjutan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Profesional Muda Didorong Jadi Penggerak Bisnis Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2020 | 11:01 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) didukung PricewaterhouseCoopers (PwC) Singapura mengumpulkan para profesional muda dan praktisi bisnis dari seluruh kawasan Tiongkok dan Asia Tenggara dalam diskusi tentang peran penting mereka menciptakan masa depan bisnis berkelanjutan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (9/8/2020), diskusi tersebut menggarisbawahi pentingnya sektor bisnis untuk menjadi agen perubahan (force for change) dengan mengadopsi strategi berkelanjutan ke dalam operasional bisnisnya, serta bagaimana generasi muda dalam sektor bisnis dapat menjadi penggerak visi ini. Diskusi berjudul Driving a Sustainable Business Future tersebut merupakan bagian komitmen berkelanjutan ICAEW dalam mengampanyekan tanggung jawab sosial dan lingkungan korporasi.

ICAEW Regional Director, Greater China and South-East Asia Mark Billington mengatakan saat ini dunia telah mencapai titik kritis. Masalah keberlanjutan lingkungan harus menjadi agenda utama pemerintah, pelaku bisnis, dan individu. "Sektor bisnis perlu menyadari pentingnya memberikan manfaat sosial dan lingkungan, serta bagaimana hal ini dapat mendorong nilai jangka panjang operasional dan profit bisnis mereka,” kata dia.

Survei yang dipublikasikan Center of Risk Management and Sustainability Studies (CRMS Indonesia) pada 2019 menemukan bahwa mayoritas pelaku bisnis di Indonesia belum mengikutsertakan kriteria environmental, social, and governance (ESG) secara terstruktur dalam pengambilan keputusan di organisasinya. Selain itu, hanya 18,7 persen dari respondennya menyatakan bahwa pimpinan atau direksi organisasi telah menerapkan kebijakan terkait pengelolaan lingkungan dalam proses bisnis dan operasionalnya.

Responsible Business Manager PwC Singapura Rebecca Kershaw yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi menekankan bahwa sektor usaha didorong menyelaraskan model bisnis dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Sistem dalam organisasi dirancang untuk mengurangi pembuangan serta konsumsi sumber daya terbatas.

Terlepas dari banyaknya bukti ilmiah yang menunjukkan parahnya dampak perubahan iklim, pemahaman mengenai pentingnya pendekatan berkelanjutan serta perubahan pola pikir dan perilaku bisnis terbilang masih kurang. Apabila ada konsensus yang sepakat bahwa perusahaan harus lebih bertanggung jawab atas dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan, maka mereka yang mengabaikan isu ini akan lebih menyadari ancaman isu lingkungan terhadap profit bisnisnya.

Pelaku sektor akuntansi dapat memberikan kontribusi signifikan, di mana mereka dapat memberikan informasi cepat dan akurat untuk mengarahkan perusahaan agar mengambil keputusan yang memastikan aspek keberlanjutan serta keberhasilan jangka panjang.

Hal ini senada dengan pandangan yang dibagikan para akuntan muda berprestasi ICAEW yakni Associate Director Temasek Vu Nguyen, Corporate Finance Manager Duopharma Biotech Berhad Beldon Chia, dan Senior Associate, General Assurance, PwC Singapura Soo Jianhao. Ketiga profesional muda tersebut, yang saat ini memegang posisi kunci di organisasinya masing-masing, turut hadir dalam diskusi sebagai panelis.

Mereka menyinggung bagaimana aspek keberlanjutan telah berkembang dalam lanskap bisnis maupun investasi saat ini. Selain itu, mereka berpendapat bahwa profesional muda di sektor keuangan dapat berkontribusi pada proses pengambilan keputusan terkait hal ini. Ketiganya mengungkapkan bahwa mereka mulai melihat adanya integrasi nilai-nilai ESG ke dalam operasional bisnis, termasuk penciptaan gugus tugas keberlanjutan, dan penerapan administrasi tanpa kertas (paperless).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

PTPN Pastikan Tidak Pernah Merampas Hak Rakyat dalam Sengketa Lahan

PTPN tidak pernah merampas hak rakyat karena semua penyelesaian sudah menempuh upaya damai dan kekeluargaan dengan tetap mematuhi aturan hukum. Bahkan, manajemen tak segan memberikan ganti rugi atau biaya kompensasi yang layak kepada petani penggarap lahan PTPN

EKONOMI | 9 Agustus 2020

Pemerintah Perluas Target Calon Penerima KUR

UMKM menjadi salah satu fokus prioritas pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Akulaku Finance Beri Keringanan Cicilan Pedagang Kecil

Akulaku Finance telah merestrukturisasi 13.876 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 47,3 miliar.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Semen Gresik Terapkan Kebijakan Wajib Rapid Test

Semen Gresik mewajibkan tamu yang hendak beraktivitas di area perusahaan membawa surat keterangan hasil rapid test.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Gandeng Buka Pengadaan, Paketku Tingkatkan Layanan Pengiriman

Buka Pengadaan juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM memperlebar bisnis.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

IJB-Net Perkuat Jaringan Pelaku Bisnis Indonesia-Jepang

Memasuki usia yang kedua, dukungan dan harapan terhadap IJB-Net semakin besar.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Ketum VIU dan Pendeta HKBP Serukan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Di usia 75 tahun kemerdekaan Indonesia adalah saat yang tepat untuk semua elemen bangkit dan memulihkan perekonomian akibat Covid-19.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Fotile Perkuat Pasar Alat Dapur Premium di Indonesia

Di pasar global, Fotile telah menjadi merek global di 30 negara di benua Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Afrika.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Asosiasi Alih Daya Indonesia Apresiasi Langkah Pemerintah

Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia mengapresiasi langkah pemerintah menambah diskon angsuran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 dari 30 persen menjadi 50 persen.

EKONOMI | 8 Agustus 2020

Ajak Merdeka Finansial, Webinar Pegadaian Sedot 19.000 Peserta

Webinar Emas Merdeka yang digelar PT Pegadaian pada Kamis (6/8/2020) secara daring melalui media Zoom, berhasil menyedot lebih dari 19.000 peserta.

EKONOMI | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS