Polytama Rilis Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 750 Miliar
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-1.88)   |   COMPOSITE 4879.1 (-3.1)   |   DBX 933.193 (4.62)   |   I-GRADE 128.434 (-0.03)   |   IDX30 404.523 (-2.08)   |   IDX80 106.174 (-0.32)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.11)   |   IDXG30 113.341 (0.12)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-2.9)   |   IDXQ30 118.527 (-0.51)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.26)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.79)   |   IDXV30 100.803 (-0.54)   |   INFOBANK15 767.134 (-6.78)   |   Investor33 355.071 (-2.01)   |   ISSI 143.565 (0.43)   |   JII 517.566 (2.4)   |   JII70 175.828 (0.83)   |   KOMPAS100 953.068 (-0.95)   |   LQ45 742.375 (-3.01)   |   MBX 1347.52 (-1.77)   |   MNC36 265.633 (-0.69)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (0.1)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-1.71)   |  

Polytama Rilis Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 750 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2020 | 12:14 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Produsen polypropylene resin terbesar kedua di Indonesia yang terafiliasi dengan Pertamina (Persero), PT Polytama Propindo (Polytama) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 450 miliar dan sukuk ijarah senilai Rp 300 miliar. Dananya digunakan untuk melunasi sebagian utang perusahaan.

Direktur Keuangan PT Polytama Propindo Uray Azhari mengatakan dalam aksi korporasi ini, Polytama menawarkan obligasi dan sukuk ijarah, masing-masing terdiri dari tiga seri. "Seri A dengan tenor 1 tahun menawarkan indikasi kupon 9 persen-10 persen, Seri B tiga tahun 10,25 persen - 11,25 persen, dan Seri C lima tahun 11 persen- 12 persen," kata Uray dalam paparannya saat virtual press conference di Jakarta Jumat (14/8/2020).

Direktur Utama PT Polytama Propindo Didik Susilo mengatakan, dana obligasi dan sukuk ijarah digunakan seluruhnya untuk melunasi sebagian utang sehingga perseroan bisa menekan cost of fund. Sebagai perusahaan penghasil polypropylene resin terbesar kedua di Indonesia, bahkan satu-satunya di Asia Pasifik dalam bentuk granule, perusahaan optimistis dapat terus mengembangkan sayapnya di pasar polypropylene Indonesia. "Apalagi saat ini industri petrokmia yang merupakan industri hulu memiliki peran vital bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Didik.

Meski ekonomi global tertekan, namun permintaan polypropylene dari sektor packaging cenderung bertahan selama pandemi. "Sektor packaging adalah kontributor terbesar sebagai PP end-user," kata dia.

Head of Investment Banking BNI Sekuritas Tulus Nababan mengatakan periode bookbuilding telah dimulai sejak 13 Agustus dan berakhir pada 25 Agustus 2020. Jika pernyataan efektif didapat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 31 Agustus 2020, maka penawaran umum dilaksanakan pada 1-4 September 2020, "Diharapkan bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 10 September 2020," kata dia.

Selain PT BNI Sekuritas, bertindak seagai penjamin emisi adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT CIMB Niaga Sekuritas.

Perusahaan menunjukkan kinerja keuangan baik dengan berhasil membukukan volume produksi yang terus bertumbuh dengan CAGR sebesar 6,9 persen untuk periode 2016-2019, yang diikuti pertumbuhan penjualan dengan CAGR sebesar 6,4 persen dan EBITDA dengan CAGR sebesar 14,6 persen. Sepanjang 2019 pendapatan Polytama mencapai US$ 242 juta dengan laba sebelum pajak US$ 21,1 juta.

Kepemilikan saham PT Polytama Propindo dikuasai PT Tuban Petrochemical Industries yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yakni sebesar 80 persen. Sedangkan sisanya 20 persen dimiliki Pasio Investment BV (Belanda) yang merupakan anak perusahaan Pasio Holding N.V Curacao (Dutch Caribbean). PT Tuban Petrochemical Industries resmi menjadi bagian Pertamina Group setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyetoran modal sebesar Rp 3,1 triliun dan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 51 persen.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal

Presiden Jokowi minta masyarakat membeli dan mencintai produk lokal.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Rehat Siang, IHSG Turun Tipis ke 5.238

Sebanyak 160 saham naik, 206 saham melemah dan 180 saham stagnan.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

OJK Beri Sanksi Pembatasan Usaha Asuransi Jiwa Kresna

OJK mewajibkan Asuransi Jiwa Kresna membayar klaim yang telah diajukan pemegang polis.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Jokowi: Manfaatkan Peluang dari Krisis Pandemi Covid-19

Indonesia harus memanfaatkan peluang dari kejatuhan ekonomi negara lain akibat pandemi Covid-19 untuk mengejar ketertinggalan negaranya.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Ketua MPR: Perlu Keseimbangan Aspek Kesehatan dan Ekonomi.

Dengan sehat, persoalan ekonomi menjadi lebih mudah ditangani.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Jokowi: Bajak Momentum Pandemi, Kejar Ketertinggalan dari Negara Maju

Pandemi Covid-19 diharapkan bisa ditangkap sebagai peluang dan momentum, agar ekonomi Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Jokowi: Ekonomi Semua Negara Sedang Hang

“Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19,” tutur Jokowi.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Bank Bukopin Rilis Program Nabung Super Seru 50 Tahun

Seiring dengan memasuki usia ke- 50 tahun terus berkiprah mendukung perekenominan Indonesia, Bank Bukopin meluncurkan program “Nabung Super Seru 50 Tahun”

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Jokowi: Ekonomi Indonesia Harus Di-restart

Merebaknya pandemi Covid-19 berdampak luas di seluruh dunia.

EKONOMI | 14 Agustus 2020

Ketua MPR: Ekonomi Indonesia Hadapi Fase Terberat

Selama periode Maret hingga pertengahan Agustus 2020 menjadi fase terberat bagi perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS