Kabar Baik! Vaksin Corona Moderna Tunjukkan Hasil Menjanjikan
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Kabar Baik! Vaksin Corona Moderna Tunjukkan Hasil Menjanjikan

Kamis, 27 Agustus 2020 | 06:17 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Cambridge, Beritasatu.com - Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat (AS) Moderna pada Rabu (27/8/22020) mengumumkan vaksin potensial corona menghasilkan respons kekebalan yang menjanjikan pada uji coba klinis tahap awal terhadap pasien lanjut usia (lansia).

Moderna melakukan uji vaksin pada 10 orang dewasa berusia 56 tahun hingga 70 tahun, serta 10 orang di atas 71 tahun. "Setiap peserta menerima dua dosis 100 mikrogram vaksin dalam 28 hari," kata perusahaan.

Moderna menyebutkan para relawan menghasilkan antibodi penawar, yang menurut peneliti diperlukan untuk membangun kekebalan terhadap virus, dan sel-T. Selain itu, antibodi yang dihasilkan lebih tinggi daripada yang terlihat pada orang yang telah pulih dari Covid-19.Demikian hasil ekperimen Moderna yang belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review.

Hasil uji coba juga menyebutkan vaksin tersebut dapat ditoleransi tanpa dampak serius. Beberapa pasien dilaporkan hanya kelelahan, menggigil, sakit kepala dan nyeri di tempat suntikan. "Namun sebagian besar gejala itu hilang dalam dua hari," kata perusahaan.

Saham Moderna naik hampir 6 persen dalam perdagangan Rabu.

Vaksin Moderna adalah salah satu yang sedang dikembangkan untuk melawan virus corona, yang telah menginfeksi lebih 23,9 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 820.100, menurut data Universitas Johns Hopkins. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih 170 vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia. "Dari total jumlah itu, 31 sedang dalam uji klinis," kata WHO.

Pejabat kesehatan AS mengatakan tidak ada cara untuk kembali ke "normal" sampai vaksin ditemukan

Vaksin eksperimental Moderna mengandung kandungan genetik yang disebut messenger RNA, atau mRNA. Materi ini diharapkan memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Pada Mei, perusahaan merilis data awal yang menunjukkan vaksin tersebut menghasilkan antibodi pada 45 orang dewasa sehat.

Para ilmuwan sebelumnya telah memperingatkan bahwa studi fase satu itu kecil, dan hasilnya mungkin berbeda untuk populasi lain, termasuk orang tua yang umumnya memiliki respons kekebalan lebih lemah. Sementara data baru pada Rabu meningkatkan harapan akan ada vaksin yang aman dan efektif mencegah Covid-19 pada akhir tahun ini atau awal 2021.

Bulan lalu, perusahaan memulai uji coba tahap ketiga pada 30.000 orang untuk mengetahui keamanan dan keefektifannya. Hasilnya, diharapkan paling cepat Oktober 2020. Perusahaan mengatakan akan menyelesaikan pendaftaran uji coba fase tiga pada bulan September.

Moderna mengenakan biaya vaksin corona sekitar US$ 32 hingga US$ 37 per dosis. Perusahaan sedang mendiskusikan kesepakatan volume lebih besar sehingga bisa menekan harga.

Awal bulan ini, Presiden Donald Trump mengumumkan pemerintah AS akan membeli 100 juta dosis vaksin Moderna dalam kesepakatan senilai U$ 1,53 miliar. AS telah menginvestasikan US$ 955 juta dalam pengembangan vaksin Moderna, sehingga total investasinya mencapai hampir US$ 2,5 miliar.

Meskipun ada harapan para ilmuwan akan menemukan vaksin yang aman dan efektif, namun tidak pernah ada jaminan. Ilmuwan memperingatkan bahwa masih ada pertanyaan bagaimana tubuh manusia merespons setelah terinfeksi virus. Satu pertanyaan adalah apakah antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap Covid-19 menawarkan perlindungan agar tidak terinfeksi lagi.

Para ilmuwan berharap bahwa antibodi memberikan beberapa tingkat perlindungan terhadap risiko tertular Covid-19. Namun mereka belum dapat mengatakan secara pasti sejak virus corona pertama kali ditemukan delapan bulan lalu.

Peneliti Hong Kong pada Senin lalu melaporkan kasus infeksi ulang Covid-19 pertama yang dikonfirmasi. Pria itu pertama kali terinfeksi virus pada akhir Maret, dan 4,5 bulan kemudian, tertular lagi.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lagi, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Indeks S&P 500 naik 1 persen menjadi 3.478,73.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Bursa Eropa Menguat Jelang Pidato The Fed

Indeks Pan-European Stoxx 600 ditutup naik 0,8 persen.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

HCML Dorong Mitra Kerja Lakukan Penyesuaian di Masa Pandemi

HCML mendorong vendor pengadaan melakukan penyesuaian selama masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 26 Agustus 2020

Pemerintah Perlu Dorong Produksi Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri

Pengembangan vaksin Covid-19 merupakan kontribusi Kalbe Farma untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi virus corona.

EKONOMI | 26 Agustus 2020

Kalbe Farma Dorong Kemandirian Bahan Baku Obat

Sebanyak 90 persen obat-obatan yang beredar saat ini memiliki kandungan impor.

EKONOMI | 26 Agustus 2020

BFI Finance dan BRI Jalin Kerja Sama KKB Senilai Rp 1 Triliun

BFI Finance akan menggunakan fasilitas ini untuk mendukung pembiayaan kendaraan bermotor yang berkualitas bagi masyarakat

EKONOMI | 26 Agustus 2020

Pilihan Investasi Paling Aman di Tengah Pandemi

Emas menjadi salah satu instrumen safe heaven yang paling banyak diminati investor.

EKONOMI | 26 Agustus 2020

Amar Bank Alokasikan 50% Laba 2019 untuk Dividen

Perseroan menjaga likuiditas yang solid, tercermin dari rasio CAR 51,02 persen.

EKONOMI | 26 Agustus 2020

Sampai Akhir Tahun, Anggaran Kesehatan Diproyeksikan Hanya Terserap Rp 72,73 T

Airlangga Hartarto menjelaskan, anggaran kesehatan yang awalnya sebesar Rp 87,55 triliun hingga akhir tahun diproyeksikan hanya akan terserap Rp 72,73 triliun.

EKONOMI | 26 Agustus 2020

Super Energy Bidik Pertumbuhan Pendapatan 15 Persen

Super Energy telah menggunakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 40 miliar

EKONOMI | 26 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS