Fed Indikasikan Tahan Suku Bunga Dekati Nol Hingga 2023
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Fed Indikasikan Tahan Suku Bunga Dekati Nol Hingga 2023

Kamis, 17 September 2020 | 07:15 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reseves (the Fed) memutuskan menahan suku bunga mendekati nol persen. The Fed juga menyatakan melihat inflasi selalu di bawah target 2 persen selama bertahun-tahun, maka bank sentral akan mempertahankan suku bunga dalam waktu lama. Anggota komite pembuat kebijakan Fed mengindikasikan suku bunga tetap mendekati nol hingga 2023.

Ketua Fed Jerome Powell kepada wartawan dalam konferensi pers Rabu (16/9/2020) mengatakan bahwa kebijakan moneter ini akan tetap berlaku sampai lapangan kerja maksimum.

"Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mengatur kebijakan berusaha mencapai lapangan kerja maksimum dan akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2 persen untuk beberapa waktu sehingga inflasi rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu," kata the Fed dalam sebuah pernyataan.

Dalam proyeksi terbaru The Fed, inflasi inti diperkirakan akan tetap rendah dan tidak mencapai target 2 persen hingga 2023. Di saat yang sama, pasar kerja diperkirakan akan membaik ke titik di mana pengangguran berada pada level 4 persen pada 2023, di bawah tingkat jangka panjang 4,1 persen.

"Ini dovish, suku bunga yang lebih rendah untuk jangka panjang, ekuitas lebih tinggi, dolar lebih lemah," kata ahli strategi pendapatan di BMO, Jon Hill.

The Fed bulan lalu mengumumkan perubahan kebijakannya, di mana akan membiarkan inflasi berjalan di atas targetnya untuk beberapa waktu sebelum bergerak menaikkan suku bunga. Tetapi dalam perkembangannya, Fed melihat inflasi inti berjalan di bawah 2 persen hingga 2022. Fed memperkirakan inflasi inti sebesar 1,3 persen hingga 1,5 persen tahun ini, dan 1,6 persen hingga 1,8 persen tahun depan. Inflasi akan mencapai 1,9 persen hingga 2 persen pada tahun 2023.

Powell mengatakan Fed berharap inflasi pada akhirnya membaik.

“Itu pedoman ke depan yang sangat kuat, dan kami pikir itu akan menjadi pedoman yang akan bertahan lama sehingga memberikan dukungan signifikan bagi perekonomian,” katanya.

Saat beberapa ahli strategi dan investor Wall Street percaya inflasi bisa menjadi masalah, The Fed lebih khawatir tentang disinflasi.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

IHSG Akan Menguat Didorong Harga Komoditas, Ini Saham Pilihannya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.013 - 5.097.

EKONOMI | 17 September 2020

Dow Naik Tipis karena Fed Berjanji Pertahankan Suku Bunga Rendah

Dow Jones Industrial Average naik tipis 36,78 poin atau 0,1 persen ke 28.032,38.

EKONOMI | 17 September 2020

Bursa Eropa Menguat Jelang Pengumuman the Fed

Pan-European Stoxx 600 berakhir naik 0,4 persen.

EKONOMI | 17 September 2020

Pengajuan Nomor Induk Berusaha di BKPM Pecahkan Rekor Terbanyak

Sepanjang 2020, NIB yang diterbitkan belum pernah melebihi jumlah 100.000 dalam satu bulan.

EKONOMI | 17 September 2020

Wall Street Menguat Jelang Rapat the Fed

Dow Jones Industrial Average naik 0,3 persen, S&P 500 naik 0,4 persen, Nasdaq naik 0,3 persen.

EKONOMI | 16 September 2020

OECD Revisi Proyeksi PDB Indonesia 2020 Jadi -3,3%

OECD memperkirakan perekonomian Indonesia tahun ini akan terkontraksi hingga 3,3 persen, atau 0,5 persen lebih buruk daripada proyeksi sebelumnya.

EKONOMI | 16 September 2020

Serapan Anggaran "Kotaku" Kempupera Capai 72,4%

Hingga 13 September 2020, progres serapan Kotaku tercatat mencapai Rp 305 miliar dengan realisasi penerima manfaat sebanyak 12.387 orang atau 98,91%.

EKONOMI | 16 September 2020

Usaha Sosial-Kreatif Sediakan lebih Banyak Lapangan Kerja Inklusif

Pada tahun 2019, jumlah rata-rata pekerja perempuan yang dipekerjakan oleh CSE adalah 3,8. Angka ini di atas rata-rata semua sektor usaha 0,6.

EKONOMI | 16 September 2020

Pegadaian Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 3,25 Triliun

Penerbitan obligasi dan sukuk ini digunakan untuk memperkuat struktur modal kerja perusahaan.

EKONOMI | 16 September 2020

Satgas PEN Harap Stimulus Bisa Dongkrak Ekonomi Nasional pada Kuartal III

Penyaluran anggaran Rp 100 triliun, diperkirakan dapat memberikan daya ungkit ekonomi sekitar Rp 210 triliun.

EKONOMI | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS