Emas Melemah ke Level Terendah Dua Bulan karena Penguatan Dolar
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Emas Melemah ke Level Terendah Dua Bulan karena Penguatan Dolar

Kamis, 24 September 2020 | 06:58 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

London, Beritasatu.com - Harga emas merosot lebih 2 persen pada perdagangan Rabu (24/9/2020) ke level terendah lebih dua bulan karena penguatan dolar. Sementara investor menunggu tanggapan bank sentral utama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Harga emas di spot turun 1,9 persen menjadi US$ 1,862,56 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 22 Juli di US$ 1,861.60. Sementara emas berjangka AS turun 2,1 persen menjadi US$ 1.868,40 per ounce.

"Emas saat ini mengambil isyarat dari dolar ... dan kekuatan dolar terus membebani emas," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

"Kami melihat level dukungan teknis berikutnya setelah itu adalah sekitar US$ 1.840 per ons, namun harga mendekati wilayah oversold."

Indeks dolar mencapai level tertinggi delapan minggu, meredupkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya. Harga emas turun, meskip saham AS melemah setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS turun pada bulan September.

"Ketidakpastian jangka panjang masih membayangi dan tidak ada investor yang akan kehilangan kesempatan untuk menambahkan emas ke portofolionya saat harga rendah," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible di Chicago.

"Investor menunggu apa yang akan dilakukan bank sentral utama selanjutnya. Saat ini sebagian besar kebijakan moneter dan fiskal yang tersedia telah diterapka."

"Pembuat kebijakan tidak akan berpikir menaikkan suku bunga sampai inflasi mencapai 2 persen," Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida pada Rabu.

Sementara Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan kebijakan moneter perlu tetap akomodatif selama beberapa tahun ke depan dan lebih banyak stimulus fiskal diperlukan untuk mendukung perekonomian.

Langkah-langkah stimulus yang meluas telah mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan pelemahan mata uang.

Perak turun 6,2 persen menjadi US$ 22,91, setelah mencapai level terendah dua bulan di US$ 22,81 di awal sesi. Paladium naik 0,5 persen menjadi US$ 2,232.07.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dow Ambles karena Tekanan Saham Teknologi dan Kasus Covid-19

Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 525,05 poin atau 1,9 persen ke 26.763,13 setelah sempat naik 176 poin di awal sesi.

EKONOMI | 24 September 2020

Bursa Eropa Menguat di Tengah Data Zona Euro

Pan-European Stoxx 600 ditutup naik 0,7 persen dengan saham perjalanan dan rekreasi naik 2,3 persen.

EKONOMI | 24 September 2020

Pembebasan Lahan Jalan Tol Kertosono-Kediri Dimulai Awal 2021

Jalan Tol Kertosono-Kediri merupakan perpanjangan Jalan Tol Ngawi-Kertosono.

EKONOMI | 24 September 2020

Pegadaian Raih Sertifikasi Standar Keamanan Covid-19

Label SIBV Safe Guard merupakan pengakuan terhadap penerapan Protokol Covid-19 di lingkungan Pegadaian yang telah diimplementasikan secara konsisten.

EKONOMI | 23 September 2020

24 Pengusaha RI Ikuti Pameran Virtual di Thailand

Pengusaha Indonesia memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan pasar Thailand.

EKONOMI | 23 September 2020

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak Banjir Bandang Sukabumi

Jasa Marga bantu korban banjir di Sukabumi.

EKONOMI | 23 September 2020

Bank Mandiri Kucurkan Kredit PEN kepada Supplier Adhi Karya

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendorong percepatan proyek infrastruktur strategis untuk mengurangi dampak pandemi corona virus.

EKONOMI | 23 September 2020

Perkuat Digitalisasi Perbankan, CIMB Niaga Kembangkan API

Penggunaan aplikasi berbasis digital saat ini dinilai telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

EKONOMI | 23 September 2020

Demokrasi Membaik, Pemulihan Ekonomi Bisa Berlangsung Cepat

Demokrasi bisa pengaruhi ekonomi.

EKONOMI | 23 September 2020

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil Ditengah Upaya Pemulihan Ekonomi

OJK nilai stabilitas sektor jasa keuangan hingga saat ini masih dalam kondisi stabil.

EKONOMI | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS