Pandemi Dorong Perusahaan Minyak Pesan Kapal Tanker
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Pandemi Dorong Perusahaan Minyak Pesan Kapal Tanker

Kamis, 24 September 2020 | 12:28 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tekanan ekonomi global akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan penumpukan pasokan minyak global, mendorong perusahaan minyak dunia kembali memesan sejumlah kapal tanker untuk menyimpan jutaan barel minyak mentah dan olahan di laut.

"Penggunaan kapal tanker untuk menampung minyak di laut yang disebut floating storage menjadi opsi karena kilang-kilang yang ada sudah mendekati kapasitas maksimal," kata Direktur Konsultan RS Energy Group, Bill Farren-Price, dalam keterangannya Kamis (24/9/2020).

OPEC memperkirakan permintaan minyak global tumbuh 6,6 juta barel per hari menjadi 96,9 juta barel per hari pada tahun depan. Perkiraan yang diperbarui ini lebih rendah 400.000 barel per hari dari sebelumnya. Lockdown di sejumlah negara dunia memperlambat pemulihan permintaan minyak selama sisa tahun 2020.

OPEC+ memangkas produksi minyak sebanyak 10,7 juta barel per hari pada Mei hingga Juni 2020. Pemangkasan diturunkan menjadi 7,6 juta barel per hari mulai Juli dan turun lebih lanjut menjadi 5,6 juta barel per hari setelah Desember 2020. Hal ini akan meningkatkan produksi 5,1 juta barel per hari sampai Januari 2021 tanpa memperhitungkan peningkatan produksi dari negara penghasil minyak lainnya.

Selain itu, beberapa anggota OPEC+ memproduksi minyak jauh lebih banyak daripada kuotanya. International Energy Agency memperkirakan Uni Emirat Arab (UEA) memompa 3 juta barel per hari di bulan Juli. Menurut Petro-Logistics SA, yang melacak pergerakan pengiriman minyak internasional, negara itu memasok lebih dari itu pada Agustus. Ini jauh lebih banyak dari kuota sebesar 2,6 juta barel per hari.

Adapun Nigeria, Irak, Rusia dan Kazakhstan juga melampaui kuota selama periode Mei hingga Juli. Faktanya, total kelebihan produksi bisa mencapai 2,0 juta barel per hari melebihi kuota mereka. Hal ini menjadi perhatian utama para perusahaan minyak karena pemicu utama perang harga minyak yang dimulai pada Maret 2020 adalah kelebihan produksi dari berbagai anggota OPEC+. "Ketika salah satu negara inti OPEC+ gagal memenuhi target kepatuhannya, hal itu menimbulkan pertanyaan pasar tentang keberlanjutan seluruh kesepakatan pemangkasan produksi minyak," kata Bill Farren-Price.

Dalam perang harga minyak di Maret 2020, kelebihan produksi ditambah output Arab Saudi yang mencapai 12 juta barel per hari menyebabkan melimpahnya minyak sehingga haus disimpan di kapal tanker. Penggunaan kapal tanker sebagai tempat penyimpanan terapung menyebabkan tarif kapal melonjak ke posisi tertinggi dalam sejarah karena pasokan kapal berkurang.

Selain itu, para perusahaan minyak mewaspadai tren musiman peningkatan permintaan kapal tanker minyak untuk mengangkut menyongsong musim dingin. Saat cuaca dingin mendekat, produsen minyak bersiap meningkatkan stok untuk memenuhi permintaan heating oil.

Trafigura Group, perusahaan minyak independen terbesar kedua di dunia, pada minggu lalu memesan sekitar selusin supertanker yang dapat menampung total 24 juta barel minyak, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Secara keseluruhan, sekitar 18 charter serupa telah disepakati dengan Royal Dutch Shell Plc, Vitol Group dan Lukoil di antara mereka yang juga menyewa kapal, menurut daftar pemesanan pialang kapal yang dilihat oleh Bloomberg.

China National Chemical Corporation Ltd, yang dikenal sebagai ChemChina, juga telah memesan kapal tanker, daftar tersebut menunjukkan. Perusahaan minyak besar lainnya termasuk Vitol, Litasco dan Glencore juga dalam beberapa hari terakhir memesan kapal tanker besar untuk menyimpan solar hingga 90 hari, menurut data pengiriman dan perusahaan-perusahaan minyak lainnya.

Pada gelombang penyimpanan terapung pertama tahun ini dari Maret hingga Mei, tarif sewa untuk segmen kapal tanker besar melonjak lebih 100 persen untuk mencapai rekor tertinggi dalam sejarah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Asia Siang Ini di Teritori Negatif

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 7,0 (0,3 persen) mencapai 23.173 poin.

EKONOMI | 24 September 2020

IHSG Terpangkas 77 Poin ke 4.840 di Sesi Siang

Sebanyak 48 saham naik, 344 saham melemah dan 134 saham stagnan.

EKONOMI | 24 September 2020

iSeller Raih Pendanaan Seri A+ dari Mandiri Capital

iSeller akan menggunakan pendanaan untuk ekspansi bisnis secara domestik dan akselerasi akusisi merchant.

EKONOMI | 24 September 2020

Gandeng Startup Unicorn, BRI Akselerasi Penyaluran KUR Digital

Saat ini, fokus BRI adalah mendukung pelaku UMKM agar bertahan dan mampu bangkit dari tekanan dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 24 September 2020

Mengenal Produk Asuransi Korporasi Milik Tugu Insurance

Selain asuransi ritel kendaraan bermotor, Tugu Insurance juga menghadirkan asuransi sektor korporasi.

EKONOMI | 24 September 2020

Produsen Cat Ini Berdayakan Lulusan Baru dan Profesional Muda

Program ini bertujuan merekrut, melatih, dan mengembangkan lulusan baru untuk mengisi berbagai psosisi manajemen di perusahaan tersebut.

EKONOMI | 24 September 2020

Topstore Gandeng Masyarakat Jalankan Bisnis Supermarket Online

Topstore menggandeng masyarakat sebagai mitra untuk menjalankan bisnis supermarket online. Berbekal smartphone dan pelatihan digital, mitra dapat menyuplai berbagai kebutuhan sehari-hari ke 92 kota di Indonesia.

EKONOMI | 24 September 2020

Emas Antam Turun ke Rp 1,002 juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram sebesar Rp 471,320 juta.

EKONOMI | 24 September 2020

Awal Sesi, Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.815-Rp 14.832 per dolar AS.

EKONOMI | 24 September 2020

Dibuka, IHSG Turun Tinggalkan Zona 4.900

Pukul 09.07 WIB, indeks harga saham gabungan turun 53,8 poin (1,08 persen) menjadi 4.864.

EKONOMI | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS