Emiten Saham Telekomunikasi Masih Punya Potensi Menguat
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0)   |   COMPOSITE 5144.05 (0)   |   DBX 982.653 (0)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 430.883 (0)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 842.759 (0)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.265 (0)   |   JII 550.5 (0)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1026.39 (0)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1420.94 (0)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 284.937 (0)   |   SMInfra18 242.709 (0)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0)   |  

Emiten Saham Telekomunikasi Masih Punya Potensi Menguat

Kamis, 1 Oktober 2020 | 09:03 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Emiten di sektor telekomunikasi (telko) regional Asia Pasifik mengalami koreksi harga cukup signifikan selama pandemi Covid-19. Tidak hanya dirasakan emiten telko di dalam negeri, pelemahan juga dialami oleh raksasa telekomunikasi di negara tetangga.

Equity Analyst Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Ocktaviani mencatat, kinerja harga saham pemain besar di kawasan tersebut seperti SingTel, Axiata, Telstra, hingga Telkom Indonesia terdampak pandemi.

"Jika kita perhatikan kinerja saham regional sepanjang pandemi kompak mengalami penurunan. Per data 28 September 2020, year to date (YTD) SingTel -37,1 persen, Axiata -29,5 persen dan Telstra -19,8 persen," kata Selvi di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Dalam pantauan Samuel Sekuritas, koreksi harga saham juga dialami tiga emiten telekomunikasi besar di dalam negeri. Secara YTD, saham Telkom Indonesia (TLKM) terkoreksi -35,5 persen, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengalami penurunan -35,5 persen dan PT Indosat Tbk (ISAT) ambles -31,6 persen. Penurunan kinerja saham-saham tersebut membuat IHSG tertekan -22,7 persen.

Menurutnya, ada dua penyebab utama harga saham telekomunikasi di Asia Pasifik terkoreksi dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Pertama, kondisi secara global mempengaruhi kinerja saham telekomunikasi regional maupun domestik. Ia melihat adanya switching preferensi investor ke sektor yang lebih menarik seperti teknologi dan farmasi. "Selain itu, kondisi market uncertainty akibat pandemi membuat investor berpindah ke kelas-kelas aset yang dianggap lebih aman," ujar Selvi.

Selvi menilai, perbaikan kinerja saham sektor telekomunikasi nasional sangat bergantung pada perkembangan pandemi Covid-19 dan strategi pemerintah dalam memulihkan ekonomi. "Namun telko diproyeksi menjadi salah satu sektor yang resilience, dengan dampak minim sebab kebutuhan masyarakat akan akses data dan informasi semakin meningkat," jelasnya.

Terkait pergerakan harga saham pemain lokal seperti Telkom menurut Selvi memiliki pengaruh besar terhadap IHSG secara keseluruhan. TLKM sebagai emiten dengan bobot 4,5 persen dari indeks dan memiliki market cap Rp 253,5 triliun alias terbesar ke-4, membuat pergerakan harga sahamnya signifikan mempengaruhi IHSG.

"Saat ini kami melihat foreign outflow yang mempengaruhi pergerakan saham TLKM. Tapi kondisi ini tidak hanya pada TLKM saja, namun juga pada saham berkapitalisasi besar lainnya di sektor perbankan dan konsumer. Karena di indeks IHSG sendiri juga terjadi net foreign sell hingga Rp 60 triliun," jelas Selvi.

Meski investor asing banyak yang melepas saham TLKM, namun Selvi menilai hal tersebut tidak perlu dirisaukan. Sebab secara fundamental kinerja TLKM cukup kuat.

Dengan mempertimbangkan permintaan layanan telekomunikasi yang tetap tinggi di tengah pandemi, Selvi merekomendasikan buy untuk saham TLKM dan emiten telekomunikasi lainnya karena memang menarik untuk dikoleksi. "Kami rekomendasikan buy untuk TLKM (target price/TP 4.300), EXCL (TP 3.500) dan ISAT (TP 2.800) untuk periode 1 tahun ke depan. Kami masih optimistis dengan pertumbuhan kinerja saham-saham telko," katanya.

Ditambah lagi kebijakan PSBB yang mengimbau kegiatan bekerja dari rumah serta belajar jarak jauh bergantung pada konektivitas internet. "Sekitar 98 persen masyarakat Indonesia masih mengandalkan data selular untuk terkoneksi ke internet," ucap Selvi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tokio Marine Indonesia Gandeng Shift Technology untuk Deteksi Tindak Penipuan

Shift dinilai memenuhi seluruh persyaratan inisiatif Tokio Marine Indonesia untuk meningkatkan deteksi tindak penipuan dan proses klaim.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Harga Minyak Naik 2% karena Data Inventaris Optimistis

Patokan AS, minyak West Texas Intermediate naik 93 sen, atau 2,37 persen ke US$ 40,22 per barel.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Indeks Australia Naik, Bursa Tokyo Disuspen karena Kesalahan Teknis

Pada awal perdagangan, S&P/ASX 200 di Australia naik 0,74 persen.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Harga Emas Turun, Secara Bulanan Terburuk dalam 4 Tahun

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun US$ 7,7 atau 0,4 persen menjadi US$ 1.895,50 per ounce.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

IHSG Diperkirakan Menguat, Ini Rekomendasi Sahamnya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 4.829 - 4.911.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Telkom Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional lewat Peningkatan TKDN

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Dow Jones Rebound karena Harapan Stimulus

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 329,04 poin, atau 1,2 persen menjadi 27.781,70.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Bursa Eropa Ditutup Mixed karena Debat Presiden AS

Pan-European Stoxx 600 berada di wilayah positif, berfluktuasi sejak pembukaan, dengan sektor bank naik 1 persen, sementara industri melemah 0,5 persen.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Pertamina EP Asset 4 Kembali Operasikan CPP Gundih

Dengan normalnya operasional, CPP Gundih dapat kembali menyalurkan gas untuk PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang.

EKONOMI | 1 Oktober 2020

Hunian TOD Dinilai Sesuai Kebutuhan Generasi Milenial

Konsep TOD mengutamakan pengembangan hunian yang memaksimalkan penggunaan angkutan publik atau transportasi massal.

EKONOMI | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS